Andi Nayaka Titisan Si kidal

Andi Nayaka Titisan Si kidal
Eps 57 Meneruskan jejak sang ayah 2


__ADS_3

Rasa penasaran kini telah menyelimuti hati Andi, ada apa Toglo meminta dirinya untuk menemuinya.


"Ada apa aya paman Toglo meminta ku untuk datang menemuinya, seperti sangat penting banget." Ujar Andi.


"Ya sudah temui aja dulu, mungkin sangat penting." Tukas Sindi.


"Iya buk, bentar ku mau ngasih dulu makan si Gery." Ujar Andi.


Andi berjalan mendekat pada sebuah kulkas, lalu di tariknya pintu kulkas, dan di ambil bungkusan plastik yang berisi Kaki ayam yang sengaja Andi beli buat persedia'an makanan si Gery.


"Buk aku akan temui dulu Paman Toglo, setelah kasih makan si Gery." Pamit Andi.


"Iya nak." Ucap Sindi.


Andi pun langsung bergegas keluar rumah, lalu berjalan menuju tempat kandang si Gery.


"Hai Gery, Ini gua kasih makanan, makan yang kenyang ya, gua mau ke bengkel dulu menemui Paman Toglo.


Gok gok gok...


Si Gery menjawab dengan gonggongan, lalu Andi memasukan beberapa banyak potongan kaki ayam kedalam kandang.


Setelah itu Andi beranjak pergi keluar dari halaman rumah menuju bengkel untuk menemui Toglo.


Setibanya di bengkel, Andi langsung menyapa.


"Assalam mu'alaikum." Sapa Andi.


"Wa alaikum salam." Serempak menjawab.


Kemudian Toglo keluar menghampiri Andi, lalu duduk bersebelahan dengan Andi.


"Kamu habis dari mana An, tadi Paman dua kali ke rumah, kamu tidak ada, kata ibukmu belum pulang dari kemarin." Ujar Toglo.


"Iya Paman, aku habis nganterin Vina ke tempat Bibinya di Tasik." Jawab Andi.


"Ooh pantesan, emang ada acara apa?." Tanya Toglo.


"Gak ada acara apa-apa, cuma berkunjung saja, Vina kan waktu kecil di Asuh sama Bibinya, jadi Vina kangen pingin menemui Bibinya, dan aku menginap semalam." Jawab Andi.


"Oh iya Paman, emang ada apa sih Paman mencariku?." Tanya Andi.


"Nanti saja setelah bubar kerja, Paman ceritain, sekarang rasanya kurang tepat." Jawab Toglo.


"Ooh gitu ya sudah, nanti aja Paman kerumah, kita ngobrol di halaman depan." Ujar Andi.


"Oke siip." Ujar Toglo.


Selepas itu Andi pun beranjak pergi, lalu mampir di kedai.


"Hai Mer! Bikinin kopi dong." Ucap Andi pada mery pelayan di kedai yang menggantikan Mira.

__ADS_1


"Andi, ko sekarang kamu tambah ganteng aja sih." Celoteh Mery.


"Ya iya dong." Jawab Andi.


"Wah, kaya-kayanya sudah punya pacar nih." Ujar Meri mengejek.


"Iya dong, terus kapan lo mau merit Mer?." Tanya Andi.


"Cari'in dong An, gue jomblo terus nih, gue sebenaranya malu, sedangakn teman-teman gue sudah pada punya anak." Ujar Mery.


Lalu Andi teringat pada temannya yang bernama Bang Jupri, waktu ia pergi dari rumah dan menetap di rumah Jupri.


"Oh iya Mer, gue punya kenalan, namanya Bang Jupri, sepertinya sebaya sama lo', malahan Bang Jupri juga masih ngejomblo, hidup sebatang kara, orang tuanya sudah meninggal, ia kerja di Bengkel." Ucap Andi.


"Yang bener lo' An, ya sudah kenalin dong sama gue." Ujar Mery.


"Ee'eh Btw kopi nya mana, dari tadi malah ngobrol mulu." Cetus Andi.


"Astagpirullah hal adzim, gue sampai lupa, sori ya An, bentar gue bikinin dulu." Ujar Mery langsung bergegas masuk ke ruang kerjanya.


"Payah lo' ah, Mery-mery, makanya cepetan merit biar memorimu jadi bening, gak ngebleng terus, hahaha." Tawa Andi mengejek pada Mery.


Tidak lama kemudian Mery datang dengan membawa kopi pesanannya Andi.


"Nih kopi nya An." Ujar Mery sambil menurunkan kopi di meja.


"Terima kasih Mer." Ujar Andi.


Kemudian Andi menyeripit kopi nya perlahan.


Serupuuuutttt.


Nampak terasa nikmat sekali, yang di susul dengan isapan dari sebatang roko, lalu di hembuskannya asap putih tipis dari mulutnya.


Ketika Andi lagi asik menikmati secangkir kopi, munculah Konta dan Kanti berpakain kaos oblong dan celana selutut.


"Widiih, Abang Kita Kanti, seperti lagi girang tuh hatinya." Bisik Konta pada adiknya.


"Iya betul kak, ayo samperin, kita minta di traktir, oke." Jawab Kanti.


Lalu Konta dan Kanti masuk dan duduk di kursi satu meja dengan Andi.


"Wah, mantap nih bang, bagi dong." Ujar Konta.


"Eh di kira siapa? Kalian mau kopi." Tawar Andi.


"Kita gak ngopi, iya Kanti." Ujar Konta sambil menoleh pada Kanti.


"Iya Bang, traktir dong kedua kita-kita ini." Cetus Kanti.


"Boleh kalian mau apa, ayo tinggal pesen sama mb Mery." Ujar Andi.

__ADS_1


"Mb Mery pesen mie dua mangkok ya." Ujar Konta.


"Oke Bos." Sahut Mery.


Tidak lama lagi Mery datang membawa nampan berisi mie untuk Konta dan Kanti.


"Ini Bos mie nya." Ujar Mery.


"Makasih Mb Mer." Ujar Konta dan Kanti.


Pukul 16:00


Semua karyawan pun sudah pada keluar, memenuhi area parkiran memburu pada kendara'annya masing-masing, dan ada pula yang berjalan kaki sampai ke pertiga'an untuk naik angkutan umum.


Setelah Andi membayar kopi dan makanan Konta dan Kanti, ia bergegas pulang karena ada janji sama Toglo.


Singkat cerita


Andi dan Toglo sudah duduk di bangku besi, sambil menikmati makanan cemilan.


"Sekarang Paman Ceita, ada perlu apa Paman padaku." Ujar Andi mulai pada pokok pembicara'an.


"Begini nak Andi, berhubung sekarang nak Andi sudah dewasa, jauh sebelum kepergian ayahmu menghadap ilahi, beliau berpesan pada Paman, bila Andi nanti sudah dewasa, Teruskan lah Perusaha'an bengkel dan kelola dengan baik, nah sekarang Paman mau menyerahkan beberapa File, untuk kamu pelajari, di sini semua tercatat, nama-nama dan jenis spare part dari semua merk kendara'an roda dua, dan ada daptar harganya lengkap, dan yang mengurus gaji Asep, Gio dan Peri itu Buk sapitri, kamu tinggal memberi laporan Saja setiap minggu pada Buk sapitri." Ungkap Toglo sambil menyerahkan sebuah File pada Andi.


"Lantas Paman Gimana." Ujar Andi.


"Ya Paman kerja, seperti yang lainnya, tapi Paman juga akan mendampingi kamu selama kamu belum bisa menguasai sepenuhnya. Ujar Toglo.


"Iya Paman, nanti aku pelajari di rumah."


Lalu Toglo merogoh saku jaketnya di bagian dalam, kemudian memberikan benda kecil berbentuk kotak.


"Dan terakhir kalinya ayahmu menitipkan ini sama Paman sebelum berangkat ke semarang." Ujar Toglo sambil mengulurkan tangannya.


Kemudian Andi pun langsung menerima benda berbentuk kotak kecil itu dari hulurannya tangan Toglo sambil berkata.


"Apa ini Paman?." Tanya Andi.


"Entahlah Paman pun tidak tau, karena semenjak Benda ini ayahmu titipkan pada Paman, Paman simpan di rumah dan tidak ada se orang pun yang tau apa isi dari kotak itu, karena Paman pun tidak berani." Jelas Toglo.


"Berarti sampai bertahun-tahun Benda ini ada pada Paman?." Tanya Andi.


"Iya nak Andi, Paman menunggu waktu yang tepat, dan hari inilah waktu yang paman tunggu itu." Jelas Toglo.


Andi pun merasa penasaran, apa sebenarnya isi di dalam kotak tersebut, tapi Andi pun belum berani membukanya di depan Toglo.


Waktu pun tidak terasa sudah mulai memasuki senja, dan Toglo pun masih asik duduk ngobrol yang sekarang di temani oleh sindi dan Anggita, sambil menunggu Jaroni datang baru Toglo pulang.


Lantas apa yang ada dalam kotak kecil tersebut, sehingga membuat Andi jadi penasaran ingin segera membukanya.


Mungkinkah sebuah surat wasiat, atau sesuatu yang berharga bagi Andi buat di kehidupannya nanti.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=Bersambung\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2