
Dengan sangat laparnya wanita tua itu memakan nasi bungkus yang Andi berikan.
Andi menatap dengan penuh iba, dan merasa tidak tega melihat wanita yang semestinya diam di rumah, berkumpul dengan keluarga.
Dari situ Andi banyak belajar tentang kehidupan, ternyata masih banyak orang yang penderitaannya melebihi dari dirinya yang kini Andi alami.
"Kasihan juga si ibuk itu, hidup sebatang kara makan pun kadang bisa kadang tidak, tapi dia masih bisa menjalani hidup seperti itu." Batin Andi.
"Alhamdulilah ya Allah aku masih di karuniai kaka adik sepupu paman dan Bibi bahkan kakek dan nenek yang sudah baik, dari sinilah aku bisa belajar hidup yang sesungguhnya." Lanjut Andi bergumam dalam hati.
Lalu Andi bertanya dan memberi tawaran pada wanita itu.
"Ibuk mau nambah?." Tanya Andi.
"Tidak Nak, ibuk sudah kenyang, terima kasih ya, semoga Allah membalas kebaikanmu lebih dari yang kamu berikan pada ibuk." Ujar wanita itu.
"Sama-sama buk, itu sudah menjadi kewajiban kita selaku manusia untuk saling tolong menolong." Tukas Andi.
Setelah itu, wanita tua itu beranjak bangkit dan berdiri lalu perlahan kakinya melangkah meninggalkan Andi.
Andi hanya menatap kepergiannya dengan tatapan yang penuh iba, rasanya ingin memberikan sedikit uang, lalu Andi bangkit dan mengejar wanita itu.
"Buk..Ibuk tunggu dulu." Panggil Andi.
Wanita tua itupun berhenti lalu membalikan mukanya ke arah Andi yang lagi berjalan mendekatinya.
"Iya nak ada apa?." Tanya nya.
"Ibuk pulangnya kemana?." Andi balik bertanya.
"Tempat tinggal ibuk ada di mana-mana nak." Jawabnya.
Andi sedikit bengong dengan jaawaban wanita tua itu.
"Maksud ibuk, rumah ibuk banyak gitu." Tukas Andi.
"Dunia ini adalah tempat tinggal ibuk nak, dan dari tanah ini ibuk di lahirkan dan di tanah ini pula ibuk kembali." Timpalnya.
"Kalau ibuk tidak keberatan, ini ada sedikit uang buat bekal ibuk nanti di perjalanan, terimalah buk." Ujar Andi.
Wanita itu tersenyum tipis dengan netranya yang meredup memandang Andi dengan intens.
"Tidak usah nak, itu buat bekal kamu dalam perjalananmu." Ujar Wanita itu menolak.
"Tenanglah Buk, aku masih ada sisa uang, ambilah buk aku akan merasa bahagia bila ibuk mau menerima pemberianku." Tutur Andi.
__ADS_1
"Baiklah kalau kamu memaksa, ibuk terima, sungguh mulia hatimu nak, ibuk doakan semoga apa yang sedang kamu cari secepatnya akan ketemu." Ujar wanita tua itu sambil meraih uang dari huluran tangan Andi.
Andi merasa heran dengan perkta'an terakhir dari wanita tua itu, sejenak Andi menunduk wajahnya ke bumi sambil bergumam dalam hati.
"Lha ko si ibuk bisa tau kalau aku lagi mencari ibuku." Batin Andi.
Lalu Andi mengangkat kan lagi kepalanya, berniat mau bertanya pada wanita tua itu, kenapa bisa tau bahwa dirinya lagi dalam perjalanan mencari ibuknya.
Begitu Andi memandang ke arah di mana wanita tua itu ada di hadapannya tiba-tiba cuma ruang kosong yang Andi lihat.
"Lhoo kemana si ibuk, Buuk Buk, Ibuuuk.." Panggil Andi sambil celingukan ke kanan kekiri, depan dan belakang tapi yang di cari tidak ada.
"Aneh, hanya cuma beberapa detik aku merunduk, si ibuk sudah tidak ada di hadapanku, manusia apa hantu ya, benar-benar tidak masuk akal." Gerutu Andi bermonolog.
Lalu Andi membalikan badannya mau menuju pada si Gery, tapi baru saja ia mengayunkan kaki kirinya, tiba-tiba ada suara yang begema.
"Anak muda berjalan lah kamu terus ke timur, nanti kamu akan menemukan apa yang kau cari." Gema suara tanpak wujud telah begeming di telinga Andi.
Andi tersontak kaget, lalu berkata.
"Siapa anda, apakah si ibuk tadi." Ucap Andi.
"Aku adalah hartamu yang tadi kau berikan pada seorang wanita tua itu, dan akan menjagamu dari segala mara bahaya dan akan terus bersamamu selama kau terus berbuat kebajikan." Jawab suara yang bergema tanpak wujud tersebut.
Andi pun langsung bergegas melangkah memburu pada si Gery dan motor Rx kingnya.
Setiba di tempat nampak si geri lagi merebahkan badannya di atas bumi di bawah motor, dengan matanya yang terpejam dengan kaki depannya di pakai buat mengganjal kepalanya.
Andi tersenyum tipis, sambil memandang pada si Gery yang nampak lagi terlelap tidur
"Kasihan juga kau Gery pasti cape, ya sudah teruskanlah tidurmu kawan, aku gak mungkin mengganggu kenyamananmu." Gerutu Andi sambil menurunkan bokongnya lalu duduk di atas trotoar dan bersandar pada motor, semilir angin sepoi-sepoi menerpa wajah Andi yang nampak lelah.
Perlahan kedua netranya tertutup rapat yang akhirnya Andipun ikut tertidur, tubuhnya di sandar kan pada motor.
Sedangkan lalu lalang orang-orang banyak yang menolehkan pandangannya pada Andi dan se ekor binatang yang lagi tertidur dengan pulasnya.
"Buset itu orang dan piara'annya, sampai pulas amat tidurnya." Gerutu orang-orang yang melintas di depannya Andi.
"Siapa dia, seperti nya aku baru lihat tampang orang ini." Ujar temannya.
"Ya tidak enak gimana tiduran di bawah pohon mangga yang riuh, di kipasi oleh angin sepoi-sepoi." Tukasnya yang lain.
"Kita gangguin yo." Ajaknya keluar dengan sipat jailnya.
"Jangan lah kasihan, mungkin pemuda itu kelelahan,biarkanlah pemuda itu melepaskan lelahnya." Tegur salah satu temannya.
__ADS_1
Berisiknya suara orang-orang itu, tertangkap oleh indra pangrungunya si Gery, sambil replek bangun, karena naluri binatang itu lebih peka akan suara-suara yang mengusik ke tenangannya.
GOK Goook gook gok...
Si Gery mrnggonggong dengan suaranya yang keras, Andi pun sepontan kaget lalu bergerak dan membuka matanya.
"Gery ada apa." Ujar Andi menatap pada si Gery yang lagi mentapa liar ke depan.
Lalu Andi pun menoleh kearah depannya, nampak orang-orang lagi berdiri menonton dirinya.
"Eeh banyak orang, ma'af mas ada apa ini?." Tanya Andi.
Lalu salah satu lelaki berambut gonrong dengan di ikat berkata.
"Eh kamu kenapa sampai tiduran di pinggir jalan begini?." Bertanya.
"Ma'af mas kalau tadi aku mengganggu kenyamanan suasana di jalan ini, tadi aku ngantuk banget." Ujar Andi.
"Kamu orang mana?." Tanya si gondrong.
"Aku orang Gang Si'iran." Jawab Andi.
"Ooh jadi kamu anak Gang Si'iran." Ujarnya sambil bengong.
"Emang kalian tau dengan Gang Si'iran?." Tanya Andi.
"Ya tau atuh, Gang Si'iran itu tak ubah seperti cerita sejarah di kota ini, apalagi dengan para jawaranya yang terkenal." Ujarnya.
"Ooh gitu ya." Tukas Andi.
Lalu Andi beranjak bangun, berniat mau melanjutkan lagi perjalanannya, tapi salah satu lelaki yang sebrlumnya mengjak temannya mau menjaili Andi, maju menghmapiri Andi dan berkata.
"Kalau emang kamu anak Gang Si'iran, pasti kamu jago bela diri dong." Tukasnya.
"Tidak semua kang, orang di Gang si'iran bisa bela diri, termasuk aku sendiri tidak bisa bela diri." Sahut Andi merendahkan dirinya.
"Ah pasti kamu bohong." Desaknya memaksa.
Se Gery binatang yang tau pada sipat dan karakter manusia tentang baik buruknya sebuah prilaku, seketika itu pula langsung melompat menerjang pria tersebut dengan menggigit tangannya sebagai peringatan.
Sepontan Andi langdung berteriak, meminta pada Si Gery untuk melepaskan cengkramannya.
"Gery lepasin." Teriak Andi.
Si Gery pun langsung melepaskan cengkramannya sambil melompat mundur.
__ADS_1