
Banyak orang-orang yang memosting penomena alam yang jarang terjadi di selatan kota.
Di sodial media, facebook, IG, Twiter, Whatssap dan lain-lain.
Ramai setatus orang-orang dengan pelangi setelah hujan yang terjadi di sore hari.
Bengkel dan Toko serta Distributor yang di kelola oleh Astuti di jalan ketupat, menjadi pusat berkerumun orang-orang yang memposting Pelangi tersebut.
Selepas itu oran-orang pada bubar, kembali melajukan lagi kendara'annya masing-masing.
Kini tinggal Gito, Andi dan tiga pegawainya, Astuti Nina dan Pandi sudah mulai melajukan mobilnya.
Gito dan Andi masih sibuk membereskan alat-alat di masukin kedalam, dan menutup pintu rolling door rapat-rapat yang di kencang kan oleh dua buah kunci gembok dengan sebuah kode rahasia.
Selepas itu Andi dan Gito melajukan motor Yamaha Rx kingnya.
"Pak Rojak, pak Nandar kita duluan ya." Pamit Andi dan Gito pada kedua Security.
"Iya Bos, hati-hati." Jawabnya.
"Iya Pak, terima kasih."
Setelah itu Andi dan Gito melaju di atas aspal yang basah Jalan Ketupat.
Jalan yang lebar dan halus oleh Aspal tebal membuat ke dua pengguna jalan itu melaju dengan kencang.
Di famili Gang Si'iran dulu ada dua joki yang skillnya sangat hebat yaitu Nandi dan Gito.
ketika melihat Andi melaju dengan kencang, Gito serasa di ingatkan pada almarhum Nandi.
Gito pun langsung menarik gasnya mengejar ketertinggalannya.
"Woww, itu bocah hebat juga skillnya, kalau lagi begini teringat kembali kemasa dulu, bersama ayahnya Andi, Di semoga kau tenang di alam sana, kini gua lagi melihat kehebatan anakmu yang hebatnya sama seperti mu." Batin Gito sembari terus melaju mengejar Andi.
Sepuluh menit kemudian.
Kedua Alap-Alap Gang Si'iran kini telah sampai di play over jalan Delima, lalu berbelok ke kanan, untuk mengambil jalur yang mengarah ke Gang Si'iran.
Tidak lama kemudian keduanya telah sampai di Gang Si'iran, dengan melaju pelan sejajar.
"Wah hebat kamu Andi, Om sampai kelabakan mengejarmu." Celetuk Gito.
"Om juga hebat, Pantesan Om di juluki alap-alap Gang Si'iran." Tukas Andi.
"Julukan itu di berikan pada Almarhum ayahmu." Timpal Gito.
"Tapi om juga kan." Ujar Andi.
__ADS_1
"Emang kamu tau dati mana?." Tanya Goto.
"Dari Paman Hasan dan Paman Toglo." Jawab Andi.
"Oh pantesan."
Setelah jarak tempuh ke rumah sudah tinggal beberapa meter lagi Gito berbelok untuk memasuki gang kecil.
"Kamu gak mampir dulu ke rumah Om." Ujar Gito.
"Iya om terima kasih, nanti kapan-kapan aja, salam ya buat bibi Mira dan anak Om." Tukas Andi.
"Iya nanti Om sampaikan." Sahut Gito terus melaju di Gang kecil yang masih wilayah Gang si'iran.
Sementara Andi melaju lurus di jalan induk Gang Si'iran.
Setibanya di depan rumah, nampak Konta dan Kanti lagi duduk di bangku samping taman, lalu Andi melaju memasuki pintu gerbang dan memarkirkan motornya di halaman.
Sepintas Andi melihat pada sebuah motor Honda supra x 125.
Andi melangkah turun dari motornya, dan berjalan menghampiri pada Konta dan Kanti.
"Eh dek itu motor siapa sih?." Tanya Andi pada Konta.
"Itu tamu abang." Jawab Konta.
"Ia memperkenalkan dirinya bernama Jupri, sekarang lagi ngobrol sama ibuk di ruang tamu." Ujar Konta.
"Oh Bang Jupri, Abang ke dalam dulu ya mau menemui dulu Bang Jupri." Ujar Andi sembari melangkah menuju kedalam rumah.
"Assalam mu'alaikum." Sapa Andi.
Sementara Sindi yang lagi ngobrol sama jupri sambil menunggu Andi pulang menjawab salamnya Andi.
"Wa alaikum salam, itu Andi baru pulang." Jawab Sindi.
Andi pun langsung melangkah masuk ke ruang tamu.
"Wah ada tamu, apa kabarnya bang." Ujar Andi sambil menghulurkan tangannya memberi salam pada Jupri.
"Alhamdulilah kabar baik, baru pulang nih." Tukas Jupri.
"Iya, Bang, sudah lama nunggu?." Tanya Andi.
"Enggak juga."
"Oh iya Buk, ini Bang Jupri yang telah memberi ku tempat, waktu aku sebulan gak pulang kerumah, berkat Bang Juprilah aku bisa tidur nyenyak dan memberi aku pekerjaan." Jelas Andi pada Ibuknya.
__ADS_1
"Oh, terima kasih nak Jupri, Ibuk sebagai ibuknya Andi sangat berterima kasih sekali pada nak Jupri sudah baik pada anak ibuk." Ungkap Sindi.
"Sama-sama Tante, aku melakukan begitu karena aku sama merasakan orang tidak pumya dan berhutang budi pada Andi." Ujar Jupri.
"Hutang Budi apa?." Tanya Sindi.
"Menangkap jamret yang selalu meresahkan warga, berkat Andilah kedua Jamret itu bisa di tangkap." Tukas Jupri.
"Oh begitu, iya jaman sekarang ini, kejahatan selalu bermunculan dengan berbagai macam modus, semoga aja kita selalu di lindungi dari segala mara bahaya." Ujar Sindi.
"Amiiin."
"Ma'af ya nak Jupri ibuk tinggal dulu, lanjutkan ngobrolnya, kamu jangan sungkan-sungkan bila butuh apa-apa tinggal bilang aja sama Andi." Ujar Sindi sembari beranjak dari tempat duduknya, untuk melanjutkan kembali masak yang sempat tertunda.
"Iya terima kasih." Tukas Jupri.
Selepas itu Andi mengajak Jupri untuk ngobrol di luar bersama kedua adik sepupunya.
"Nah ini adik gua Bang." Ujar Andi memperkenalkam Konta dan Kanti pada Jupri.
"Oh iya, tadi gue sempat berkenalan waktu pertama kali gue datang." Ujar Jupri.
"Iya betul Bang Andi, tadi aku dan dek kanti sudah berkenalan duluan." Tukas Konta.,
Sementara ketika Andi dan Jupri serta Konta Kanti lagi asik ngobrol, muncul Toglo mau menyerahkan kunci pintu bengkel.
"Assalam mu'alaikum, wah lagi asik nih." Ucap Toglo sambil memperhatiakn wajahnya Jupri.
"Wa alaikum salam." Sambut Andi Konta dan Kanti serempak menjawab.
"Ini temanmu nak Andi." Tunjuk Toglo pada Jupri.
"Iya Paman, yang waktu itu menolong aku, memberiku tempat tinggal, dan aku sudah menganggap Bang Jupri ini kakak aku." Ujar Andi.
Jupri pun langsung bersalaman dengan Toglo, mengenalkan dirinya.
"Kenalin Paman, aku Jupri temannya Andi." Ujar Jupri.
"Iya iya, terima kasih ya sudah menjadi teman baiknya Andi, dan kamu jangan sungkan-sungkan sering main sini." Ujar Toglo.
"Insa Allah paman, ku akan sering main sini, sekarang kan sudah tau, ternyata di sini menyenangkan, para warganya sangat ramah, padahal kabar yang aku terima, Gang Si'iran terkenal dengan para jawaranya yang sadis." Ungkap Jupri.
"Kata siapa? Nak Jupri, anak Gang Si'iran tidak seperti itu, andaikan sadis, itu pun kalau sama orang-orang jahat aja.
Setelah itu Toglo pun langsung pamit untuk pulang.
Sementara Andi, Jupri, Konta dan Kanti masih asik ngobrol bersenda gurau.
__ADS_1
Dan menceritakan pengalaman hidupnya pada Konta dan Kanti.