Andi Nayaka Titisan Si kidal

Andi Nayaka Titisan Si kidal
Eps 27 Bunga-Bunga Jalanan.


__ADS_3

Si Gery pun langsung melepaskan cengkraman, ke tika Andi berteriak meminta pada si Gery untuk melepaskan gigitannya.


"Ma'af ya Bang kalau piaraan saya kadang suka nakal, tapi tidak abang tidak apa-apa kan." Ujar Andi.


"Tidak apa-apa gimana, ini gue sakit tau." Ujarnya.


"Saya tau si Gery cuma memberi peringatan doang, andaikan tangan abang terluka pasti alan saya obatin." Tukas Andi.


"Ya sudah sekarang gue minta duitnya saja untuk mengobti tangan gue." Desaknya.


"Oke, tapi coba saya lihat apa benar tangan abang terluka." Pinta Andi.


"Anak ingusan di bilangin tangan gue sakit, malah ngeyel." Ujarmya.


"Bukan ngeyel, tapi saya pingin lihat, abang jangan kuatir andaikan tangan abang terluka si Gery tidak mengandung rabies, karena setiap bulan saya selalu bawa ke Dokter hewan." Jelas Andi.


"Sini cepetan gue minta untuk berobat, kalau enggak gue akan bunuh binatang piara'anmu itu." Hardiknya.


"Ko abang jadi kasar begitu sih, kan saya cuma pingin lihat apa salahnya, berarti abang mau memeras saya." Timpal Andi.


"Bangsat juga kau bocah, rupanya lo' harus gue kasih pelajaran." Ujarnya terpancing emosi.


Si Gery meronta-ronta ingin melompat ke arah pria yang rese itu.


Gok gok gok gok..


"Apa lo' dasar binatang, sini maju gue bunuh." Bentaknya pada si Gery.


"Heh bang, abang jangan kasar pada Gery, meski dia binatang tapi dia juga sama makluk cipta'an tuhan." Celoteh Andi.


"Apa lo' tidak terima hah." Ujarnya sambil merundukan badannya lalu meraih batu sebesar kepalan tangan dan di lemparkan pada si Gery.


Tapi si gery adalah binatang yang terlatih, ke tika batu itu melayang mau menghantam kepalanya, Gery langsung melompat kesamping menghindari batu tersebut.


Andi pun mulai terpancing emosinya, nampak di paras mukanya yang putih bersih, kini berubah menjadi merah seperti besi baja yang terbakar.


"Hentikan Bang, jangan pancing si Gery berbuat kasar pada abang, atau abang akan menyesal." Gertak Andi.


"Oowhh..Bocah kemarin sore sudah berani mengancam gue rupanya." Ujarnya sambil melangkah mendekati Andi, lalu kedua tangannya menjambah kerah baju jaketnya Andi.


"Apa-apa'an sih Bang, lepasin, jangan paksa gua berbuat kasar pada abang." Tukas Andi sambil memasukan kedua tangannya ke celah kedua tangan lelaki itu yang lagi menjambah kerah jaketnya Andi.


Hanya sekali godot saja kedua tangan lelaki itu terlepas.


Lalu Andi bersiaga sambil merapikan kerah bajunya yang kusut semrawut.


"Gile besar juga tenaga anak ini." Batinnya.


"Owh hebat, rupanya lo' bocah punya nyali juga, dan sudah berani nantangin gue." Ujarnya berlaga seperti jagoan.


"Gua tidak merasa menantang abang, tapi kalau abang akan berbuat jahat pada gua, terpaksa gua ladeni." Tukas Andi dengan tenangnya.

__ADS_1


Andi yang matanya mulai liar terpasang, bersiap siaga untuk anti sipasi pada bahaya yang akan mengancam.


"Bangsat, ku habisi kau bocah." Serunya.


Kemudian lelaki itu langsung melompat menerjang pada Andi dengan mengirimkan tendangan.


Andi hanya menggeserkan kakinya ke samping, dan tendangan lelaki itu akhirnya makan ruang kosong.


Plooooooosss..


Serangannya tidak membuahkan hasil, dan lelaki itu tidak menyerah begitu saja, ia langsung menggempur Andi dengan pukulannya.


Whess wheess.....


Andi cuma tersenyum melihat bela diri alay dari lelaki itu sembari berkelit menghindari serangan dari lelaki itu.


"Heh Bang itu Bela diri dari mana sih Bang, rasanya gua baru kali ini melihatnya." Ejek Andi.


"Kurang ajar, jangan sombong kau bocah." Bentaknya.


Lelaki itu langsung menerjang lagi Andi dengan pukulan dan tendangaannya.


Andi cuma mengkaper dengan tangan kirinya, lalu pukulan tangan kanan Andi melesat masuk ke ulu hati lelaki itu.


Buuuukkkk


Deasss...


Lalu Andi berkata memberi tawaran pada lelaki tersebut.


"Ayo Bang, mau di lanjut apa cukup tuntas sampai di sini saja."Ujar Andi.


Lelaki itu hanya gereget menahan amarahnya, napsu besar kemampuan tidak ada, cukup di pendam saja sambil memandang Andi penuh rasa dendam.


"Ya sudah kalau begitu, ma'af ya semuanya, kalau kedatangan ku di sini mengganggu kenyamnan kalian, saya pergi dulu Assalam mu'alaikum." Ujar Andi sambil menaiki motornya, lalu di nyalakan.


"Ayo Gery kita lanjutkan lagi pengembara'an kita." Ajak Andi pada si Gery.


Gok gok gok gok.


Si Gery menjawab dengan gonggongan.


Andi lansung menarik gasnya, perlahan motor melaju meninggalkan tempat itu, sedangkan lelaki yang tadi sempat menyerang Andi, masih memegang perutnya yang terasa sakit akibat pukulan Andi.


"Buset dah anak itu sangat hebat, di usia yang masih relatip muda sudah sehebat itu." Gerutunya.


"Lagian,, kamu sih terlalu menganggap enteng, dan usil orang lagi asik tidur malah kamu usik, anak-anak Gang Si'iran hampir semua jago bela diri." Celoteh temannya mengingatkan.


Sedangkan yang lagi di bicarakannya sudah melaju dengan kencang menuju timur kota parahiangan.


Andi Nayaka sosok pemuda tampan berkulit putih bersih, harus berkelana meninggalkan sanak saudaranya demi menemukan ibunda tercintanya.

__ADS_1


Pukul 16:00.


Andi telah tiba di pusat kota, kota yang penuh dengan kekerasan, kejahatan yang selalu bermunculan di setiap sudut-sudut kota, membuat Andi harus lebih waspada apalagi dirinya yang belum berpengalaman dan belum tau selak beluk kehidupan di pusat kota.


Ketika Andi lagi melaju kendara'annya dengan tidak terlalu kencang, sayup-sayup dari kejauhan terdengar teriakan orang-orang..


"Jamret, jamret jamret."


Begitu sayup-sayup suara yang bergeming di telinga Andi sambil celingukan kesana kemari, lalu berbisik pada si gery binatang piaraannya.


"Gery coba kamu pasang insting kamu, kira-kira di mana pelaku jamret tersebut." Bisik Andi pada si Gery.


Si Gery seperti mengerti akan ujaran Andi, dengan kedua matanya yang liar mencari sambil mendenguskan daya ciumnya yang tajam.


Tiba-tiba si Gery langsung melompat dan berlari sambil mengonggong keras.


Andi pun langsung melompat dari motornya berlari mengejar si Gery.


Nampak terlihat oleh Andi dua orang lelaki berpakain kaos dengan di lapisi oleh rompi lagi berlari.


"Itu Gery jamretnya." Teriak Andi berlari kencang yang beriringan dengan si Gery.


Kedua orang jamret nampak terlihat berlari begitu kencang memasuki jalan Gang lalu mereka melompati pagar ketika jalan yang mereka tempuh mentok sebuah pagar.


Jleng jleng jleng jleng.


Dua bayangan begitu sangat engtengnya melompati pagar yang lumayan cukup tinggi yang di ikuti oleh Andi dan si Gery.


.


"Woiii, berhenti..." Teriak Andi.


Gok gok gok gok...


Gonggongan si Gery begitu kencang, se olah menggetarkan jantung dari kedua jamret tersebut.


Ketika Jarak antara Andi dan kedua jamret itu dudah sangat dekat, Andi dan si Gery langsung melesat dengan gerakan kuda terbang.


Buuuukkk..


Satu tendangan Andi langsung mengenai punggung dari salah satu jamret tersebut, dan si gery pun tidak kalah gesitnya,di saat yang bersama'an sudah berhasil mencengkram kaki kanan jamret itu dengan giginya yang kuat.


"Woi lepasin, dasar binatang, ku hajar lo.* Teriaknya sambil mengayunkan tinjunya ke arah moncong di Gery.


Tapi si Gery tidak tetap semakin kuat cengkramannya, sambil menariknya, dan orang itu harus jingkrak-jingkrak berjalan sebelah.


Sementara Andi yang berhasil menendang punggung jamret itu, langsung berdiri sambil berkata.


.......................


Nantikan di episode selanjutnya.

__ADS_1


Terima kasih atas dukungannya, salam sehat dan sukses selalu.


__ADS_2