Andi Nayaka Titisan Si kidal

Andi Nayaka Titisan Si kidal
Eps 97 Adu skill


__ADS_3

Andi terus melaju dengan kencang di jalanan dengan aspal yang tebal, membuat Andi semakin asik dalam mengendalikan sepeda motornya.


Karena terlalu asiknya Andi dalam melajukan kendara'annya, tanpak ia sadari bahwa bahaya kini lagi mengintai dirinya.


Tapi Andi pun mempunyai isting dan pirasat yang tajam, di tambah suara yang selalu berbisik di telinga Andi.


"Hati-hati kamu ada bahaya lagi mengincar keselamatanmu."


Andi langsung menautkan pandangannya ke arah sepion kiri kanan.


Nampak terlihat oleh Andi ada empat pengendara sepeda motor berseragam jaket Rompi dan di bagian tangannya di penuhi oleh gambar(Tato).


"Mau apa 1mereka mengikuti gua terus." Batin Andi.


Andi berusaha untuk menghindari masalah, maka dari itu Andi langsung menarik gasnya.


Motor yang Andi kemudi melaju dengan lebih kencang lagi, bersama'an dengan suara yang keluar dari selongsong kenalpot begitu menggetarkan jantung di irimgi dengan hembusan asap putih.


Ke empat lelaki bertato itu itupun langsung menaikan speednya karena semakin jauh tertinggal.


"Gile, Orang itu skillnya sungguh luar biasa, ayo kita ikuti terus pemuda itu." Teriak nya pada ke tiga rekannya.


Gas pun di tariknya sampai mentok, akhirnya ke empat lelaki itu pun melesat dengan cepat mengejar Andi yang semakin jauh di depan.


Lama kelama'an Andi terasa jengkel dengan ke empat lelaki yang terus mengejarnya.


"Apa sih mau mereka, perasa'an gua tidak pernah bikin masalah deh." Gerutu Andi sambil celingukan melihat pada sepion kiri kanannya.


Kemudian terlintas di benak Andi, rasa penasarannya pada ke empat lelaki itu, apa yang mereka inginkan.


Lalu Andi memasang strategi dengan membalikan posisi kendara'annya, suara rem yang di injak begitu nyaring membuat bodi motor berbalik ke posisi menghadang pada mereka.


Samar-samar nampak terlihat lampu dari ke empat sepeda motor sudah mendekat pada posisi Andi.


Lambat laun ke empat sepeda motor itu menurunkan laju kendara'annya, lalu mereka berhenti dari jarak dua puluh meteran.


Dengan tenangnya Andi duduk datas kendara'annya, sambil menatap dengan intens pada mereka.


"Woii, kenapa kalian mengikuti gua terus, perasa'an gua tidak pernah ber'urusan sama kalian, kenalpun kagak." Celetuk Andi.


"Memang sebelumnya kita tidak pernah berurusan, tapi sekarang elo' ber'urusan sama kita-kita ini." Ujarnya.


"Heh,, masalahnya apa?." Tanya Andi sambil tersenyum menyeringai.


"Masalahnya, elo' sudah belagu." Ujarnya.


"Belagu bagaimana maksud lo'?." Tanya Andi.


"Elo' sudah mengganggu ketentraman kami, dengan suara motormu itu." Tukasnya.


"Ko jadi gua yang di salahin, ini kan motor bawa'annya sudah begini, hahaha kalian ini lucu deh." Timpal Andi tertawa


"Kalau elo mau aman dan selamat sampai tujuan, serahkan hartamu pada kami." Timpalnya.


"Ooh jadi kalian ini mau merampok toh ceritanya, ngomong dong dari tadi, sini kalau kalian pingin uang, gua kasih." Ujar Andi sambil tersenyum tipis.

__ADS_1


Dengan bodohnya ke empat lelaki itu turun dari motornya.


Lalu Andi mencabut sebuah dompet dari saku celana bagian belakang.


"Ini tangkap." Seru Andi sambil melemparkan dompetmya ke arah mereka.


Kap


Dompetpun berhasil di tangkapnya oleh salah satu dari mereka.


Dengan Wajah semringah lelaki yang bertato gambar naga itu membuka dompet tersebut.


"Bangsat." Teriaknya.


Ketiga rekannya bertanya.


"Kenapa Bang?."


"Pemuda itu pingin mati rupanya, cuma dompet kosong tidak ada apa-apanya." Ujarnya sambil membuang dompet tersebut.


Andi tertawa terbahak, merasa bahagia telah mengelabui mereka.


"Hahahaha, makan tuh dompet, dasar tikus got bisa nya cuma merampas dan mencuri, kalau pingin uang ya kerja dong." Ujar Andi masih terus tertawa.


"Setan alas, rupanya kau cari mati ya." Geram lelaki itu sambil berjalan mendekati Andi.


Andi langsung menyalakan motornya.


preng peng peng


Gas di tariknya, sambil memiringkan bodi motornya.


Dan motorpun langsung berbalik arah dengan cepat.


"Ayo kita bermain-main lagi, hahaha." Tantang Andi.


Begitu ke empat lelaki itu sudah hampir mendekat Andi langsung menarik gasnya, dan motorpun melaju meninggalkan mereka.


Ke empat lelaki bertato langsung geram merasa dirinya telah di permainkan.


"Woii bangsat jangan kabur lo'." Teriaknya.


"Ayo kita kejar dan habisi pemuda sinting itu." Lanjutnya berkata.


Mereka pun langsung memburu pada motornya untuk mengejar Andi.


Sedangkan Andi yang lagi melajukan motornya dalam jalan pelan, lalu berhenti dan menoleh kebelakang pada ke empat lelaki tersebut.


"Ayo kita bermain lagi." Ejek Andi.


Ketika mereka sudah melaju, dan hampir mendekat pada posisi Andi.


Andi langsung tarik gasnya.sambil berteriak.


"Ayo bang kejar gua, wit wiiww." Ejek Andi.

__ADS_1


"Awas lo' hah."


Ke empat lelaki itu semakin geram, atas perlakuannya Andi yang telah menghina harga dirinya.


Kejar-kejaran Sepeda motor adu skill dan kecepatan semakin memanas.


Ke empat pengendara motor dari lelaki bertato itu, semakin panas, sehingga jaraknya kini sudah hampir dekat sama Andi.


Andi tetap tenang tidak memperlihatkan kegentarannya sedikitpun, malahan Andi terus melemparkan ejekannya pada mereka.


"Ayo... Keluarkan speednya, kejar gua." Ejek Andi.


Ke empat lelaki itu semakin geram, kemudian mereka menggerakan tangan kirinya kebalik jaketnya.


Nampak cahaya kemilau dari sebuah benda yang terpantul oleh cahaya lampu jalan.


Rupanya ke empat lelaki bertato itu mencabut sebuah senjata tajamnya yang selalu mereka bawa, mereka bersepakat untuk menghabisi Andi.


Andi pun melihat sekilas dari kaca sepion, mereka mencabut sebuah senjata dan telah beritekad tidak baik terhadap dirinya.


Kini Andi tetap waspada, bahwa mereka tidak main-main lagi.


Kini salah satu dari mereka sudah hampir berdekatan dengan Andi, dan berusaha ingin menyalip dari kanan.


Tapi Andi sangat cerdik, ia langsung membantingkan setangnya ke kanan memotong laju mereka.


"Bangsat." Bentaknya.


Andi tersenyum, sambil pasang netra dan pendengarannya.


"Gua tidak bisa kalau begini terus, yang sebentar lagi akan memasuki kawasan jalur lambat karena padatnya kendara'an." Gerutu Andi dalam hati.


Kemudian Andi menstandingkan motornya, setelah itu Andi melompat turun dari motornya, lalu berlari ke arah tempat yang leluasa.


Dan ke empat lelaki itu pun langsung berhenti, secara bersama'an mereka melompat turun, dan berlari mengejar Andi.


Tidak banyak berpikir lagi mereka secara serempak langsung menyerang Andi dengan menggunakan senjata tajamnya.


Pertempuran pun terjadi satu melawan empat.


Sabetan-sabetan pisau dari mereka dengan gencarnya ingin merobrk anggota tubuh Andi.


Andi dengan tenangnya menghadapi mereka, bergerak begitu cepat sambil mencari lengah posisi lawan.


Kedua pisau mencabik mengarah pada perut dan lehernya Andi.


Dengan agresip Andi menggunting serangan lawan yang mengarah ke perut bersama'an dengan ayunan kaki kanan menghantam paha lawan bagian belakang.


Duuukkk...


Secara sepontan lawannya Andi pun langsung roboh karena hampir semua petarung kelemahannya di situ.


Dan ke tika Pisau mau menggorok lehernya, dengan cepat tangan kanan Andi menangkap pergelangan tangan lawan, Kemudian tangan kiri menyusup masuk dan melingkar di lehernya, lalu di tarik dan di bantingkan dengan kekuatan tenaga penuh.


Blak

__ADS_1


Lawannya Andi terkapar di tanah.


__ADS_2