Andi Nayaka Titisan Si kidal

Andi Nayaka Titisan Si kidal
Eps 139 Munculnya Rangga.


__ADS_3

Vina duduk di pinggiran trotoar jalan, menunggu kedatangan Andi.


"Ko Andi belum datang juga ya." Batin Vina sambil memandang ke arah jalan yang akan di lalui oleh Andi.


Sepuluh menit Vina duduk di pinggiran trotoar rasanya satu jam.


"Ternyata menunggu itu pekerja'an yang menjengkelkan ya." Gumam Vina.


Lalu lalang kendara'an masih terlihat ramai, di antara banyaknya kendara'an yang melaju, ada sebuah mobil Honda Civic berhenti di belakangnya mobil Vina.


Vina langsung terperanjat kaget, karena ia sangat mengenal sekali dengan mobil yang semerk dengan mobil kepunya'annya.


"Sepertinya itu mobilnya Rangga, mau ngapain dia berhenti, sebaiknya gue ngumpet." Ujar Vina sambil beranjak bangkit dan melangkah ke balik pohon mahuni yang besar yang berdiri di pinggiran jalan.


Vina memperhatikan mobil Honda Civic yang behenti itu, apakah benar si pengemudi mobil tersebut Rangga.


Nampak terlihat oleh Vina, pintu mobil itupun terbuka


Sebuah kaki nampak terlihat melangkah turun dari dalam mobil.


"Benar sekali itu Rangga si lelaki bajingan, mau ngapain dia." Ujar Vina sembari terus memantau se orang lelaki tersebut yang tak lain adalah Rangga mantan suaminya.


Sementara Rangga melangkah mendekati mobil Honda Brio yang Vina Bawa.


"Ini kan mobilnya Pajar, lagi ngapain di sini, bukankah ia di rumah sakit sedang menjemput kematiannya." Gerutu Rangga bermonolog.


Lalu Rangga mengetuk kaca pintu mobil tersebut sambil berteriak memanggil nama Pajar.


Tok


Tok


Tok.


"Pak Pajar, Pak Pajar, lagi ngapain disini, woii, apa anda sudah mati di dalam." Panggil Rangga dengan Lantang.


Vina yang lagi menyelinap di balik pohon mahuni, langsung geram mendengar teriakan Rangga yang memanggil nama ayahnya.


"Dasar lelaki berengsek, tak tau sopan santun, gue mesti kasih pelajaran." Ujar Vina sambil melangkah keluar dari balik pohon.


Vina lalu berjalan perlahan mendekati Rangga, kemudian Vina mendehm.


Ehhmmm...


Sontak saja Rangga terkejut, sambil membalikan badannya.


Rangga terbelalak begitu melihat Vina lagi berdiri, dengan pesona wajahnya yang lebih cantik.


"Owhh..Rupanya kamu yang bawa mobil Ayahmu ini." Ujar Rangga.

__ADS_1


"Iya emangnya kenapa?." Tanya Vina.


"Tidak apa-apa, gue denger-denger perusaha'an orang tuamu perlahan mulai menurun sahamnya, bisa-bisa elo nanti jatuh miskin, gimana kalau kita rujuk kembali, dan hidupmu akan lebih menyenangkan." Tukas Rangga.


Cuiiih...


"Gak sudi, mendingan gue hidup sederhana dari pada harus kembali pada lelaki bajingan macam kamu." Sahut Vina.


"Sombong juga, hidup sudah mau melarat, dan perusaha'an Pajar Arya Wirata yang sebentar lagi akan gulung tikar, masih saja angkuh." Cerca Rangga.


"Gue sombong sama lelaki bajingan kaya loe, itu lebih baik, dari pada elo' hidup serba mewah tapi dari hasil yang tidak baik." Balik Vina menghina.


"Dasar wanita arogan, pantas saja mau menjanda, karena ingin bebas sama lelaki lain." Hujat Rangga.


"Jaga mulut mu Bangsat, bukan kah elo yang doyan sama jablay, ucapanmu itu untuk dirimu sendiri, makanya sering-sering lah cuci mukamu itu biar tau diri." Hardik Vina.


"Kurang ajar, semakin lama semakin ngelunjak juga lo' hah." Tukas Rangga naik vitam.


"Apa? Lo' marah, ayo maju biar ku basuh mukamu dengan darah, dasar Anjing kolong." Ejek Vina.


Rangga semakin geram dengan hujatannya Vina, ia langsung melompat menyerang Vina.


Rangga belum mengetahui bahwa Vina menguasai ilmu bela diri Karate tingkat atas dan pernah meraih juara satu antar pelajar se propinsi.


Rangga terus melakukan serangan demi serangan terhadap Vina, tapi semua itu hanya sia-sia, tubuh Vina tidak bisa di sentuh oleh pukulan dan tendangan Rangga, malah sebaliknya tendangan Vina melesat menghantam tulang rahangnya Rangga.


Andi datang bersama konta dengan membawa brangkas kunci-kunci.


Setiba di tempat Andi dan Konta hanya melotot, lalu Konta berkata pada Andi.


"Ini gimana bang, kita mau betulin mobil apa mau nonton perkelahian." Ujar Konta.


"Dua-duanya, tuh yang punya mobilnya juga lagi olah raga dulu, kita tunggu saja sampai salah satu ada yang cundang." Sahut Andi sambil tersenyum.


"Lhoo..ko abang gak bantuin sih, bukankah itu mbak Vina." Ujar Konta.


"Tidak usah dek, nanti juga Vina bisa mengatasinya." Tukas Andi.


"Okelah kalau begitu, kita duduk aja dulu bang, seru nih, hebat juga ya mbak Vina bela dirinya, biarpun wanita tapi gerakannya terlihat cepat sekali." Ujar Konta.


"Iyalah dia pernah juara satu, kejuara'an antar pelajar." Tukas Andi.


Andi dan Konta lalu duduk manis di pinggiran trotoar sambil menyaksikan perkelahian Vina dan Rangga.


Konta yang orangnya geregetan, sambil memperagakan gerakan, memberi semangat pada Vina.


"Ayo mbak Vina Hajar terus, jadikan peyek lelaki yang jadi lawanmu itu." Teriak Konta.


Sepintas Vina menoleh ke arah samping yang jaraknya kira-kira sepuluh meteran.

__ADS_1


Nampak Andi dan Konta lagi duduk menonton dirinya yang berkelahi.


Rangga pun menautkan pandangannya ke arah pusat suara yang memberi semangat pada Vina, begitu melihat Andi, Rangga langsung geram, seketika itu Rangga langsung menyerang kembali pada Vina.


"Ternyata elo' ada janjian sama si Andi, dasar cewe munafik." Bentak Rangga Sambil mengayunkan bogem mentahnya.


Vina berkelit sambil menarik mundur kaki kiri selangkah, kemudian memutarkan tubuhnya sambil melancarkan tendangan.


Hiiiuuukkk


Bukk


Jeregjeg


Rangga terdorong mundur tiga langkah, dari situ Vina melompat ke udara dengan gerakan yang sangat cepat.


Tidak bisa ter elakan lagi oleh Rangga pukulan beruntun telah menghujani tubuh Rangga, dan di akhiri dengan pukulan cepat yang datang dari bawah menghantan dagunya Rangga.


Aaauuuuggghhhh...


Teriakan histeris dari Rangga mengiringi melayangnya tubuh jatuh menimpa aspal jalan.


Blaaakkk.


Suara tubuh Rangga yang jatuh terlentang tidak berdaya lagi.


Suara tepuk tangan dari konta, telah memecahkan suasana di jalanan.


Kemudian Andi beranjak dari tempat yang ia duduki, dan berjalan menghampiri Vina.


Sementara Rangga yang masih terkapar, di biarkan begitu Saja.


Andi dan Konta langsung mengecek keluhan yang di alami oleh mobil Honda Brio yang Vina kemudi.


Singkat cerita.


Mobil Honda Brio sudah bisa nyala kembali, Vina sangat senang ternyata Andi tidak hanya mahir mesin roda dua, Andi pun ternyata bisa menguasai mesin roda empat.


"Tadi gue ragu mau minta tolong sam Lo', ternyata kamu menguasai juga otomotif mobil." Puji Vina.


"Gua cuma bisa sedikit ko, ya kebetulan aja yang ruksak cuma di bagian yang ringan saja." Ujar Andi.


"Apapun alasanmu, gue sangat berterima kasih sekali sudah di tolong, oh iya ini Konta kan?." Tanya Vina pada Konta.


Konta tersenyum sambil memperkenalkan dirinya.


"Iya kenalin, gua Konta Lugina, putra dari pasangan pak Kamal Lugina dan ibuk Astuti dwi Jayanti." Ujar Konta.


"Oh sangat senang srkali bisa berkenalan denganmu, gue Vina Artiyana." Sahut Vina sambil menyambut huluran tangannya Konta.

__ADS_1


__ADS_2