Andi Nayaka Titisan Si kidal

Andi Nayaka Titisan Si kidal
Eps 40 Pembalasan Geng Victor


__ADS_3

Kota yang jumlah penduduknya sangat padat dengan beragam mata pencaharian.


Di sebuah Lembaga permasyarakatan terbesar di kota itu.


Di sebuah ruangan sel Nomor Tiga belas, beberapa Navi lagi meringis-ringis kesakitan, sambil melakukan pijatan secara bergantian.


"Siapa sih anak baru itu, ilmu bela diri sangat luar biasa sekali." Tukas lelaki berwajah brewok.


"Dia anak sel dua piluh delapan, katanya sih kasusnya pemabunuhan terhadap Geng Ricard." Ujar anak buahnya.


"Owh pantesan gaya bertarungnya sangat luar biasa, pokoknya kita mesti balas dendam yang sudah mempermalukan kita Geng Victor." Ujar Victor.


"Iya Bos, tapi kita juga harus pakai siasat untuk bisa mengalahkan pemuda itu." Ujar anak buahnya.


"Pokoknya kalian tenang saja, tau-tau pemuda itu mampus." Rencana Victor yang ingin menghbaisi Andi.


Mungkin Victor dan anak buahnya telat mendapat impormasi, bahwa hampir tiga perempatnya dari Navi di situ sudah menggabungkan diri dengan Andi.


Sementara di ruangan tahanan nomor dua puluh delapan, Andi lagi duduk bersila sambil ngopi karena ada kiriman roko sama kopi dari temannya Andi sewaktu masih duduk di bangku SMA, yaitu Erik teman baik nya Andi di sekolah.


Semenjak kedatangan Andi di situ Abeng bersama yang lainnya merasa cukupa enak karena ada aja yang jenguk pada Andi setiap bulannya.


"Bos bagaimana nih kalau Heng Victor mengadakan balas dendam." Pungkas Abeng.


"Ya biarin saja itu haknya mereka mau balas dendam, yang terpenting kita harus selalu waspada akan gerak geriknya mereka." Tukas Andi.


Kini malam pun telah berlalu suasana di dalam penjara terasa dingin tanpa ada selimut untuk menutupi tubuh dari rasa dingin yang menusuk tembus sampai ke tulang belulang.


Mulanya Andi merasa tersiksa, biasa di rumah tidur dikasur empuk dengan selimut tebal, tapi setelah lama kelama'an Andi jadi terbiasa, hidup di dalam penjara bisa di ambil hikmahnya oleh Andi, di penjara dunia sudah kaya begini tersiksanya, bagaimana nanti ketika roh sudah berpisah dengan raga, ketika di hisab tentang amal baik.


Dari situ Andi bisa menjadi lebih dewasa lagi, ia pun tidak pernah ketinggalan untuk melaksanakan kewajiban yang lima waktu.


Semua penghuni ruangan tahanan kini sudah pada terkujur dengan mata terpejam mungkin lagi terbawa ke alam mimpinya masing-masing


Ke esokan harinya.


Di antar ribuan para Navi, hanya Andi yang bangun lebih awal, setelah solat subuh Andi Berdiri di dekat jeruji besi, sambil pikirannya mrlayang jauh pada Vina, yang sudah resmi menjadi pacarnya.


"Ko' Vina tidak ada ngabarin gua, padahal gua sudah kirim nomor petugas di sini, apa mungkin dia lagi sibuk-sibuknya belajar." Batin Andi.


Pukul 06:30 menit


Petugas selalu datang pada setiap ruangan tahanan dengan mengetuk jeruji brsi dengan pentungan.


Teng teng teng teng


"Bangun bangun bangun bangun. Waktunya kalian berolah raga."


Lalu pintu tahanan pun di buka, kini para Navi telah di giring menuju sebuah lapangan yang terbuka.


Andi, Abeng dan yang lainnya berdiri berbaris untuk melakukan gerakan senam guna mrnyegarkan tubuh para Navi.

__ADS_1


Di dalam penyegaran tubuh di jadwal tidak semua narapidana di keluarkan hanya sepuluh sel tahanan saja, baru ke esokannya lagi giliran yang belum.


Para Tahanan hanya seminggu sekali bisa melihat matahari dan menghirup udara segar.


Setelah gerakan senamnya selesai para tahanan pun langsung di giring kembali menuju selnya masing-masing.


Pukul 12:30 menit.


Para tahanan sudah memburu tempat di mana mereka mengisi perutnya.


Andi, Abeng beserta yang lainnya selalu pasang mata dan telinga, dari sudut pandang Andi Nampak Victor seperti beritikad tidak baik pada dirinya dan teman-temannya.


"Awas Bang coba lo' perhatikan romannya si Victor." Bisik Andi pada Abeng.


Abeng beserta anak buahnya mengintai gerak-geriknya Victor.


"Tapi gua lihat romannya nyantai-nyantai aja Bos." Ujar Abeng.


"Justru roman yang begitu yang mesti kalian waspadai, itu roman hati yang busuk yang bersembunyi di balik tenangnya raut wajah." Bisik Andi.


Setelah itu Andi beserta kedelapan temannya, sudah mendapat sepiring nasi dengan lauk pauknya, orek kentang dan irisan telor di tambah mie instan dan satu gelas air minum.


Andi langsung memburu pada meja yang nampak masih kosong lalu duduk di sebuah kursi lipat.


Sementara, jauh di samping kanannya Andi, Victor terus menatap pada Andi dengan keji.


Setelah selesai makan Andi, Abeng dan yang lainnya bergegas pergi meninggalkan ruangan itu.


Andi, Abeng dan anak buahnya pun langsung berhenti.


"Ada apa ini?." Tanya Andi.


"Jangan berlaga bego lo' bangsat." Bentak Victor.


"Oh jadi Kalian ini mau menuntut balas atas kekalahan tempo itu, bagus itu." Tukas Andi.


"Hahahaha, rupanya kau mulai gentar, sekarang mampuslah riwayatmu bocah." Tawa Victor.


"Oowhh, atuut hahahahaha." Tawa Andi beserta anak buahnya.


"Kurang ajar, rupanya kalian ingin benar-benar mati, mau lari kemana lagi tak satupun dari kalian yang pegang senjata, kini tiba saatnya ajalmu." Teriak Victor.


"Untuk melawan bandit kelas bulu, gua tidak perlu pakai senjata sepanjang itu." Ejek Andi sambil tersenyum menyeringai.


"Bedebah jangan sombong kau bocah, sekarang panjat kan doa kematianmu." Dengus Victor.


"Bentar ya Gua akan memanjatkan doa kemtian dulu ya." Ujar Andi tersenyum sambil menoleh pada Abeng.


"Oke gue kasih waktu pada kalian untuk berdoa dulu sebelum mampus." Timpal Victor kali ini ia merasa menang.


Lalu Andi, berbisik pada Abeng serta pada anak buahnya untuk mengikuti apa yang Andi bacakan.

__ADS_1


"Ya Allah, bila hari ini adalah hari kematiannya Victor tolong masukanlah ke neraka dan jadikan dia sebagi suluhnya, Amiiin." Ujar Andi beserta anak buahnya.


Victor yang sebelumnya merasa menang karena Andi sudah bisa di perdaya, tapi wajah Victor kini berubah jadi merah padam.


"Bangsat malah mendoakan gue mati lagi, Ayo serang mereka." Seru Victor memberi komando pada anak buahnya.


Puluhan anak buah Victor langsung menyerang Abeng dan Anak buahnya, sungguh persiapan yang sangat matang begitu anak buah Victor menyerang Abeng dan anak buahnya langsung mengambil sebuah benda di balik punggungnya sebuah piva Besi.


Trang trang trang trang trang.


Pertempuran pun terjadi dengan sangat mengerikan, benturan benda keras begitu nyaring sekali.


Sementara Victor yang ingin menghabisi Andi begitu brutal dalam melakukan serangannya, tapi Andi yang jiwa raganya sudah di gembleng oleh Toglo, tidak dengan mudah bisa di lumpuhkannya.


Kelebatan-kelebatan senjata Victor hingga sa'at ini belum bisa menyentuh tubuh Andi, malahan dalam jurus ke lima, tendangan Andi telah masuk menggedor Rahangnya Victor.


Whesss..


Buukk....


Victor terdorong tiga langkah dengan terhuyung, Victor berusaha menahan keseimbangan tubuhnya agar tidak sampai jatuh, tapi Andi tidak membiarkan lawannya untuk bergerak.


Andi bergerak cepat melesat ke atas, sambil melesatkan pukulan, yang di susul oleh hantaman elbo.


Buk buk


Deeeaass....


Auuugghhh...


Blaaaakk.


Tubuh Victor langsung jatuh menimpa lantai, ketika Victor mau mencoba bangkit, sekelebatan pukulan tinju bumi Andi telah menghantam wajahnya Victor.


Deeeaaass🗯🗯


Auuuuuggghhh..


Jerit kesakitan keluar dari mulutnya Victor, mengantarkan dirinya ke alam bawah sadar.


Seentara anak buah Victor dan anak buahnya Abeng masih terus berlangsung dalam pertempuran mempertahankan harga diri.


*


Setelah seringnya terjadi perkelahian antara kubu Voctor dengan Andi, mungkinkah Andi mendapat pengurangan masa tahanan atau malah akan di tambah masa tahanan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=Bersambung\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Terima kaasih🙏🙏🙏🙏 Yang sudah memberikan dukungannya.


Salam sehat sejahtera dan sukses selalu.

__ADS_1


__ADS_2