
Setelah Andi dan Erik pergi dari markasnya para preman.
Jorda mengutus tiga anak buahnya, untuk membuat teror pada Rangga.
Jorda yang sudah memiliki nomor handpond nya Rangga, akan sangat dengan mudah melancarkan aksinya dengan cara melacak keberada'annya Rangga.
Tiga cara yang akan Jorda terapkan untuk membuat Rangga mati perlahan.
Adapun cara yang akan Jorda terapkan.
Menghantui Rangga.
Memberi ancaman.
Excekusi.
Cara yang pertama akan di lakukan oleh ke tiga anak buahnya, yang biasa Jorda terapkan ketika mendapat target yang licin.
Dan cara kedua Jorda mengutus Babon dan Tenggo.
Sedangkan cara ketiga Jorda sendiri bersama Babon dan Tenggo, berhubung Murdok dan Rasman lagi menjalani pengobatan di rumah sakit, sehingga Jorda memilih Babon dan Tenggo.
"Pokonya kalian bertiga intai dulu orang yang bernama Rangga, nanti gue yang akan memberi kabar tentang keberada'annya Rangga, teror dia, dengan permainan yang cantik, sampai dimana kekuatan mentalnya, apabila cara itu tidak berhasil, barulah cara yang ke dua yang akan di laksanakan oleh Babon dan Tenggo." Tutur Jorda.
"Oke Bang." Ucap anak buahnya.
Setelah itu Jorda dan ketiga anak buahnya, yang mendapat tugas tersebut, berjalan menaiki tangga menuju lantai dua.
Setibanya di lantai dua.
Jorda memberikan tiga buah kunci sepeda motor pada mereka bertiga.
"Sebentar lagi hari akan gelap, kalian bertiga siap-siap, posisi Rangga sementara ini masih di Jalan Pelita, tepatnya di kantor perusaha'an miliknya." Ucap Jorda memandang lepas ke arah luar sana.
"Siap Bos, sekarang kami siap untuk meluncur." Ujarnya.
"Oke."
................
__ADS_1
Sementara di tempat lain.
Rangga yang baru selesai dengan kerja'annya, karena lagi padatnya kerja'an di kantor dengan sangat terpaksa Rangga kerja lembur.
Setelah itu Rangga melangkah keluar dari ruangan kerjanya, dan berjalan keluar menuju area parkiran.
Setiba di dekat mobil Honda civic warna merah maroon, Rangga langsung membuka pintu mobil bagian depan, lalu melangkah masuk duduk di jok sambil pegang kemudi.
Setelah mobil di nyalakan, Rangga langsung menginjak gas, mobil pun langsung keluar dari area pakiran.
Kini mobil yang Rangga kemudia telah melaju di jalan Pelita.
Jarak tempuh antara kantor menuju rumahnya lumayan jauh memerlukan watu tiga puluh menit, itupun kalau perjalanan lagi dalam keada'an lancar.
Suasana di malam itu mendadak sepi, lalu lalang kendara'anpun nampak jarang-jarang, jadi sangat memudahkan Rangga untuk segera sampai ke rumah.
Ketiga Rangga sudah melalui jalan yang menurun di Mengkudu raya, Angin terasa kencang, dan kilatan-kilatan halilintar menggurat membelah di angkasa.
"Waduh seperti nya akan turun hujan malam ini, gue harus mempercepat perjalanan." Gerutu Rangga bermonolog.
Baru saja Rangga mau menginjak gas, di sebuah jembatan Mengkudu Nampak ada tiga lelaki bertubuh tinggi, mengenakan pakaian warna hitam ke abu-abuan berambut gondrong terurai tesorot lampu cahaya mobil.
"Astaga, itu manusia apa siluman sih." Sontak Rangga sembari menginjak rem.
Rangga terus mengamati ke tiga orang itu, yang lagi menatap ke arahnya dengan sorot netranya yang tajam menakutkan.
"Kalau macam-macam akan gue tabrak." Celoteh Rangga sembari menginjak Gasnya.
Mobil pun langsung melaju dengan kencang melewati ke tiga lelaki yang berdiri di pinggiran jembatan.
Mereka langsung melompat ke atas motor, dan langsung mengejar mobil yang lagi Rangga kemudi.
Ketiga motor KLX, melaju dengan kencang, dengan suara kenalpotnya yang menggetarkan jantung telah memecahkan suasana malam yang sepi.
Sontak saja Rangga kaget dengan membulatkan kedua bola matanya, ketika melihat dari kaca spion kalau ketiga orang gondrong itu lagi mengejarnya.
"Mau apa mereka." Batin Rangga.
Rangga semakin panik, lalu ia terus menginjak gasnya, mobil yang Rangga kemudi melaju sangat kencang menyusuri jalanan sepi.
Tidak lama kemudian Rangga telah sampai, di lampu merah jalan Angkasa.
Napas Rangga nampak turun naik dan merasa lega, ketika banyak ia temui kendara'an.
Sesekali Rangga melihat keada'an di belakangnya dari kaca spion.
Rangga terbelalak kaget.
"Lho yang ngejar gue tadi itu kemana, mereka itu manusia apa siluman sih." Batin Rangga, sembari terus memantau dari spioannya. Rangga tidak menemui ke tiga lelaki gondrong itu.
Kini lampu setopan warna hijau sudah menyala.
Ranggapun langsung tancap gas, dengan rasa panik telah menguasai mentalnya.
Jalan Angkasa nampak mulai di padati oleh kendara'an dari berbagai macam jenis, telah membuat Rangga terasa lega.
__ADS_1
Tidak lama kemudian Rangga telah sampai di gerbang gapura Grand City, lalu Rangga melaju memasuki jalan Gapura.
Sementara di tempat lain.
Tepatnya di Gang si'iran nampak Andi lagi duduk sendiri berteman sepi dan angin malam.
Sebatang roko kini telah menemani dalam sepi bersama kopi hitam.
"Kabarnya Rara gimana ya, rasanya gua rindu ingin sekali berjumpa dengan Rara." Batin Andi bermonolog.
Satu seripitan kopi hitam telah membuat Andi semakin larut dengan suasana malam.
Lalu Andi menoleh pada sebuah kerangkeng besi, nampak si Gery sudah terlelap dalam tidurnya, setelah Andi kasih makan.
"Paman Jaroni gak masuk, untuk sementara biar gua yang gantiin paman Jaroni berjaga." Cetus Andi bermonolog.
Kemudian Andi meraih ponselnya yang tergeletak di atas meja.
"Hah..konta dan Kanti kan sudah lulus dari sekolah, gua coba hubungi deh." Batin Andi.
Lalu Andi mencoba untuk menghubungi Konta dan Kanti melalui panggilan seluler.
Beberapa kali Andi hubungi tapi kedua anak kembar itu tidak mengangkat telpon darinya.
Lalu Andi mengirimkan sebuah chat melalui aplikasi whatssap.
📱.Andi "Dek sini dong kita ngopi."
Lalu Andi menyimpan kembali ponselnya di meja sambil menunggu balasan dari kedua anak kembar itu.
"Apa mungkin mereka sudah tidur." Batin Andi.
Malam itu adalah malam Jum'at kliwon, suasana malam terasa sangat sepi, angin dingin pun sudah nampak terasa basah.
Andi tersontak ketika ada bayangan tinggi besar membentuk manusia berdiri di pojok dalam gerbang rumah.
"Apa itu, bentuknya seperti manusia, masa Allah kepalanya masih berada jauh du atas ujung tembok." Batin Andi yang terus berjalan memandang mencari di mana letak kepalanya itu.
Andi terbelalak kaget ketika netranya bertatapan langsung dengan netranya bayangan hitam tersebut.
Matanya bercahaya merah darah menyorot menatap Andi.
"Astagfirullah hal adzim, itukah yang sering di sebut oleh orang-orang sebagai genderewo." Pekik Andi sambil terus memandang pada mahluk itu.
Andi pun tidak menyadarinya, ketika Makhluk tinggi besar itu mendadak sirna seperti ketakutan.
Ketika melihat sinar putih yang yang keluar dari kalung yang melingkar di lehernya Andi, dan menjelma menjadi dua satria berpakaian serba putih menggenggam sebuah kujang yang sama bentuk dan rupanya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=Bersambung\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Selamat menunaikan ibadah puasa.
Semoga di bulan yang penuh berkah ini kita selalu di berikan kesrhatan, rijki yang melimpah dan kesuksesan selalui menyertai anda.
Terima kasih atas dukungannya, salam sehat sejahtera dan sukses selalu.
__ADS_1