
Pemilik warung itu lalu berbisik pada Andi yang lagi asik dengan seripitan kopinya.
"Bos sepertinya ketiga orang itu telah kembali bersama ketuanya." Ujarnya berbisik.
Lalu Andi menoleh dengan membalikan mukanya ke arah parkiran.
"Ooh itu orang bernama Ladev itu." Tukas Andi.
"Iya Bos, hati-hati orang itu mempunyai ilmu kebal senjata tajam, dulu juga ada yang bikin rusuh di pasar ini dengan ilmu yang sama, tapi hanya ayahmulah yang mampu meruntuhkan ilmu kebalnya itu, dengan pukulan maut ayahmu, makanya ayahmu di juluki si Kidal." Ujarnya.
"Oh,, mamang kenal baik dengan Ayahku." Tukas Andi.
"Sudah tentu kenal Bos, ayahmu kadang suka ngopi di sini bersama empat sahabatnya itu, Kamal, Hasan, Gito dan Pandi, kesini-kesininya Famili Gang Si'iran bertambah seorang Pemuda bertubuh gempal yang sangat bengis dan sableng, yaitu Toglo." Jelasnya Tukang warung.
"Iya mang, Paman Toglo kan kerja di bengkelnya almarhum ayah, saya pun pernah mendengar sepak terjang paman Toglo, yang banyak di takuti oleh para mapia, karena banyak menguasai jenis ilmu bela diri." Cetus Andi.
Ketika Itu Si Ladev bersama ke tiga anak buahnya, berjalan ke arah Andi yang lagi duduk santai yang di temani oleh si Gery.
Si Gery adalah sodok binatang yang mempunyai insting tajam, seketika itu si Gery langsung bangkit dari tempat duduknya dan menggonggong pada si Ladev dan ke tiga anak buahnya.
Gok gok gok gok.
Andi langsung membalikan badannya, nampak empat orang lagi berdiri dengan muka merah padam, Andi langsung beranjak dari tempat duduknya, berdiri dengan wajah yang nampak tenang lalu berkata.
"Owwh, inikah yang bernama Ladev itu." Ujar Andi sambil tersenyum tipis.
Si ladev bertulak pinggang, lalu berkata dengan sangat kasar menantang pada Andi.
"Heh bangsat, kamu yang telah membuat anak buah gue bonyok." Hardik si Ladev.
"Gua hanya menasehati anak buah lo' yang sok jago itu." Timpal Andi.
"Ngapain lo' ikut campur masalah gue hah." Bentak si Ladev.
"Ya jelas gua ikut campur, kalau urusannya sudah bikin orang resah, karena sikap dari anak buah lo' sudah keterlaluan, memintai jatah se enaknya, emang gampang cari duit di jaman sekarang ini." Ujar Andi.
"Apa perdulimu, emang para pedagang di dini saudara kamu." Tukas si Ladev.
__ADS_1
"Asal lo' tau pedagang di sini hampir semua warga Gang Si'iran, dan gua selaku warga Gang Si'iran merasa terpanggil dengan ke sewenang wenangan anak buah lo'." Ungkap Andi.
"Berarti lo' sudah berurusan dengan gue si Ladev." Tantangnya.
"Mau si Ladev mau di Lodav, gua jabanin kalau sudah mengusik warga gua." Tutur Andi penuh berani.
"Setan alas, rupanya lo mesti di kasih pelajaran." Maki si Ladev.
"Ayo gua jabanin, orang lain boleh takut sama lo', tapi gua tidak ada kata takut untuk menghadapi cecunguk kaya lo'." Ujar Andi.
Si Ladev langsung naik pitam, seketika itu ia langsung mengirimkan gempurannya pada Andi.
Andi pun bukan sembarangan pemuda biasa yang gampang di taklukan begitu saja, dengan replek Andi berkelit dari serangannya si Ladev.
Si Ladev terus menyerang Andi dengan jurus-jurus andalannya.
Pertarungan berlangsung sangat seru, para pedagang pun mulai berdatangan memenuhi area parkiran, untuk menyaksikan adu jago antara si Ladev preman pasar yang sudah banyak membuat para pedagang menjadi resah.
Sorak sorai mulai terdengar dari para pedagang yang mendukung sepenuhnya pada perjuangan Andi.
Beberapa kali pukulan dan tendangan Andi menjatuhkan si Ladev, tapi sungguh luar biasa daya tahan pukul yang di miliki oleh si ladev, mendapat acungan jempol dari Andi.
"Jangan jumawa kau Ladev, sekuat apapun badanmu terhadap pukulan pastinya ada kelemahannya." Tutur Andi.
"Hahaha,, ayo buktikan siapa yang paling kuat, untuk memegang pasar ini bangsat." Tantang si ladev dengan sombongnya.
Andi yang darahnya masih membara, terus mendesak si Ladev dengan pukulan dan tendangannya, bahkan tinju bumi yang Andi miliki hanya bisa menjatuhkan saja, dan si Ladev bisa bangkit lagi seperti tidak merasakan sakit sedikitpun.
"Gila sungguh luar biasa daya tahan pukul si Ladev." Gerutu Andi dalam hati.
Si ladev semakin besar kepala dan Sombong, setelah apa yang ia rasakan, semua pukulan dan tendangan Andi terasa dingin oleh si Ladev.
"Hahaha,, ayo keluarkan pukulanmu yang lebih power lagi anak muda, dingin sekali pukulanmu itu." Maki si Ladev.
Andi sejenek termenung, lalu ia teringat pada sosok Ayahnya, di dalam batin Andi sempat meminta pertolongan pada mendiang ayahnya.
"Ayah tolonglah anakmu ini, bagaimana caranya untuk melumpuhkan sang durjana ini." Batin Andi.
__ADS_1
Entah apa yang kini di alami oleh Andi, selepas batinnya berkata, sosok asap putih tebal yang terlihat oleh Andi telah melesat dengan cepat merasuk kedalam tubuhnya, kini tangan Andi terasa berat seperti ada kekuatan besar.
Si Ladev yang melihat Andi seperti habis cara untuk melumpuhkannya, tertawa terkekeh dan mengejek.
"Hahaha, mana jago Gang Si'iran yang katanya gudang para jawara, ayo tunjukan kekuatanmu anak muda." Koar si Ladev dengan sombongnya.
Andi terdiam, dengan tatapannya yang tajam dan bringas, dan orang-orang yang melihat roman Andi seperti bukan Andi, seperti ada kekuatan yang besar telah merasuk kedalam tubuh Andi.
Si Ladev kini melakukan gerakan dengan cepat menyerang Andi terlebih dahulu, Andi bergerak lebih cepat dan Agresip.
Ketika si Ladev meluncurkan pukulannya, Andi cuma bergeser lima derajat ke samping, dan pukulan di Ladev makan ruang yang kosong, lalu Andi menarik kaki kirinya selangkah ke belakang, nampak terlihat tubuh si ladev tidak terjaga.
Dengan kecepatan yang tidak bisa di pantau oleh si ladev, luncuran pukulan tangan Kiri Andi yang dirasakan sangat berat olehnya seperti ada yang menggerakan tangannya.
Secepat kilat pukulan tangan kiri Andi telah menghantam tulang rahangnya si ladev.
Hiuuukk....
Bukk...Deaasss...
Auuugggghh..
Ilmu kebal yang di miliki oleh si Ladev seperti telah di hancurkan oleh sebuah kekuatan yang merasuk di tubuh Andi yang berpusat di tangan kirinya.
Jerit kesakitan yang terdengar sangat histeris di mulut si Ladev, bersama'an dengan terpentalnya tubuh si ladev hingga beberapa meter menimpa area parkiran yang di cor.
Rasa jumawa yang sebelumnya terlintas di hati si Ladev, kini telah membisu dengan tubuhnya terkujur pinsan tidak berdaya lagi, lalu ke tiga anak buahnya langsung memburu tubuh si Ladev, dan memboyongnya untuk di bawa pergi menjauh dari arena adu jago.
Sorak sorai dari para pedagang, dengan menyebut nama Andi, telah memecahkan suasana yang tadinya sepi mencekam, karena merasa tegang dengan pertarungan dua jago tersebut.
"Hidup Andi, hidup Andi, hidup Gang Si'iran, hidup." Begitu ujaran yang terdengar dari para pedagang tersebut.
Andi pun seperti tidak sadar akan dirinya yang telah berhasil menjatuhkan si Ladev hingga pinsan.
Segumpal asap putih tebal yang hanya bisa di lihat oleh Andi, telah melesat lagi keluar dari dalam wadaknya.
Andi menarik napas, sambil mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
__ADS_1
"Alhamdulilah, akhirnya sang durjana yang meresahkan para pedagang kini telah pergi bersama kesombongannya." Lirih Andi, lalu ia menoleh pada si Gery yang lagi duduk sambil menjulurkan lidahnya yang panjang.