Andi Nayaka Titisan Si kidal

Andi Nayaka Titisan Si kidal
Eps 65 Ulang tahun


__ADS_3

Konta dan Kanti begitu sangat sungguh-sungguh dalam belajar bela diri yang Toglo dan Jaroni ajarkan.


Sedangkan Andi hanya duduk memperhatikan ke dua anak kembar itu dalam berlatih.


"Cekatan juga tuh Konta dan Kanti, gua lihat semangat mereka begitu besar." Batin Andi bermonolog.


Toglo terus memberi semangat pada mereka berdua sambil mengamati geraķannya, bila ada gerakan atau kuda-kuda yang kurang kuat dan dalam memainkan jurus kurang cepat, Toglo langsung memberi saran sambil membetulkan posisi gerakan dalam sebuah jurus.


Dua jam, sudah Toglo memberi waktu pada si kembar untuk latihan.


"Latihan untuk hari ini, cukup sampai di sini dulu, besok kita lanjut lagi, nanti dek Konta dan dek Kanti bisa belajar di rumah untuk melancarkan tata gerakannya." Ujar Toglo.


"Baik paman." Sahut Konta.


"Berhubung waktu sudah mulai senja, kalian pulang dulu nanti ibuk dan ayahmu mencari kalian." Tukas Toglo.


"Enggak kok Paman, karena aku sudah ijin dulu pada ayah dan ibuk." Ujar Kanti.


"Lalu bagaimana pendapat orang tua kalian?." Tanya Toglo.


"Ayah dan ibuk malah mendukung Paman." Ujar Konta.


"Oke lah kalau begitu, insa Allah Paman akan mengajarkan kalian sampai pada pencapaian paling sempurna." Ujar Toglo.


"Terima kasih Paman." Ujar Konta dan Kanti sambil memberi salam pada Toglo.


"Iya sama-sama, kalian tidak usah sungkan, pamanpun siap berbagi ilmu dan pegalaman pada kalin." Ujar Toglo.


Setelah itu mereka pun bubar, Toglo langsung pulang ke rumah.


Sedangakan Konta dan Kanti ikut bersama Andi dan Jaroni yang sekalian bertugas jaga malam di rumahnya Andi.


Satu bulan kemudian.


Di hari itu bertepatan dengan hari kelahirannya Andi Nayaka.


Suasana di rumah Andi cukup ramai banyak para tamu yang hadir karena mendapat undangan dari Andi dalam rangka merayakan hari ulang tahunnya Andi yang ke 23 tahun.


Andi pun mengundang semua teman sekolahnya.


Dan segenap stap PT Anggita Surya mandiri, acara pun di bikin lumayan meriah.


Andi berdiri di luar seperti lagi menunggu seseorang.


Sedangakan para tamu undangan sudah kumpul semua duduk di kursi yang telah di sediakannya.


Kemudian Anggita berjalan keluar menemui Andi.


"Andi, acara nya akan segera di mulai, kamu cepetan masuk." Ujar Anggita.

__ADS_1


"Iya kak sebentar, tunggu dulu sepuluh menit lagi." Ujar Andi.


Setelah sepuluh menit sudah berlalu, orang yang di nanti-nantikan oleh Andi tidak kunjung datang Andi pun masuk kedalam.


Dan acarapun segera di mulai. Andi berdiri dengan roman yang tidak bagus.


Raut wajah yang kecewa nampak telah terlihat di ke dua pipinya yang putih kini telah kusaam tidak berseri.


Kemudian ketika acara di langsungkan pada peniupan lilin, Andi meminta pada pembawa acara untuk menahan dulu sebentar.


"Ma'ap tahan dulu, sepertinya ada yang datang, biarkan dulu ia masuk." Ujar Andi.


Semua tamu undangan yang hadir, semuanya pada menolehkan pandangannya pada sosok wanita tinggi berwajah cantik berjalan memasuki ruangan yang telah di desain sedemikian rapinya.


Wajah yang kusam sebelumnya kini nampak bercahaya dengan kehadirannya se orang gadis yang Andi dambakannya.


"Ma'af semuanya, aku telat." Ujar gadis tersebut memberi hormat sambil berjalan ke arah di mana Andi lagi berdiri.


"Selamat ulang tahun ya Aa, semoga panjang umur, murah rijki dan sehat-sehat selalu." Tukasnya.


"Terima kasih ya, di kira kamu gak datang, mana pengawalmu itu?." Tanya Andi pada gadis itu yang tak lain adalah Vina Artiyana.


"Ada ku suruh tunggu di luar." Jawab Vina.


"Kenapa tidak di ajak kesini." Ujar Andi.


"Biarkan saja dia jaga di luar." Tukas Vina.


"Hadirin pada seluruh tamu undangan yang hadir, ma'af barusan sempat tertunda, karena yang di nanti-nantikan oleh Pak Andi Nayaka kini telah hadir."


Lalu acara peniupan lilin pun di mulai, oleh Andi Nayaka yang di iringi oleh nyanyian ulang tahun.


Selamt ulang tahun


Kami ucapkan


Selamamat ulang tahun


Kita kan do'akan


Selamat sejahtera


Sehat sentosa


Selamat panjang umur dan bahagia.


Sampai akhirnya lilin yang menyala di atas kue bolu tersebut berhasil Andi padamkan satu persatu


Dan suara tepuk tangan dari para tamu begitu meriah sekali, sambil menyanyikan lagu ulang tahun.

__ADS_1


Setelah itu acara berlanjut pada pemotongan nasi kuning, yang di lakukan oleh Vina dan Anggita.


Dan para tamu undangan pun di persilahkan untuk duduk sambil menikmati idangan nasi kuning dan kue bolu


Sementara di luar halaman rumahnya Andi, sang Bodygar yang di tugaskan mengawal Vina, lagi berdiri di luar sambil melihat-lihat sekitar rumah.


"Ternyata temanya Vina ini orang tajir juga, rumahnya pun sangat bagus walaupun tidak tingkat, arsitekturnya juga bergaya elegan dan minimalis eropa siapa dia ya." Batin sang Bodygar tersebut, dengan kaca mata hitam yang terus melekat menutupi kedua netranya.


Lalu ia berjalan mendekati taman, sambil melihat ikan-ikan yang berenang di kolam sungguh damai dan rukunnya.


Secara tidak di sengaja netra sang Bodygar menoleh ke arah motor Yamaha Rx king, di plat nomornya bertuliskan Andi Nayaka, dan di tanki nya tertempel setiker The Family Gang Si'iran.


Sontak saja Bodygar itu kaget, lalu ia beranjak dari tempat duduknya dan berjalan mendekati motor Yamaha Rx king lalu mentapnya dengan intens sekali.


"Andi Nayaka, apakah ini Andi teman gue waktu di penjara, ah mungkin hanya kebetulan saja kesama'an namanya" Sontak sang Bodygar.


Setelah itu sang Bodygar kembali ke tempat duduknya di samping taman, yang pikirannya terus merasa penasaran dan ingin tahu apakah Andi Nayaka ini adalah orang sama sewaktu di penjara, ataukah hanya kebetulan saja ada nama yang sama.


Satu jam sudah sang Bodygar menunggu majikannya di luar, nampak orang-orang telah keluar dari dalam rumah.


"Oh berarti acaranya sudah selesai." Batin Sang Bodygar.


Setelah semua tamu undangan sudah pulang, Vina pun pamit untuk pulang, karena ia masih dalam pengawasan orang tuanya, dan di beri waktu keluar dua jam paling lambat.


"Ma'af ya Aa, Ibuk, Teteh dan semuanya aku pamit dulu ya." Pamit Vina.


"Iya sayang, tidak apa, dengan hadirnya kamu pun aku merasa senang, dan aku pun mengerti keada'an kamu, ya sudah aku antar sampai gerbang." Ujar Andi.


Kemudian Vina dan Andi serta ibuknya Andi berjalan keluar rumah mengantar Vina sampai kedepan rumah.


Setiba di halaman Vina memanggil sang Bidygar.


"Paman Bodygar kita pulang." Panggil Vina.


Bodygar tersebut langsung menolehkan pandangannya ke arah Vina.


Ia terkejut ketika melihat lelaki ganteng bertubuh jangkung berdiri di sampingnya Vina.


"Owwh, Andi Nayaka, benarkah itu Andi teman gue, apakah ia akan mengenali gue, gue harus berpura-pura tidak tahu." Batin Bodygar bermonolog.


Kemudian Bodygar itu beranjak bangkit dari tempat ia duduk, dan berjalan mendekati mobil, lalu membuka pintu mobil bagian belakang, mempersilahkan sang majikan untuk masuk.


Setelah Vina memasuki ke dalam mobil, Bodygar itu langsung menutp pintunya rapat-rapat, lalu ia berjalan menuju pintu depan, sejenak Bodygard itu berdiri dan memandang pada Andi yang lagi berdiri.


"Ma'af kawan untuk sementara gue tidak akan memperkenalkan identitas gue ke elo'." Batin sang Bodygar sambil membuka pintu mobil, lalu masuk dan duduk di jok, untuk siap mengemudi.


Vina pun membuka kaca mobilnya sambil melambaikan tangannya berkata.


"Mari semuanya." Ujar Vina.

__ADS_1


"Iya hati-hati di jalan."


Kemudian mobil pun melaju keluar dari halaman rumah menunggalkan Andi, Anggita dan Sindi yang lagi berdiri memandang kepergiannya.


__ADS_2