
Selepas Andi dan Erik berhasil mengalahkan mereka semua.
Kini keduanya keluar dari dalam bangunan tersebut.
Andi dan Erik melompat ke atas pagar tembok yang begitu tinggi, dengan bantuan ostecal yang ada di bawah pagar guna memudahkan lompatannya.
Nampak terlihat begitu entengnya Andi dan Erik melompat dan mendarat di tanah dengan sangat sempurna.
Kemudian mereka berlari memburu pada sepeda motornya yang terparkir di area lapangan rumput.
Setiba di lokasi Andi membetulkan dulu motor Erik di bagian porseneleng nya yang bengkok.
Setelah itu kedua nya langsung menaiki motornya dan di nyalakan.
Lalu mereka pun langsung melajukan kendara'annya meninggalkan tempat itu.
Andi dan Erik menempuh perjalanan yang berbeda arah, Erik ia langsung berangkat ke tempat kerjanya, sedangkan Andi langsung pulang menuju Gang Si'iran.
Setibanya di pertiga'an lampu merah antara jalan angkasa dan jalan mengkudu, Andi di kagetkan dengan Suara yang menegur sapanya.
"Haiii.. An." Sapa Suara di sampingnya Andi.
Andi lalu celingukan mencari suara yang menyapanya itu.
Ketika pandangannya mengarah pada sebuah mobil Honda Civic warna merah menyala, Andi menatap pada sosok wanita cantik dari balik kaca jendela mobil lagi tersenyum menatapnya.
"Hai Vin...apa kabar?." Tanya Andi bersikap biasa-biasa saja.
"Kabar ku, Alhamdulilah baik, gimana kabarmu apa kamu sudah menikah dengan gadis cantik itu?." Tanya Vina.
"Gadis yang mana." Tukas Andi.
"Ya emangnya ada berapa gadis dalam hidupmu?." Tanya Vina.
"Rara maksudmu?." Jawab Andi balik bertanya.
"Oh jadi gadis itu namanya Rara, selamat ya An, semoga elo gak kaya gue." Ujar Vina.
"Memangnya elo kenapa Vin?." Tanya Andi.
"Ma'afin gue dan sikap mama gue, sekarang gue sudah menjanda An." Ujar Vina.
"Lhoo ko bisa." Tukas Andi sedikit kaget.
__ADS_1
"Iya mungkin sudah nasib gue An, harus mengalami pahitnya hidup, dan mungkin pula karma bagi gue yang sudah berkhianat sama elo'." Ungkap Vina.
"Elo' yang sabar ya, anggap aja apa yang sudah elo alami sebagai pelajaran hidup, gua cabut dulu ya dan lampu sudah berwarna hijau nih." Timpal.Andi buru-buru.
"Iya An, hati-hati." Ujar Vina yang masih menyimpan rasa pada Andi sambil memandang punggung Andi yang sudah melaju meninggalkannya.
"Kenapa sekarang wajah Andi selalu muncul di benaku dan selalu mengganggu pikiranku, mungkinkah kita akan bersama lagi An, tapi sepertinya tidak mungkin, Andi sudah bersama Rara gadis cantik yang baik hati, dan aku tau karakter Andi yang tidak gampang jatuh hati pada wanita lain." Lanjut Vina bermonolog.
Sedangkan Andi sendiri sudah tidak nampak lagi di pandangan Vina.
Andi kini telah sampai di pertiga'an jalan Delima yang mau mengarah pada Gang Si'iran.
Lalu Andi membelokan setang motornya ke kiri memasuki kawasan Gang Si'iran.
Tidak lama kemudian Andi telah sampai di bengkelnya tepat di mana para pekerja sudah melakukan aktip vitasnya.
Kemudian Andi melangkah turun dari motornya dan berjalan memasuki Toko Sparepart yang sudah banyak di kunjungi oleh pelanggan.
"Wah darimana kamu An, ko jam segini baru masuk, tidak biasanya kamu telat?." Tanya Toglo yang lagi melayani para castamer.
"Tadi pagi ada sedikit masalah Paman, teman aku mendapat masalah di jalan." Jawab Andi.
"Ooh begitu, lalu sekarang masalahnya sudah tuntas?." Tanya Toglo.
"Syukurlah, kalau begitu Paman mau bantu dulu Asep, Gio dan Peri." Ujar Toglo.
"Iya Paman, terima kasih ya."
"Sam-sama." Tukas Toglo.
...........................
Sementara di lain tempat.
Terdengar kabar antara dua kubu geng mavia yang saling berseteru memperebutkan wilayah kekuasa'annya.
Geng Mavia yang berlambangkan laba-laba hitam dan Geng Mavia yang berlambangkan Black cat, saling serang demi mempertahankam wilayahnya yang akan di kuasai oleh Geng laba-laba hitam.op
Geng Black cat kini lagi berkumpul dengan seluruh Anggotanya di Markas besarnya.
Di sebuah ruangan yang cukup luas puluhan⁹ Anggotanya sudah pada hadir memenuhi ruangan tersebut.
Kemudian seorang ⁰ tegap berkaca mata hitam dan berjas warna hitam pula berjalan yang di ikuti oleh dua orang berbadan kekar yang merupakan tangan kanan dan tangan kirinya lelaki itu.
__ADS_1
Lelaki itu lalu duduk di kursi sambil menghadap pada puluhan Anggotanya.
"Kucing hitam." Ujarnya.
"Siap."
"Bagus, kalian sudah tau kenapa saya memanggil kalian untuk berkumpul di sini." Ujar lelaki itu dengan penuh wibawa.
"Kami selaku anggota Kucing hitam, siap mati demi mempertahankam wilayah kita."
"God good, saya suka dengan semangat kalian, nanti malam kita persiapkan diri kita, untuk menghadang pasukan laba-laba, bunuh siapa saja yang berani memasuki wilayah kita." Tuturnya.
"Siap Bos."
Pukul 21:00
Di sebuah kawasan Industri pergudangan yang di pegang oleh kawanan Mavia Black cat sudah di penuhi oleh puluhan Anggotanya dengan bersenjatakan lengkap.
Kabar akan adanya perang antar dua kubu Mavia ini, sudah terdengar jauh.
Kabar itu kini telah di terima oleh beberapa kelompok Geng lainnya yang merupakan Geng-Geng yang di bawah kendali antara dua Geng Besar itu.
Para Kelompok Geng kini mulai berdatangan menuju kubunya masing-masing untuk memperkuat nama besar kelompoknya.
Di sebuah lahan kosong di sebelah timur wilayah pergudangan sudah banyak berbaris ratusan orang-orang dari kedua kubu, yang telah siap siaga dengan berbagai senjatanya tinggal menunggu perintah dari sang atasan mereka siap berperang.
Satu kata seruan dari ketua mereka secara otomatis membuat para anggotanya langsung menyerang dengan beraneka macam jenis senjata telah berada dalam genggamannya masing-masing.
Seperti halnya di jaman keraja'an dulu yang ingin melebarkan daerah kekuasa'annya.
Itulah kehidupan manusia yang selalu tidak merasa puas dengan apa yang telah di dapatnya, karena napsu serakahnya yang ingin menjadi nomor satu, sehingga tidak menyadari napsu serakahnya sudah banyak korban nyawa yang melayang.
Suara benturan senjata tajam telah memecahkan di suasana malam yang sepi yang jauh dari pemukiman para penduduk.
Darah banyak berceceran dan nyawa telah berjatuhan dari kedua belah pihak.
Terutama di kubu Laba-Laba hitam sudah banyak sekali anggotanya yang terbunuh secara mengenaskan.
Ternyata kubu Laba-laba hitam di pimpin oleh se orang lelaki muda yang bernama Dude, yang merupakan musuh besarnya Andi Nayaka.
Sementara Kucing hitam yang merupakan salah satu Geng yang telah lama memegang wilayah industri pergudangan dan berbisnis obat-obatan terlarang.
Murdyjuan adalah salah satu ketua atau sebagai bos besarnya Black cat, geng ini yang merupakan geng terkuat di kota itu, dan banyaknya para pesilat tangguh yang memperkuat Geng itu.
__ADS_1
Maka tak heran bila di kubu Laba-Laba hitam sudah banyak anggotanya yang berjatuhan, dengan luka di sekujur tubuhnya.