Andi Nayaka Titisan Si kidal

Andi Nayaka Titisan Si kidal
Eps 94 Hampir saja


__ADS_3

Adi Rangga dengan sangat terpaksa menuruti semua ke inginan Vina dan mamanya yang bersi keras meminta dirinya untuk segera menanda tangani surat perceraian itu.


Walaupun Rangga mempertahankan nya pun percuma, toh dirinya sudah tidak di butuhkan lagi oleh keluarga Pajar Arya Wirata.


Yang tersurat kini di hati Rangga, adalah sebuah dendam.


"Oke gue turutin semua ke inginan kalian, nanti setelah itu tunggulan kehancurannya, akan vue bikin kalian menderita." Gumam Rangga dalam hati.


Selepas itu Rangga langsung bergegas pergi meninggalkan rumah mewah itu, dengan membawa sebuah dendam.


Dasar manusia egois, sudah tau dirinya salah bukannya mengkoreksi dari kesalahannya, malahan ingin menghancurkan keluarga Pajar Arya Wirata.


Pajar, dan Vina untuk hari ini mereka tidak dulu masuk kantor.


Pajarpun langsung menghubungi, orang kepercaya'annya yaitu Budi Ahmad.


📞.Pajar "Halo pak Budi hari ini saya tidak masuk dulu, Tolong suruh sekertaris untuk mengerjakan file untuk projek di Bogor, kamu Pak Budi handle dulu kerja'annya Vina, karena kami sekeluarga lagi ada hal penting yang tidak bisa di tunda."


📞.Budi Ahmad "Baik pak."


Setelah itu Pajar pun langsung menutup kembali panggilannya.


.....................


Sementara di tempat lain.


Andi yang lagi sibuk di toko dan bengkel, melayani para castamer yang terus berdatangan, dari luar maupun dari dalam wilayah Gang Si'iran.


Semenjak Bengkel di pegang oleh Andi, Para pelanggan pun semakin banyak bertambah, karena merasa puas dengan hasil kinerjanya yang bagus, teliti dan rapi.


Maka tak heran bila bengkel yang Andi kelola semakin bertambah maju, selain para mekaniknya ramah dan suka bergurau, membuat para pelanggan terasa nyaman, di tambah Andi orang nya dermawan tak jauh beda dengan Almarhum ayahnya.


Hari itu cuaca terasa sangat panas menyengat, udara yang biasa bertiup sejuk, kini seperti terserap oleh hawa panas mungkinkah akan turun hujan.


Andi dan Toglo beserta ke tiga anak buahnya, langsung membuka pakaiannya, kini yang tersisa tinggal kaos singlet yang melekat di tubuhnya.


Pukul 12:00


Sebelum para Karyawan keluar dari ruangan tempatnya bekerja.


Andi telah mengirim chat pada Rara melalui aplikasi whatssap.


Andi mengajak Rara untuk makan siang di luar, dan Rara pun menyanggupinya walau terkadang ada rasa malu.


Rara berjalan menuju bengkel, untuk menemui Andi.

__ADS_1


Andi pun sudah siap menyalakan sepeda motornya .


"Ayo Ra naik." Ajak Andi.


Rarapun langsung melangkah naik dan duduk di jok belakangnya Andi.


Asep, Gio dan peri, memberi semangat pada Andi.


"Sukses bos." Ujar Asep, sambil mengangkat jempol tangan kanannya.


Andi menoleh ke arah mereka, sambil tersenyum tipis.


Lalu Andi menarik gasnya, motorpun melaju menyusuri jalan Gang si'iran.


"Emang mau makan di mana Aa?." Tanya Rara.


"Kita makan di tempat yang biasa aku sering makan, di situ makanannya enak banget, aku yakin kamu pun pasti suka." Jawab Andi.


"Ko sudah yakin banget kalau aku akan suka, aku lebih suka makanan di kampung ketimbang makanan yang serba modern." Tukas Rara.


"Lihat aja nanti, pokoknya kamu pasti suka deh." Timpal Andi, sembari terus memegang kemudi motornya.


Tidak lama kemudian Andi membelokan motornya memasuki area parkiran, di sebuah restauran ala Sunda.


Lalu Andi dan Rara melangkah turun dari motornya, berjalan bergandengan memasuki ruangan yang cukup luas dan memburu pada meja yang nampak masih terlihat kosong.


"Selamat siang pak, buk." Sapa pelayan restauran.


"Siang juga mb." Jawab Andi.


Silahkan di pilih menu makanan yang ada di restauran ini


Andi dan Rara melihat beberapa daptar menu makanan dan minuman.


Setelah Andi dan Rara memilih salah satu makanan dan minuman favorit di restauran itu, Lalu Andi menyerahkan kembali catatan daptar menu pada pelayan.


"Bapak dan Ibuk tunggu sebentar ya, kami akan segera menyiapkan pesanan Bapak." Ujar pelayan sembari melangkah kan kaki nya menuju dapur tempat koki memasak.


"Oke mb, terima kasih.


Tidak lama kemudian, pelayan datang membawa makanan dan minuman peasanannya Andi.


Setelah semua makanan dan minuman di daratkan di meja.


"Silahkan Pak, Buk di cicipi Hidangan yang telah kami sajikan, semoga berkah dan selamat menikmati." Ujar Pelayan sambil melangkah kembali ketempat ia bekerja.

__ADS_1


Kemudian Andi dan Rara pun langsung mdncicipi hidangannya.


"Waaww, masakan nya enak." Cetuh Rara.


Andi hanya tersenyum. "Apa ku bilang, pasti kamu suka, benarkan." Tukas Andi.


Anfi mungkin tidak menyadari bahwa sebelum mengajak Rara makan di Restauran favoritnya, ia pernah mrngajak Vina.


Seperti yang di alami sekarang, sebuah mobil Honda Civic warna merah menyala telah terparkir di area halaman Restauran tempat Andi dan Rara makan.


Vina keluar dari dalam mobil dan melangkah memasuki ruangan Resrauran tersebut. Entah kenapa Vina mendadak ingin makan di situ, mungkin Vina mengingat kembali ke masa indah bersama Andi.


Posisi Vina dan Andi belakang-belakangan,Vina masuknya dari area parkiran mobil sedangkan Andi masuk dari area parkiran motor.


Andi tidak mengetahui kedatangannya Vina, begitu pula Vina ia tidak tau kalau di belakangnya ada Andi yang lavi asik berdua dengan Rara.


Setelah Anfi dan Rara sekesai makannya, lalu Andi melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan kirinya, sudah menunjukan pukul 12: 40 menit.


"Wah sebentar lagi masuk kerja." Ujar Andi.


Lalu Andi memanggil pelayan sambil menyimpan uang di meja, sebagai bayaran makanan dan minuannya.


Anfi dan Rara lalu beranjaka dari tempat duduknya dan berjalan keluar dari Restauran tersebut.


Sementara Vina, yang samar-samar mendengar suara Andi waktu memanggil pelayan sedikit kaget.


"Suara itu, seperti tidak asing di telinga gue." Gumam Vina dalam hati.


Perlahan Vina membalikan mukanya ke arah belakang mencari pusat suara tersebut.


"Jelas sekali tadi seperti suaranya Andi, tapi ko gak ada ya, ah mungkin halusinasi ku aja kali." Batin Vina.


Vina pun langsung memesan makanan dan minuman pada pelayan.


Pelayan pun langsung bergegas untuk mrnyediakan makanan pesanannya Vina.


Vina di usia yang masih muda, harus mengalami hidup menjanda.


"Kini gue sudah menjadi janda, andaikan gue dulu tidak terpengaruh oleh ucapan mamah dan rayuannya lelaki berengsek, mungkin hari ini gue masih bahagia bersama Andi, sedangkan Andi sekarang sudah mempunyai pacar lagi yang sangat cantik dan lugu." Gerutu Vina bermonolog.


Lamunan Vina di kagetkan dengan kedatangannya pelayan yang membawa pesanannya.


"Ini mb pesanannya, selamat menikmati sajian dari kami semoga menyenangkan."Ujar pelayan sambil mendaratkan makanan dan minuman di meja.


"Oh iya mab makasih ya." Sontak Vina.

__ADS_1


"Mb kenapa kok seperti melamun." Tikas pelayan kepo


"Oh tidak apa-apa kok." Ujar Vina.


__ADS_2