
Kini senja telah datang, untuk menyambut sang malam.
Sinar merah jingga menggurat di angkasa sebelah barat.
Burung kelelawar sudah berterbangan di atas bumi Gang Si'iran, untuk mencari makan guna menyambung hidupnya.
Sementara suasana di di Gang Si'iran masih nampak terlihat ramai oleh lalu lalang anak-anak pada bermain sepeda.
Ada pula yang bermain sepak bola plastik di sebuah lapangan kecil.
Begitulah kehidupan mahluk di bumi, yang banyak di penuhi dengan ragam budaya di setiap daerah.
Sementara Andi lagi duduk santai di tempat biasa bersama Konta dan Kanti.
Lalu Andi teringat pada sosok gadis desa yang tinggal di mes bersama rekannya.
"Persa'an gua tidak melihat Rara, kemana ya?." Tanya Andi pada Konta.
"Gak tau Bang, tapi ketiga temannya tadi ada lewat ke depan." Tukas Konta.
"Apa mungkin Rara sakit." Ujar Andi.
"Ya coba aja Abang hubungi." Usul Konta.
"Tadi gua hubungi tapi ponselnya tidak aktip." Ujar Andi.
"Ya coba aja sekarang, siapa tahu aktip." Ujar konta.
Andi pun lalu mencoba menghubungi Rara melalu aplikasi whatssap.
Tapi masih tidak aktip juga, Andi berpikir, seperti ada yang aneh pada diri Rara.
"Kenapa ya, tumben handpon Rara seharian gak aktip." Gumam Andi.
Konta dan Kanti yang terus memperhatikan raut wajah Andi yang kurang semangat, lalu Kanti bertanya pada Andi.
"Bang Andi kenapa, sepertinya ada sesuatu yang mengganjal di pikiran Abang?." Tanya Kanti.
Andi terkejut ia baru sadar, bahwa di hadapannya ada kedua adik sepupunya yang terus memandang penuh tanda tanya.
"Oh tidak ko, cuma heran aja, ponsel Rara kenapa masih belum aktip ya." Ujar Andi.
Konta dan Kanti termenung, lalu kedua anak kembar itu terperanjat dan berkata yang bikin Andi kaget.
"Ohh iya, gua tau sekarang, coba abang lihat di medsos siapa tau ada jawabannya." Usul Konta.
"Apa hubungannya?." Tanya Andi.
"Ah Abang tidak peka, kalau gua perhati'in sepertinya Rara menyukai Abang." Ujar Konta.
"Ya terus, hubungan dengan ponsel Rara yang tidak aktip apa?." Tanya Andi.
"Hehee...Bang Andi yang pintar, ternyata masih kurang peka juga mengenai isi hati se orang perempuan, tadi kan Abang habis jalan sama mbak Vina, siapa tahu Rara cemburu, dan sasarannya ponsel di mati'in atau ganti kartu." Ungkap Konta memberi ide.
__ADS_1
"Oh iya bisa jadi begitu."
Emang Abang Andi sudah jadian belum sama teh Rara?." Tanya Kanti.
"Ya jadian belum sih." Jawab Andi.
"Abang suka sama Rara?." Lanjut Kanti bertanya.
"Ya begitulah." Jawab Andi.
"Begitu apa? Yang jelas dong?." Tanya Konta.
"Ya suka." Jawab Andi.
"Suka sebatas sahabat atau lebih dari itu." Timpal Kanti.
Andi yang terus di brondoli pertanya'an sama Konta dan Kanti, hanya terdiam.
"Lhoo.. Ko diam sih Bang." Ujar Konta.
"Sori untuk pertanya'an yang itu gua tidak akan jawab, karena hanya gua yang tau tentang persa'an gua, kalian tidak usah tau cukup nyimak aja nanti." Jelas Andi.
"Idiih, kita ini saudara Bang, mau sama siapa lagi kita sharing." Ujar Konta.
"Sekarang jangan dulu bahas masalah itu, mending lo' pergi ke dapur bikin kopi buat gua, kayanya enak nih sambil menunggu waktu maghrib, kita ngopi dulu." Tukas Andi.
"Tuh kan, Abang gitu deh." Ujar Konta sambil beranjak dari tempat duduknya, berjalan melangkah memasuki ke dalam rumah.
Sementara di tempat lain.
Setibanya di rumah, Vina langsung membersihkan badannya.
Selepas mandi Vina langsung ganti salin, untuk pergi ke Rumah Sakit.
Sikap Vina kini berbeda dengan biasanya, yang sebelumnya Vina nampak kusut dan kurang bersemangat, kini berubah penuh gairah, wajahnya pun nampak berseri-seri dan bercahaya.
Ternyata cinta bisa merubah manusia dari segalanya.
Lalu Bagimana sikapnya Vina nanti, andai Tuhan tidak menghendaki Vina dan Andi berjodoh.
Mungkin nasib buruk yang akan Vina rasakan, atau mungkin Vina akan berubah menjadi jahat atau Vina akan menerima takdir hidupnya.
Itu semua hanyalah rahasia sang pencipta, karena manusia hanya bisa berharap.
Mobil Honda Brio miliknya Pak Pajar (Ayahnya Vina) telah di nyalakan, satpam yang bertugas menjaga Pintu gerbang langsung membuka pintu Rolling gerbang.
Vina sudah melajukan mobilnya, lalu berhenti di depan gerbang, Vina menurunkan kaca jendela pintu mobilnya, dan memanggil mang Usman.
"Mang Usman." Panggil Vina.
Satpam pun langsung berjalan memenuhi panggilannya Vina.
"Iya non ada apa?." Tanya Mang Usman.
__ADS_1
"Nanti, tolong nyalain lampu yang belakang ya, aku buru-buru nih, dan ini buat mamang ngopi dan beli roko." Ujar Vina sambil mengeluarkan tangannya di pintu jendela mobil memberikan uang seratus ribu rupiah untuk mang Usman.
Dengan sangat senang sekali mang Usman langsung menerima uang tersebut.
"Iya non, terima kasih." Ujar Mang Usman.
"Sama-sama Mang."
Kemudian mobil yang Vina kemudi telah melaju keluar.
Mang Usman pun langsung menutup kembali pintu gerbang dan langsung di gemboknya.
Mobil Honda Brio kini melaju di jalanan komplek menuju pintu gapura Grand City.
Setelah Vina keluar dari komplek Grand City, ia pun langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan rata-rata menuju Rumah Sakit Harapan.
Nasib lagi apes kini lagi berpihak pada Vina, di pertengahan jalan Mengkudu Raya mobil yang Vina kemudi mendadak mati.
"Kenapa ini mobi ko tiba-tiba mati sih." Gerutu Vina bermonolog.
Berulang-uang kali Vina mencoba menghidupkan mobilnya, tapi tidak bisa menyala.
"Waduuh gimana nih, gue gak ngerti masalah mesin, oh iya apa gue coba minta bantuan Andi, tapi kan dia ahli medin kendara'an roda dua." Gerutu Vina.
Vina nampak bingung sambil mundar-mandir tak menentu, apa yang mesti ia lakukan.
"Apa gue coba hubungi Andi ya." Ujar Vina bermonolog.
Vina langsung mengambil ponselnya dari dalam tas, kemudian Vina langsung menghubungi Andi.
Telpon pun sudah terhubung pada Andi, dengan sabar Vina menunggu Andi mengangkat telpon darinya.
Satu menit kemudian nampak Panggilan telepon sudah di angkatnya.
📞.Andi "Halo Vin ada apa?."
Vina pun langsung menjelaskan keluhan yang sedang di alaminya.
📞.Vina ma'af ya, gue sudah mengganggu istirahatmu."
📞.Andi "Tidak ko, gua lagi ngobrol sama si kembar."
📞.Vina "Ini mobil gue mati, kira-kira lo' ngerti gak mesin roda empat, gue bingung nih mau ke rumah sakit takut keburu malam."
📞.Andi "Ngerti dikit, ya sudah gua kesana sekarang, posisi lo' di mana?."
📞.Vina "Jalan Mengkudu Km 45."
📞.Andi "Oke gua otw sekarang."
Kemudian Vina pun langsung mematikan panggilan teleponnya dan memasukan kembali ponselnya ke dalam tas.
Sekarang wajah Vina tidak nampak bingung lagi karena sang penolong sebentar lagi akan segera tiba.
__ADS_1