
Kehidupan di kota besar begitu keras, kekerasanpun sering terjadi di setiap penjuru kota.
Kota yang dulu di kenal sebagai kota Faris Van Java, kota yang mirip dengan kota di luar negri sana.
Kini tidak lagi se indah dulu, gunung dan perbukitan sudah tidak hijau lagi, karena banyaknya para investor yang menanamkan sahamnya dalam berbisnis properti dan lain sebagainya.
Matahari telah bersinar menerangi Bumi persada, lalu lalang orang-orang pejalan kaki untuk memulai lagi aktipitasnya masing-masing, demi menyambung hidupnya.
Di sebuah komplek perumahan Grand City, nampak Vina sudah bersiap-siap berangkat ke tempat kerjanya di sebuah perusaha'an milik Ayahnya.
Hari ini Vina hari yang pertama ia bekerja di kantor perusaha'an ayahnya.
Dengan paras yang cantik, berkulit putih bersih, sudah barang tentu akan banyak para pria yang tertarik pada pesona kecantikannya Vina.
Sebenarnya Vina tidak ada niat untuk bdkerja di perusaha'an ayahnya, yang Vina inginkan, ia ingin hidup mandiri dengan berbisnis kecil-kecilan.
Berhubung mamahnya Vina, yang memaksa Vina untuk bekerja di kantor milik ayah nya, akhirnya Vina pun menuruti kemauan dari Ibuknya.
Rencana Ibuknya, agar Vina bisa menjauh dari Andi.
Dengan bekerja di perusahaan ayahnya, sudah barang tentu akan ada lelaki yang sederajat dengannya dan berpendikan yang lebih tinggi.
Begitulah niatan Ibuknya Vina, pelan-pelan tapi pasti ibuknya Vina akan mendekat kan Vina dengan seorang pria tampan yang sudah ia rencanakan sebelumnya.
Lelaki itu adalah se orang pengusaha muda yang cukup berbakat, salah satu dari relasi bisnis ayahnya.
Adi Rangga, salah seorang lelaki pilihan ibuknya Vina.
Yang menurut Ibuknya Vina Raangga adalah lelaki yang mapan, tidak seperti Andi Nayaka yang hanya seorang nara pidana yang akan membuat kelam masa depannya Vina, begitulah cacian Ibuknya Vina di lubuk hatinya, yang sudah berkarat membenci Andi.
Padahal kalau di kaji lebih jauh lagi, tidak sedikit seorang pengusaha sukses, yang mempunyai latar belakang kehidupannya yang gelap.
"Mah aku berangkat dulu ya." Ujar Vina menyalami ibuknya.
"Iya hati-hati, semoga kamu betah dengan suasana di tempat kerjamu." Tukas Rosa (Ibuknya Vina) sambil tersenyum gembira.
Setelah Vina berangkat, Rosa langsung bergegas menuju Kamarnya.
Kemudian meraih sebuah ponsel miliknya yang tergeletak di atas meja rias.
Lalu Rosa menghubungi seseorang lewat aplikasi Whatssap.
📞.Rosa "Selamat Pagi nak Adi."
📞.Adi Rangga "Pagi Juga Tante Rosa."
📞.Rosa "Ibuk mau kasih tau kamu nak Adi."
📞.Adi Rangga "Kasih tau apa tuh Tante."
📞.Rosa "Hari ini Vina suah mulai masuk kerja di kantor milik Papanya."
📞.Adi Rangga "Oh ya, beneran Tante."
__ADS_1
📞.Rosa "Iya Nak Adi, kamu dekatin Vina, pokoknya usahakan agar Vina jatuh cinta padamu."
📞.Adi Rangga "Oke siap Tante, kalau masalah itu, jangan tanya Adi Rangga kalau tidak bisa membuat Vina jatuh Cinta."
📞.Rosa "Bagus kalau begitu, ya sudah Tante tutup dulu ya telponnya, takut ketauan papanya Vina.
Setelah panggilan selesai Rosa langsung menyimpan kembali ponsel miliknya di atas meja, kemudia ia berjalan menuju ruang makan untuk menyediakan sarapan pagi buat suaminya yang masih di kamar mandi membersihkan badannya.
Sementara suasa di tempat kerjanya Vina, ketika Vina keluar dari dalam mobil, banyak puluhan mata yang memperhatikan dirinya, di mulai dari karyawan produksi sampai pegawai kantoran.
Lalu salah satu Asisten Pak Pajar Arya Wirata/pemilik perusaha'an PT Wirata Sentosa atau papah Vina datang menyambut ke datangan Vina, sambil berkata pada seluruh stap dan Karyawan.
"Selamat pagi Non Vina." Ujar Budi Ahmad atau asistennya pak Pajar.
"Kepada seluruh karyawan, dari mulai sekarang kalian harus menuruti setiap titah dan permintaannya ibuk Vina, yang akan menduduki jabatan sebagai wakil dari pak Pajar, beliau ini adalah Putrinya dari Pak Pajar." Jelasnya Budi Ahmad.
"Selamt pagi Buk....."
Semua berkata memberi sapa'an menyambut dan memberi hormat pada Vina Artiyana.
"Pagi juga semuanya, terima kasih pada kalian semua atas sambutannya yang begitu baik." Ujar Vina.
Pukul 08:00
Semua karyawan dan pegawai kantoran sudah menempati tempat kerjanya masing-masing.
Sedangkan Vina duduk di kursi di ruangan kerjanya yang ber Ac, yang membuat Vina tidak kerasan.
"Ruangan serba ber Ac, membuat aku alergi." Batin Vina.
Kemudian terdengar suara yang mengetuk pintu.
Tok
Tok
Tok
"Masuk." Ujar Vina.
Lalu muncul se orang pria yang tak lain adalah Budi Ahmad.
"Silahkan duduk pak Budi." Tukas Vina.
Budi pun langsung menurunkan tubuhnya duduk di kursi agak jauh dari Vina.
"Ini ada beberapa File yang mesti ibuk pelajari."Ujar Budi sambil menyerahkan file pada Vina.
"Oh iya, terima kasih pak Budi." Ujar Vina.
"Iya Buk Sama-sama, saya permisi dulu Buk." Tukas Budi.
"Iya silahkan pak Budi."Ujar Vina.
__ADS_1
Sebelum Vina mempelajari semua file dan kerja'annya yang menumpuk, terlebih dahulu Vina memberi kabar pada seseorang yang begitu berarti di hatinya.
📱.Vina "Halo sayang selamat pagi, hari ini aku pertama kerja di perusaha'an papa."
Tidak sampai menunggu lama, ponsel Vina pun mulai bergetar.
Dretttt drreeettt...
📱.Andi "Pagi juga sayang, syukur Alhamdulilah, gimana dengan suasana di tempat kerjamu betah gak."
📱.Vina "Ya di betah-betahin aja, kamu juga tau sendiri aku gak suka dengan ruangan yang ber Ac."
📱.Andi "Haha kamu itu Aneh, biasanya anak orang kaya hampir rata-rata menyukai ruangan yang cool."
📱.Vina "Iya kan aku di besarkan di kampung, di tasik di tempat bibiku, makanya ku lebih suka hidup di alam bebas."
📱.Andi "Ya pelan-pelan aja sayang, nanti juga lama-lama kamu akan terbiasa, aku bahagia mendengarnya kamu sudah bekerja dan masa depanmu sudah nampak cemerlang."
📱.Vina "Tapi aku tetap tidak menyukai kerja'an begini, aku bercita-cita ingin berbisnis kecil-kecilan."
📱.Andi "Kamu itu aneh, itu bisnis perusahaan ayahmu tinggal nerusin, harusnya kamu itu bangga sayang, ngapain harus repot-repot membangun usaha dari nol, dan asal kamu tau sebuah bisnis memerlukan waktu untuk bisa sukses."
📱.Vina "Iya aku tau, dan aku melakukan ini karena terpaksa, atas ke inginan mamah."
📱.Andi "Oh jadi itu semua mamah mu yang ngatur."
📱.Vina "Iya sayang."
📱.Andi "Ya sudah, jalani aja dulu, toh nanti nuga itu perusaha'an akan jatuh pada kamu anak satu-satunya, ya sudah ya, selamat bekerja, hati-hati jaga selalu kesehatan."
📱.Vina "Iya sayang terima kasih Siu."
Vina pun langsung menutup kembali ponselnya, dan tidak lupa pula menghapus semua chat dengan Andi, untuk menghilangkan kecurigaannya Rosa (Ibuknya).
Hari pertama Vina bekerja, sudah di sediakan kerja'an yang numpuk, ditambah hati dan ke inginannya bertolak belakang dan merasa terpaksa bekerja di perusaha'an papanya.
"Bagaiman bisa coba, gue harus mengerjakan semua ini dalam sehari, di tambah mut gue tidak konsen lagi." Gerutu Vina.
Di sa'at Vina lagi uring-uringan, terdengan suara pintu di ketuk.
Tok tok..
"Iya masuk." Ujar Vina.
Pintu pun terbuka bersama'an dengan munculnya se orang pria tampan bersih dan berwibawa, mrngenakan jas warna hitam, menyapa pada Vina.
"Bagaimana dengan kerja'annya, kamu suka?." Bertanya.
Perlahan Vina mengankat wajahnya, dengan kedua netranya memandang pada pria tersebut.
"Papah..." Sontak Vina.
Ternyata pria tersebut adalah Pak Pajar arya Wirata (Ayahnya Vina).
__ADS_1