
Tiga hari kemudian
Andi beserta para famili Gang Si'iran mencari impormasi tentang kerusuhan yang mengakibatkan banyak orang yang mengalami ke rugian.
Akhirnya telah menemukan titik terang, ternyata sumber masalah ruksaknya bengkel Andi, ada sebagian kelompok yang telah memanpa'atkan suasana, yang datangnya bukan dari para preman yang selalu bikin gaduh suasana kota.
Melainkan dari sebagian kelompok yang telah menyimpan dendam pada Andi selama bertahun-tahun.
Geng laba-laba yang leadernya salah satu musuh Andi, yang telah keluar dari penjara, dengan kasusnya Tujuh tahun yang lalu.
Ketika terjadi kerusuhan, Geng laba-ĺaba kini bikin ulah dengn motif dendam pribadinya yang belum terbalaskan.
Meruksak Bengkel dan Toko spare part milik Andi, ia melakukan itu, pikirnya tidak akan di ketahui, se akan-akan bukan kelompoknya yang bikin itu semua.
Mereka tidak tau bahwa bengkel yang di ruksaknya adalah bengkel kenangan para famili Gang Si'iran, sudah barang tentu para famili Gang Si'iran merasa di lecehkan dan di injak-injak, karena mendiangnya Nandi Suryaman adalah sosok legenda yang telah mengangkat derajad para sahabatnya hingga menjadi orang yang berguna.
Setelah mengetahui keberada'an markasnya Geng Laba-laba, Andi dan para famili Gang Si'iran langsung melaju untuk menyerang markas mereka.
Pukul 08:00 pagi.
Mereka telah menyatroni markas laba-laba, di sa'at ratusan dari Anggota laba-laba lagi asik tertidur setelah malam harinya mereka selalu ke liling mencari kesenangan hidupnya.
Andi, Abeng, Erik dan Konta serta enam Jawara para famili Gang Si'iran telah memasuki sarang mereka dengan rapi.
Toglo dan Jaroni telah mempersiapkan satu drigen bahan bakar, lalu di tuangkan memutari ruangan yang sangat luas pada sebuah bangunan proyek apartemen yang bangkrut.
Toglo yang dulu di kenal sebagai anak sableng, kejam dan bringas, kini darah nya mendidih ingin membuat perhitungan pada mereka yang telah menginjak-nginjak harga diri Nandi dan para famili Gang Si'iran.
Setelah isi bahan bakar dalam drigen itu abis, jaroni langsung menyalakan sebuah korek gas.
Duuussss...
Api langsung menyala besar membentuk lingkaran.
Karena dengan cara itu Toglo bisa dengan leluasa menghabisi mereka tanpak ada yang kabur.
Bertarung di tengah-tengah lingkaran api, itu yang toglo rencanakan.
Setelah api membesar mengelilingi mereka yang tertidur.
Satu persatu dari anggota Geng laba-laba terbangun, dan langsung terperanjat.
Mereka belum mengetahui adanya Andi, Abeng, Erik, Konta dan para famili Gang Si'iran, yang lagi berdiri di tengah-tengah lingkaran api.
__ADS_1
kni mereka langsung berdiri, dengan jiwa dan hati mulai panik, dari mana asal nya api tersebut.
Sontak saja mereka kaget ke tika netranya memandang pada sepuluh orang lagi berdiri dengan gagahnya seperti menantang.
Sang Leader dari Geng Laba-laba, Perlahan berdiri dengan kedua netranya memandang pada kesepuluh orang tersebut yang tak lain adalah Andi dan para famili Gang Si'iran.
Sang leader laba-laba yang tak lain adalah musuh kebuyutannya Andi.
Dude Hendarto, yang merupakan sang leader dari Geng Laba-laba, yang tidak ada kapok-kapoknya bikin masalah sama Andi.
Kemudian Andi melangkah kakinya tiga langkah, dengan dorot matanya yang tajam, terdorong oleh napsu dan amarahnya.
"Heh iblis maju sini, kenapa lo' dan antek-antek lo sampai menghancurkan bengkel gua, Ayo jawab bangsat." Bentak Andi.
Sementara api yang menyala melingkar mengurungi Para famili Gang Si'iran dan kelompok laba-laba.
Dude tertawa yipis sambil menyinggingkan kedua bibirnya berkata.
"Heh Andi jangan sembarang nuduh lo." Ujarnya.
"Dasar pengecut, gua gak sembarangan nuduh, kalau gua gak punya bukti yang kuat, dasar anjing kolong nih barang bukti dari kalian, ujar Andi sambil mrlemparkan kalung laba-laba pada Dude.
Dude yang merasa kubunya berjumlah lebih banyak sepuluh kali lipat dari jumlah yang Andi bawa, merasa angkuh bahwa dirnya akan lebih unggul bila melakukan perang.
Toglo dan Jafoni serta yang lainnya yang dudah tidak tahan dengan leluconnya Dude sangat geram.
"Serbu tikus masih kurang bila berhadapan dengan sepuluh harimau." Hardik Toglo.
Dude dan anggotanya tertawa terbahak, merasa lucu dengan ujarannya Toglo.
"Hahahaha, heh para orang tua renta, mendingan kalian pulang, urus anak binimu dari pada nanti para istri-istri kalian menangisi kalian." Cerca Dude merasa senang.
"Anjing keparat."
Wheesss....
Toglo melemparkan Drigen kosong bekas bahan bakar pada Dude bersama'an dengan melesatnya tubuh gempal menerjang Dude.
"Itu bagian saya Paman." Teriak Andi padaToglo.
Tapi Toglo tidak menghiraukan teriakannya Andi.
Perkelahiannpun tidak bisa lagi di hindari.
__ADS_1
Kamal, Pandi, Hasan, Gito dan Jaroni bergerak crpat dan ganas sekali.
Walaupun tubuh mereka sudah termakan oleh usia, tapi gerakan-gerakannya masih nampak terlihat gesit dan brutal, apalagi mengingat harga diri mendiang sahabatnya telah di injak-injak oleh anak kemarin sore.
Jiwa bertarungnya kini bangkit lagi, dalam menghantam, memukul, menendang.
Para petarung jalanan Gang Si'iran, tidak bisa di anggap sepele, meski kalah jumlah yang berlipat-lipat.
Nyatanya sudah banyak anggota laba-laba yang terpental menimpa api yang masih menyala.
Peratarungan yang sangat sadis dan brutal, yang terjadi di hari itu.
Jerit kesakitan dari anggota laba-laba, yang telah mengalami luka yang cukup serius, patah tulang, luka memar ada pula yang kepala robek, di bantingkan pada lantai coran yang keras, amukan dari para fili Gang Si'iran yang sangat brutal.
Sedangkan Dude sendiri, yang bertarung melawan Toglo, yang sebelumnya telah menganggap remeh, sekarang Dude bisa merasakan sendiri dari keganasan dan ke brutalan Toglo.
Beberapa kali Dude terjatuh, dan di bantingkan oleh Toglo.
Tapi Dude masih bisa bertahan, walau beberapa kali kena bantingan, rupanya Dude sudah banyak kemajuan dalam ilmu daya tahan tubuhnya.
Toglopun sempat keheranan dan mengagumi pada daya tahan tubuhnya Dude yang begitu kuat.
Merasa dirinya di tantang dan di lecehkan, akhirnya Toglo melompat ke udara di sa'at Dude terhuyung menahan keseimbangannya.
Sebuah pukulan cepat dan berbobot terpaksa Toglo keluarkan.
Pukulan Tinju Bumi.
Melesat dan menghantam wajah Dude Hendarto.
Hiuuuukkkk...
Jebroooddd...
Auuuuuuggghhhh.
Dude terpental menjerit kesakitan.
Ibarat pepatah bilang sudah jatuh ketiban tangga, persis yang Dude alami, tubuhnya jatuh menimpa api yang masih menyala meski apinya sudah mulai mengecil, tapi yang Dude rasakan seperti terbakar oleh panasnya api dari sebuah peleburan besi.
Mungkin karena sakit yang Dude rasakan dari pukulan Tinju Bumi miliknya Toglo.
Di sa'at tubuh Dude menggelepar seperti mau melepaskan nyawanya, Andi melompat sambil menendang tubuh Dude keluar dari api tersebut.
__ADS_1
Walaupun begitu Andi masih punya rasa iba, melihat tubuh Dude di ***** api.