
Selepas pertarungan antara si Ladev dengan Andi, kini para pedagang mulai lagi merasa tenang dan nyaman, pemalakan yang biasa datang setiap minggu kini sudah tidak ada lagi.
Nama Andi telah menjadi pembicara'an orang-orang, terutama para pedagang kecil yang merasa di lindungi ke amanannya, merasa lega dan tidak dapat di bayangkan oleh kata-kata, rasa syukurnya mereka karena setelah kepergiannya si kidal kini terasa ada lagi generasi pengganti dari mendiangnya Nandi alias si kidal sang penolong.
"Terima kasih Nak Andi, sudah membebaskan penderita'an para pedagang kecil seperti kita-kita ini." Ujar salah satu dari pedagang saling pandang dengan sesama temannya.
"Iya sama-sama pak, ini sudah menjadi kewajiban kita selaku manusia harus saling tolong menolong." Tukas Andi.
"Kalau tidak ada nak Andi, entah bagaimana nasib para pedagang kecil."
"Saya cuma perantara saja, yang sudah menyelamatkan kalian adalah Allah Swt, berterima kasihlah pada Allah yang telah melindungi kalian." Ungkap Andi.
Setelah itu Andi pun langsung pamit pada para pedagang, karena masih banyak kerja'an yang mesti Andi selesaikan di rumah dan membantu Toglo di bengkel.
Kini suasana di pasar telah kembali tenang, para pedagang pun telah mulai menjual dagangannya tanpak di hantui lagi oleh rasa cemas dan takut dengan pungutan pajak dari para preman.
Andi telah melaju degan kendara'an roda duanya, bersama si Gery yang berlari mengikuti di belakang.
Pukul 12:00
Andi telah tiba di depan rumahnya, lalu melangkah turun dari motornya dan berjalan memasuki teras depan.
Tok tok tok..
" Assalam mualaikum." Sapa Andi.
Tidak lama kemudian pintu pun terbuka bersama'an dengan munculnya wanita paruh baya, berkulit putih bersih dengan lesung dipipinya menghiasi kecantikannya yang nampak masih bersinar.
"Wa alaikum salam, kamu habis dari mana Andi." Jawab wanita tersebut yang tak lain adalah Sindi.
"Mencari udara segar buk, karena waktu di dalam sel aku jarang sekali menghirup udara segar." Jawab Andi.
"Ooh di kira ibuk kamu main ke tempat Vina." Ujar Sindi.
"Ko ibuk tau kalau Vina sudah selesai kuliahnya." Tukas Andi.
"Ya seiring dengan kamu keluar dari penjara, Vina juga pasti telah lulus dan sudah menjadi Serjana." Ujar Sindi.
"Iya Buk, Waktu itu Vina memberi kabar bahwa ia telah kembali ke indonesia, dan sudah menyekesaikan pendidikannya di singapura, ya Alhamdulilah Vina kini sudah menyandang gelar serjana." Ujar Andi.
"Lantas kamu kapan mau menemuinya?." Tanya Sindi.
"Entahlah Buk, nanti paling kalau Vina ulang tahun." Ujar Andi sambil melangkah kan tungkai kakinya memasuki kedalam rumah.
Lalu Andi masuk kedalam kamarnya, dan di ambilnya sebuah handuk, guna membersihkan badannya yang terasa lengket bekas keringat setelah melakukn pertarungannya dengan si Ladev.
__ADS_1
Setelah selesai Andi mandi dan melaksanakan ibadah solat duhur, Andi langsung menuju pada meja makan untuk makan siang, yang telah di sediakannya oleh Sindi.
"Ayo buk kita makan bareng." Ajak Andi pada ibuknya.
"Iya nak, kamu makan aja duluan, ibuk belum lapar." Jawab Sindi.
Kemudian Andi menyantap makanan sendirian, dengan rasa laparnya karena habis melakukan pertarungan dengan si Ladev, yang banyak menguras tenaga dan pikirannya.
Selepas Andi makan, ia lalu bergegas pergi dan berjalan keluar rumah, lalu duduk di bangku taman depan rumah, sambil menyeripit kopi yang nampak masih mengepul, lalu di hisapnya sebatang roko gudang garam filter.
Hembusan asap putih tipis yang meluncur dari mulutnya kini telah menari-nari di terpa angin.
Ketika Andi lagi asik menikmati suasana di siang hari, munculah adik sepupunya yaitu Konta kanti, yang baru pulang dari sekolah.
"Hai kak Andi lagi ngapain." Sapanya.
"Eeh dek Konta, dek Kanti baru pulang sekolah ya, ayo sini kita ngobrol dulu sama abang." Ujar Andi.
Kemudian Konta dan Kanti berjalan menghampiri Andi, lalu duduk berhadapan sambil menyimpan tasnya di atas meja.
"Gimana dek keada'an di sekolah Putra Bangsa sekarang?." Tanya Andi.
"Ya asik dan nyaman kak." Jawabnya.
"Oh tidak ada kak, malahan sekarang aturannya pun lebih ketat kak, bila ada salah satu muridnya yang ketauan merokok langsung di kasih peringatan." Ujar Konta.
"Berarti kepala sekolahnya sekarang lebih tegas dan berwibawa." Tukas Andi.
"Btw,, Ibuk kemana?." Tanya Kanti.
"Ada tuh di dalam, lagi nonton tv." Ujar Andi.
"Gua haus nih kak, pingin yang seger-seger." Tukas Konta.
"Ya sudah masuk saja, bikin tuh minuman di kulkas ada banyak, kamu tinggal pilih mau jus apa mau minuman yang tinggal minum, ada fanta, cocacola bahkan minuman dari rasa buah-buahan pun ada." Ujar Andi.
Konta dan Kanti pun lalu bankit dan berdiri, di langkahkan kakinya memasuki kedalam rumah, setiba di dalam nampak Sindi lagi duduk bersandar sambil menonton acara televisi.
"Assalam mu'alaikum Buk." Sapa Konta dan Kanti.
"Wa alaikum salam,, eh nak Konta, Kanti baru pulang sekolah ya." Ujar Sindi.
"Iya Buk." Jawab Konta dan Kanti.
"Emang kamu belum sampai ke rumah?." Tanya Sindi.
__ADS_1
"Belum Buk, aku haus Buk, tadi aku dan Kanti melihat kak Andi lagi santai sambil minum kopi, rasanya aku pingin yang seger-seger begitu." Timpal Konta.
"Oh gitu, ya sudah ibuk bikinin Jus mau." Tawar Sindi.
"Mau Buk." Jawabnya.
"Ya sudah, Ibuk bikinin dulu ya." Ujar Sindi sembari beranjak dari tempat duduknya, lalu berjalan menuju ruangan dapur, kemudian di buka lemari kulkas dan di ambil dua buah alpucado untuk di bikin jus.
Setelah selesai di blander, kemudian di tuang kedalam dua gelas, lalu di kasih Susu dan di celupin nya dua batang sedotan.
"Ini jusnya sudah Jadi." Ujar Sindi sambil memberikan dua gelas jus pada Konta dan Kanti.
"Terima kasih Buk, wah sepertinya enak nih." Ujar Kanti.
"Aku minumnya di luar ya Buk, bareng kak Andi." Ujar Konta.
"Ya sudah, nanti jangan lupa makan ya." Tukas Sindi.
"Iya Buk, nanti di rumah aja makan nya, lagian sekarang belum lapar Buk."
"Oh gitu, ya sudah."
Kemudian Konta dan Kanti melangkah keluar dari dalam rumah, menuju pada Andi yang lagi duduk santai di bangku taman depan rumah.
Kedua kaka beradik yang kembar itu memang sangat dekat sama Sindi dan almarhum Nandi, maka tidak heran bila ia keluar masuk rumah Sindi seperti di rumahnya sendiri, meski sekarang mereka sudah duduk di bangku sekolah menengah atas, tapi nampak masih ke kanak-kanakan, dan menganggap Sindi seperti ibuknya sendiri.
Konta dan Kanti lalu duduk di dekat Andi, sambil mendaratkan minuman jusnya di meja.
Andi tersenyum tipis, terpancar wajah yang ceria melihat kedua adik sepupunya yang lucu.
"Btw,, dek Konta sudah punya pacar belum?." Tanya Andi.
"Ya belum atuh kak, aku kan masih kecil." Jawab Konta.
"Hahaha, buseeet dah badan segede gitu bilangnya masih kecil." Tawa Andi.
"Ya gede badannya kak, tapi usiaku masih sangat muda." Ujar Konta.
"Iya abang juga tau, ya setidaknya kamu sudah punya perasa'an suka kali sama wanita." Ujar Andi.
"Ya kalau suka ya ada kak, tapi hanya sebatas suka aja tidak lebih." Tukas Konta.
"Lalu kamu dek Kanti apa ada cowo yang naksir sama lo'?." Tanya Andi.
"Uuh yang naksir gue banyak kak." Ujar kanti.
__ADS_1