
Setelah Kamal dan Pak Rt sudah mendonorkan darahnya pada Jaroni, mereka lagsung kembali ke tempat di mana Sapitri, Andi dan konta berada.
Singkat cerita.
Jaroni kini telah selesai oprasinya denngan banyak jaitan di tubuhnya, dan ada beerapa urat jaroni yang terputus kemungkinan besar Jaroni akan ada perubahan dalam kondisi tubuhnya, atau tidak normal seratus persen.
Itu tergantung dengan kondisi pisiknya Jaroni/kata Dokter.
Jaroni pun sudah di pindahkan ke ruang rawat inap, guna menjalani perawatan sampai benar-brnar pulih.
Sementara Andi, sangat geram dengan kejadian yang menimpa pada Jatoni.
Yang pastinya para pelaku itu ada maksud-maksud lain mendatangi rumajnya, kemungkinan besar ada maksud tidak baik terhadap keluarganya.
Karena aksinya merasa di gagalkan oleh Jaroni, sehingga Jaroni menjadi sasaran dari targetnya yang gagal.
Di hari sabtu.
Pukul 06:00
Andi mengelurakan motornya dan di panasin, lalu melangkah mendekati kerangkeng tempat si Gery, si Gery menggonggong mengucapkan selamat pagi sambil menggerak-gerakan ekornya.
Kumudian tangan Andi meraih sebuah bungkusan kantong plastik dari atas rak-rakan di samping kerangkengnya si Gery.
"Sekarang kamu makan yang banyak, karena kita akan berpetualang mencati pelaku penganiaya'an terhadap Paman Jaroni." Ujar Andi sambil membuka bungkusan plastik dan di berikan pada si Gery.
Si Gery pun langsung menyantap makanan kesuka'annya satu persatu.
Selepas itu.
Andi langsung melangkah menaiki motornya, dan memerintahkan si Gery untuk naik dan duduk di belakangnya.
Si Gery pun langsung melompat naik dan duduk di jok belakangnya Andi yang sudah di kasih batasan sebuah piber agar si Gery tidak bisa bersentuhan dengan dirinya.
Setelah itu Andi langsung melajukan motornya keluar dari halaman rumahnya.
Motor Yamaha Rx king cobra melaju di sepanjang jalan Gang Si'iran.
Dengan barang bukti sebuah senjata rahasia bintang besi yang terukir se ekor naga, Andi bawa buat mempermudah pencariannya.
__ADS_1
"Hutang darah harus di bayar darah." Gumam Andi dalam hati.
Setiap perguruan yang beralirkan Ninja Andi datangi , tapi tidak ada satupun yang kenal dengan senjata itu.
Dan terakhir Andi mendatangi pergurruan Samurai Yang di pimpin oleh master Ninja berkebangsa'an jepang, yang sudah pandai menguasai bahasa indonesia dengan baik dan benar.
Suhu Ajiato merupakan guru besar, dari perguruan aliran Ninja yang terakhir Andi datangi.
Andi dan suhu Ajiato duduk di sebuah bangku saling berhadapan, sementara si Gery menunggu dusuk di jok motor bagian belakang.
Ajiato lalu mulaielemparkan pertanya'annya pada Andi, maksud dan tujuannya datang keperguruan Samurai.
"Apa tujuan Anda datang ke sini anak muda?." Tanya Ajiato.
"pertama-tama kenalkan dulu, nama ku Anndi Nayaka." Ujar Andi sambil memperkenalkan dirinya.
"Terima kasih nak Andi, dan Nama saya Ajiato." Balas sang master Ninja Ajiato.
Kemudian Andi menceritakan kejadian yang sudah menimpa pada Jaroni, dan sebuah Senjata rahasia ciri khas dari pasukan Ninja, Andi perlihatkan.
Ajiato menatap senjata itu, lalu raut wajahnya nampak memerah, nampak terlihat dari kulit mukanya yang putih, berubah drastis ketika mrluhat sebuah senjata yang Andi perlihatkan.
"Maksud Tuan Ajiato?." Tanya Andi.
"Begini nak Andi, sebelum perguruan ini berkembang pesat, saya pernah mengangkat tiga murid dua berdarah asli Jepang dan yang satu warga negara sini, saya ajarkan ilmu bela diri sampai ke jurus paling berbahaya. Ketiga murid saya itu dangat cerdas dan bisa mengusai setiap jurus yang saya ajarkan. Hingga di suatu hari mereka pamit untuk mengembangkan nama besar perguruan ini katanya.
Tapi kepergian mereka itu ternyata telah mencuri buku yang saya simpan di tempat yang tidak tersentuh oleh manusia. Dan senjata yang kau bawa itu mrmang itu ciri dari perguruan ini." Ungkap Ajiato panjang lebar sambil membasahi tenggorokannya dengan secangkir kopi.
"Lalu mereka bertiga di mana, barang kali Tuan Ajiato tahu?." Tanya Andi.
"Saya pernah dengar mereka sering di sewa oleh para usahawa'an atau pembisnis dunia mavia sebagai pembunuh bayaran dengan bayaran yang sangat mahal
"Saya ingin membuat perhitungan Tuan sama mereka, yang sudah hampir menghilangkan nyawa orang." Ujar Andi.
"Kalau begitu yang menjadi lawan mereka, bukanlah orang sembarangan." Tukas Ajiato.
"Iya Tuan Ajiato, paman Jaroni merupakan pesilat yang tangguh, tapi karena di gempur oleh tiga orang yang kepandaiannya begitu hebat, sekuat dan sehebat apapun tingkat bela diri seseorang bila terus-terusan di gempur oleh Lawan yang lebih dari satu, apalagi yang menjadi lawannya para petarung hebat akhirnya kalah juga." Ujar Andi.
"Iya kamu benar Andi, apalagi ke tiga anak didik saya yang murtad itu telah menguasai bela diri Ninja yang sangat sempurna."
__ADS_1
"Kiranya tuan Ajiato tahu krberada'an mereka dimana." Tukas Andi.
"Mereka selalu hidul berpindah-pindah dari satu kota ke kota lain, kemingkinan besar sekarang lagi berada di wilayah kota ini." Ujar Ajiato.
"Baiklah kalau begitu saya pamit Tuan, mau mencari mereka dan mengungkap siapa dalang di balik ini semua." Ujar Andi.
"Iya nak Andi saya doakan semoga kamu bisa menemukan mereka, tapi kamu tetap harus hati-hati pada mereka." Pesan Ajiato.
"Baik Tuan." Tukas Andi sembari beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju pada sepeda motornya.
Setelah Andi menyalakan sepeda motornya, ia pun langsung tarik gas, motorpun melaju meninggalkan perguruan Ninja merah.
Dengan membawa si Gery kemungkinan Andi bisa dengan mudah melacak keberada'an tiga pelaku penyerangan terhadap Jaroni, melalui senjata rahasia bintang besi.
Andi memperkenalkan senjata itu pada si Gery untuk di pelajari melalui bau dari keringat orang yang menggunakan senjata tersebut.
Si Gery pun sudah menangkap bau itu dan di simpan di dalam memory instingnya yang tajam, meski jarak yang sangat jauh si Gery pasti bisa mencium bau itu yang di sampaikan oleh udara.
Setiap tempat yang rawan andi lewati tapi si Gery tidak beteaksi apa-apa.
Ketika Andi melewatai Jalan Pepaya, si Gery nampak terperanjat dan menggonggong, Andi pun mrnghentikam laju kendara'annya.
"Kamu mencium keberada'an mereka Gery?." Tanya Andi.
Si Gery hanya mendengus-denguskan hidungnya, seperti lagi memastikan penciumannya.
Dan setelah itu si Gery pun melompat dan berlari menyebrangi jalan.
Andi pun langsung menstandarkan motornya, lalu ikut mengejar di Ger.
Si Gery berlari menerobos wilayah perkebunan, Andi terus berlari mengikutinya.
Daya penciuman dan instingnya si Gery memang sangat tajam, semakin kuat si gery menangkap bau yang di perkenalkan oleh Andi, semakin cepat pula Binatang itu berlari.
Andi pun begitu kesulitan mengikuti se Gery yang berlari menerobos Semak belukar
Setelah melewati sebuah perkebunan nampak ada sebuah bangunan dari kayu yang hampir menyerupai sebuah pila.
Si Gery terus memasang daya penciumnya dan mencari titik yang di carinya ada di mana?.
__ADS_1