Andi Nayaka Titisan Si kidal

Andi Nayaka Titisan Si kidal
Eps 61 Pembantaian.


__ADS_3

Kamal, Astuti dan Andi bersiap siaga, ketika dari atas bermunculan orang-orang melompat kebawah dengan bersenjatakan lengkap.


"Hahahaha, di kira kamu ada nyali datang sendiri Andi Nayaka." Cibirnya orang berbadan besar yaitu Dude.


"Woi asal kalian tau saya dan istri saya orang tua dari anak yang kalian culik itu, di mana anak saya." Teriak Kamal.


"Tenang saja om, tidak usah galak-galak, anak om ada kok." Ujar Dude sambil tersenyum menyeringai.


"Dasar manusia brengsek, kalau kalian memang lelaki, kenapa tidak langsung datang kerumah gua, atau kirim surat pertemuan untuk adu nyawa, jangan cuma berkoar." Bentak Andi mulai naim pitam.


"Oouuu ou ouuu...Rupanya si pecundang kini sudah berubah menjadi srigala yang sangat menakutkan." Sungut Dude bercakap.


"Ayo kawan habiskan makanan kita ini." Lanjut Dude menyerukan kata perang pada kawanannya.


Kemudian Dude dan kawanannya langsung melompat menyerang Andi, Astuti dan Kamal, dengan sebuah tongkat besi.


Sudah yakin bahwa Dude dan kawanannya ingin membinasakan Andi.


Astuti dan Kamal walaupun sudah tua, tapi gerakannya masih tetap gesit dan agresip, ilmu bela diri karate yang di kolaborasikan dengan pencak silat Astuti begitu memikau, sapuan tendangan dan guntingan nya begitu hebat, pengalaman bertarung Astuti tentu saja jauh lebih unggul di banding Kawanan Dude yang masih mentah pengalaman.


Dan ketika dua kawanan Dude menyambarkan tongkat besi, Astuti bergerak kesamping dengan kaki kiri menendang tangan salah satu dari mereka dan kedua tangan Astuti mengkaper sabetan dari tongkat besi satunya lagi, sambil meliukan tubuhnya kebelakang lawan.


Buuuuk


Sikutan tangan Astuti menghantam punggung lawan.


Jeregjeg..


Orang itu sempoyoan menahan keseimbangannya, tapi sayang Astuti langsung memutarkan tubuh dan tengannya langsung menghantam leher lawan dengan sabetan gunting kalajengking.


Deeaasss


Blaaaakk


Orang itu langsung terjatuh dengan tengkurap, lalu salah satu dari lawannya Astuti melompat sambil menebaskan besi ke arah kepala Astuti.


Traaaang


Besi itu langsung menghantam lantai, Karena Astuti langsung menjatuhkan diri dan menggelindingkan badannya ke samping beberapa putaran, lalu beranjak bangkit pasang kuda-kuda menunggu lawannya.


"Ayo serang lagi gue bocah." Tantang Astuti.


"Kurang ajar ku bunuh kau, bangsat heeaaa." Teriaknya sambil mengayunkan tongkat besi, Astuti melompat ke atas sambil mrlepaskan tendangannya menghantam pergelangan tangan lawan.


Truuuaaang...


Tongkast besi terlepas dari gengaman dan jatuh menimpa lantai.


Begitu kaki Astuti mendarat di lantai, dengan cepat Astuti membalikan badannya sambil menarik pundak lawan, lalu melesit ke atas memasukan tusukan lututnya menghantam dagu.


Duuuuk..


Deeasss...


Auugggghhhh...


Lawan Astuti menjerit ketika ujung lidah ter putus karena terjepit oleh giginya sendiri.


Dalam pertarungan melawan para berandal, tidak ada rasa iba atau kasihan sedikitpun di hati Astuti, sebelum lawannya tidak berdaya.

__ADS_1


Begitu lawannya terhuyung, Astuti melompat sambil melepaskan pukulannya yang bertubi-tubi.


Buk


Buk


Buk


Deaasss


Deaass..


Bruuuukkk..


Blak.


Tidak bisa di hindari lagi tubuhnya terpental jauh jatuh menimpa tumpukan kayu palet.


Karena rasa sakit yang sudah tidak bisa di tahan lagi orang itu lalu terkulai lemas dan akhirnya hilanglah kesadarannya.


Lalu Astuti berlari, kebelakang mencari anak kembarnya.


Sementara Andi yang lagi berdual lawan Dude dan Murdi, begitu sangat menegang kan, karena Dude dan Murdi secara bersama'an membuat serangan yang bertubi-tubi dengan sangat brutal.


Tetapi Andi tetap tenang dalam menghadapi lawannya, dengan pasang mata dan telinga, setiap desingan logam besi mau menghantam, Andi seperti merasakan dan ada yang menggerakan tubuhnya untuk bergerak menghindari setiap sabetan logam besi yang akan mengancam dirinya.


Dude semakin memuncak amarahnya seakan di permainkan oleh Andi, yang hanya menghindar dan menghindar.


"Bangsat, lawan gue jangan cuma menghindar saja." Bentak Dude


Andi hanya tersenyum tipis sambil membalikan ujung topinya ke belakang.


"Banyak bancot lo' heeeaaa." Seru Dude sembari melesat menerjang Andi dengan sabetan logam besinya.


Andi memiringkan tubuh lima puluh derajat, ketika hantaman logam memakan ruang kosong, dengan cepat sapuan tendangan kaki Andi bersarang di pipi Dude.


Deeeaasss...


Jeregjeg


Tubuh Dude goyang sempoyongan sambil menahan kese imbangan, tapi Andi tidak membiarkan kesempatan itu.


Andi maju selangkah, sambil meghantamkan pukulan elbonya.


Duuukk..


Elbo keras Andi, telah membuat Dude terjatuh.


Di lain disi, Murdi langsung melompat ingin memecahkan kepala Andi dari belakang, tapi Andi lebih cepar meluncurkan tendangannya.


Buuukk


Kaki Andi yang panjang telah masuk di ulu hati Murdi.


Heeuuuu...


Murdi terhengap menahan napasnya yang terasa sesak.


Kemudian Andi memutarkan tubuhnya sambil melepaskan tendangan para bolnya.

__ADS_1


Hiiiiuukk


Jebroodd...


Kaki Andi langsung menggedor tulang rahangnya Murdi.


Jeregjeg Murdi sempoyongan mau Jatuh, Andi bergerak salto dua putaran ke depan lalu melesit ke atas.


Heaaaaa....


Teriak Andi sambil melepaskan tinju Buminya.


Deeaassss.....


Auuuggghhh..


Murdi berteriak ketika bogem Andi yang keras dan berbobot bersarang di pipi kanannya Murdi, nampak terlihat ada cairan merah muncrat dari mulutnya Murdi, bersama'an dengan terpentalnya tubuh Murdi jatuh Menimpa Drum yang banyak berjejer.


Brang breng brong.


Suara beberapa Drum yang berserakan tertimpa tubuhnya Murdi.


Ketika Murdi mau bangun kembali, Andi langsung melompat memburu tubuh Murdi, lalu di tatiknya sambil di hujani bogem mentah bertubi-tubi kedada, perut dan dagunya, sehingga membuat Murdi tidak kuasa lagi menahan rasa sakit yang teramat sangat.


Murdi terkapar di lantai, dengan luka membengkak di wajahnya, dan darah segar keluar dari sudut bibirnya membasahi leher dan pakaiannya.


Andi langsung membalikan badannya ketika ia menangkap suara dari belakang, nampak Dude telah bangun sambil memburu Andi dengan logam besi yang runcing mau menusuk punggung Andi dari belakang.


Andi melompat ke atas melewati tubuh Dude, sambil menendangkan kakinya ke punggung Dude.


Dude akhirnya terbawa oleh tenaganya sendiri, di tambah oleh tendangan Andi, sehingga daya dorong semakin kuat, membuat Dude jatuh tengkurap.


"Ayo bangun lelaki banci, katanya jagoan mana sesumbarmu itu, dasar payah." Cibir Andi.


Dude langsung membalikan badannya dan segera bangkit perlahan dengan lutut agak gemetaran karena tenaganya sudah terkuras habis.


"Jangan merasa menang dulu bangsat." Ujar Dude dengan langkah terhuyung-huyung mau jatuh.


Andi tertawa melebar, melihat Dude yang sudah lemas, dengan tubuhnya agak bungkuk kedepan dan melangkahpun seperti berat.


"Hahahaha, dasar manusia tidak ada kapoknya, woii sadarlah kau, hidup ini hanya sekali, maka jangan sia-siakan hidupmu, bertobatlah sebelum Tuhan mencabut nyawamu." Ujar Andi mengingatkan sambil tertawa.


Satu dua langkah dan ketiganya, Dude sudah tidak bisa lagi menahan tubuhnya yang mulai lemas dan akhirnya jatuh dengan sendirinya.


Sedangkan Kamal juga yang gaya bertarung nya selalu memakai ilmu bela diri karuhun sudah berhasil melumpuhkan lawan-lawannya.


Lalu kamal dan Andi saling pandang.


"Ayo Om kita susul Bibi, tadi sepintas ku lihat Bibi ke arah sana." Tunjuk Andi.


"Ayo Andi, sebelum mereka siuman, kita harus cepat menumkana Konta Kanti dan keluar dari Sini." Tukas Kamal.


Kamal dan Andi berlari kearah belakang gudang, kemudian menaiki trapan tangga besi, yang kemungkinan Konta dan Kanti di tawan di atas.


***********


Betsambung.


Terima kasih atas dukungan dari semuanya.

__ADS_1


Salam sehat sejahtera dan sukses selalu.


__ADS_2