Andi Nayaka Titisan Si kidal

Andi Nayaka Titisan Si kidal
Eps 173 Jendela hati


__ADS_3

Pukul 18:05


Andi mengajak Konta dan Brian untuk melaksanakan ibadah solat maghrib di masjid.


Sepulang dari Masjid mereka duduk berkumpul di samping taman sambil menikmati suasana malam, yang kebetulan bertepatan dengan bulan purnama.


Cahayanya telah memancar menerangi di kegelapan.


Bela duduk berdampingan dengan Anggita menghadap pada Andi, Konta dan Brian.


"Oh iya Bang Brian, gimana ke adaan di singapur?." Tanya Andi memulai melakukan pembicaraan.


"Wah gimana ya, soalnya sampai detik inipun aku belum ke sana lagi." Ujar Brian.


"Oh ya, jadi Bang Brian, dari semenjak perayaan ulang tahunnya kak Bela belum terbang lagi ke singapur." Ujar Andi.


"Iya belum." Jawab Brian.


"Oh iya, gue sampai lupa, kalian mau minum apa." pungkas Anggita memberi tawaran.


"Apa aja deh." Sahut Bela.


Setelah itu Anggita beranjak dari tempat duduknya berjalan masuk ke dalam rumah.


Tidak lama kemudian Anggita datang, membawa aneka makanan dan minuman.


"Nih gue bawain minuman, dan makanan cemilan untuk menemani obrolan kita." Ujar Anggita sembari mendaratkan minuman dan makanannya.


"Waah jadi ngerepotin nih gue." Tukas Bela.


"Iya nih, gak usah repot-repot Git." Timpal Brian.


"Tidak ko, aku tidak merasa di repotkan, malahan aku senang kalian mau main ke tempatku." Ujar Anggita.


Lalu Andi memotong pembicara'an.


"Kak Bela, Bang Brian ayo di minum." Tawar Andi.


Bela dan Brian pun langsung meminum nya, di susul oleh Andi, Konta dan Anggita.


Di bawar terangnya cahaya bulan, mereka nampak asik menikmati minuman dan makanan cemilan.


Pukul 20:30 menit.


Mereka di kejutkan dengan suara klakson dari sebuah kendaraan.


Tid tidid.


Andi meminta pada Konta untuk membuka pintu gerbang.


"Wah ada tamu rupanya, dek tolong buka pintu gerbangnya." Pinta Andi.


"Oke Bang." Jawab Konta sambil beranjak dari tempat duduknya.


Konta langsung mendorong pintu gerbang ke samping.


Begitu pintu gerbang sudah terbuka, nampak wajah wanita cantik keluar dari balik kaca pintu mobil dan menyapa.


"Hai Konta." Sapanya.


Kontapun langsung tersenyum sambil berkata.

__ADS_1


"Mbak Vina ya, ayo masukin mobilnya Mbak, kebetulan lagi banyak tamu.


"Siapa emang?." Tanya Vina.


"Itu teman kuliahnya kak Anggita waktu di singapur." Jawab Konta.


"Oh ya."


Kemudian Vina langsung melajukan mobilnya perlahan memasuki pekarangan rumah.


Dengan perlahan Vina membuka pintu mobilnya, bersamaan dengan menapaknya sepatu pentovel di lantai yang di komblok.


"Kenapa hati gue mendadak jadi tidak enak begini." Batin Vina bermonolog sambil menatap ke arah Andi yang lagi asik tertawa bersama Bela dan Brian.


Lalu Konta menghampiri Vina..


"Ayo Mbak, kita gabung sekalian mbak kenalan sama temannya kak Anggita." Ajak Konta.


"Is oke." Jawab Vina.


Konta berjalan di depan di ikuti oleh Vina yang terus menatap pada Andi.


Sepertinya hati Vina merasakan cemburu ketika melihat Andi dan Bela begitu nampak akrab.


"Siapa nih yang datang." Ujar Konta pada Andi.


Andi, Anggita, Bela dan Brian langsung menolehkan pandangan pada Konta dan Vina.


"Hai Vina." Sapa Andi sambil berdiri menyambut kedatangannya Vina.


"Hai Andi."


sebelum Andi mempersilahkan duduk pada Vina, terlebih dahulu Andi memperkenalkan Vina pada Bela dan Brian.


Vina pun langsung mengulurkan tangannya pada Bela dan Brian meski agak sedikit kaku, ingin rasanya bertanya pada Andi siapa Bela sebenarnya.


"Kenalin nama gue Vina Artiyana."


Bela dan Brian pun langsung menyambut huluran tangan dari Vina.


"Bela puspita."


"Aku Brian Tirta wijaya kusuma."


Setelah itu Vina, langsung duduk di sampingnya Anggita yang berhadapan dengan Konta.


Lalu Andi memberi tawaran pada Vina.


"Oh iya, lo' mau minum apa Vin." Tawar Andi.


"Apa aja deh." Jawab Vina.


"Oke kalau begitu, bentar ya." Ujar Andi sambil beranjak dari tempat duduknya.


Melihat Andi pergi mau bikinin minuman buat Vina, nampak wajah kusam pada gadis si usia Anggita(Bela Puspita).


Mungkinkah Bela menyukai Andi, atau cuma karena lagi punya masalah lain di tempat kerjanya.


"Elo' kemana aja Vin, ko lama sekali tidak main sini?." Tanya Anggita.


"Iya kak, aku sekarang lagi sibuk buka usaha baru, ya usaha kecil-kecilan, lumayan buat menyambung hidup." Tukas Vina.

__ADS_1


"Buka usaha apa?." Pingkas Bela bertanya.


"Buka usaha Butik, kali-kali mampir dong di Butik aku." Ujar Vina.


Di sa'at itu pula muncul Andi membawa minuman segar untuk Vina.


"Ini Vin lo' minum dulu, gua tau elo haus." Ujar Andi sembari meletakkan gelas minuman di meja.


"Waduuh, gue jadi ngerepotin nih." Ujar Vina.


"Tidak ko, nyantai aja, oh iya gimana kabar nyokap lo'?." Tanya Andi.


"Alhamdulilah baik." Jawab Vina.


Kini giliran Bela seperti merasa gerah, dengan kehadirannya Vina, kalau tidak menghargai Brian dan Anggita ingin rasanya Bela cepat-cepat pulang.


Secara tidak sengaja Anggita menoleh menatap pada Bela.


"Kenapa dengan.Bela, ko raut mukanya mendadak kusam dan tidak bersemangat." Gumam Anggita dalam hati.


Anggita tersenyum tipis, lalu menoleh pada Andi dan Vina, sampit mengulum bibirnya, rupanya Anggita mengerti apa yang lagi di alami oleh Bela.


"Oh gua paham, berarti Bela memang suka sama adik gua, bagaimana ini." Gumam Anggita dalam hati.


Anggita berpikir bagaimana caranya untuk menjadikan suasana menjadi riang kembali, seperti sebelum datangnya Vina.


Lalu Anggita memberi isarat pada Brian, kenapa dengan Bela tiba-tiba mendadak kusam begitu.


Brian langsung menoleh menatap Bela.


"Heh, kenapa lo', kok wajahnya di tekuk begitu?." Tanya Brian.


Bela tersontak kaget, ketika Brian berkata sambil mencolek mukanya.


"Iih apa sih kak." Jawab Bela.


"Elo' kenapa murung begitu." Tegur Brian.


"gak apa-apa ko, mungkin cuma perasaan kakak aja." Jawab Bela.


Setelah mendapat teguran dari Brian, Bela merasa malu atas sikapnya, lalu ia meraih gelas minuman.


"Oh iya, aku lupa nih tadi aku bawa oleh-oleh, bentar ya aku ambil dulu di mobil." Ujar Bela.


Tidak lama kemudian Bela datang membawa keranjang.


"Apa itu Bel?." Tanya Anggita.


"Ini buah jeruk dari Singapur." Jawab Bela.


"Emang elo habis dari sana." Lanjut Anggita.


"Tidak, Bokap yang bawa kemarin." Sahut Bela.


Bela langsung membuka keranjang, nampak buah jeruk yang segar dengan warnanya yang kuning menyala, sudah barang tentu rasanya pun pasti manis.


"Ayo di coba, kalian pasti ketagihan, soalnya di sini gak ada jeruk yang kaya gini." Tawar Bela sambil mengupas kulit jeruk lalu di kasihkan pada Andi.


"Nih cobain." Ujar Bela sambil mendelik pada Vina.


Andi pun langsung meraih jeruk yang sudah di kupas kulitnya dari tangan Bela.

__ADS_1


"Waaw, mantap manis banget." Ujar Andi.


Vina hanya tersenyum tipis melihat sikapnya Bela pada Andi, yang seperti ke kanak kanakan.


__ADS_2