Andi Nayaka Titisan Si kidal

Andi Nayaka Titisan Si kidal
Eps 122 Duel maut


__ADS_3

Konta sampai cengengesan melihat argumen Andi dan Victor yang seperti lagi bergurau.


Sikap kocaknya Konta sempat terlihat oleh Victor, yang sebelumnya sangat ngotot pada Andi, ingin menghabisinya, kini beralih pada konta.


Dengan mata merah menyala karena pengaruh dari alkohol yang di minumnya, Victor langsung membentak pada Konta.


"Heh, monyet ngapain lo' cengengesan." Bentak Victor.


Konta tersenyum sambil memaonkan dramanya, yang membuat Victor sangat geram.


"Awww, takut gua, Abang jemros mulai naik darah." Ejek Konta.


Kali ini Andi yang cekikikan tertawa tipis sambil, menutup mulutnya dengan telapak tangan kanannya.


Victor yang merasa jadi bahan tertawa'an Andi dan Konta, dengan secepat kilat tangan kanannya langsung mencabut sebuah belati.


"Bangsat kali ini akan ku akhiri hidupmu." Teriak Victor sembari meluncurkan tusukan belatinya ke arah Andi.


Andi yang sudah waspada sebelumnya, walaupun ia nampak terlihat bergurau tapi hati dan insting tetap pokus pada jewaspada'an.


Ketika Victor mengarahkan belatinya ke perut, Andi langsung menangkap pergelangan tangannya Victor yang lagi menggengam senjata, kemudian melangkahkan kaki kanannya kedepan sembari tangan kanannya di lingkarkan di leher Victor, lalu di bantingkan tubuh Victor.


Hanya satu kali tolakan tubuh Victor terbanding ke aspal jalan.


Bruuuggghh.


Kemudian Victor bergegas bangun dengan salto sambil membentengi tubuhnya dengan pisau belati yang berada di genggamannya.


"Bangsat elo' benar-benar pingin mampus rupanya." Ujar Victor.


"Ayo maju, kalau memang elo benar pingin menghabisi gua." Tantang Andi.


Heeaaa....


Sebruuuuttt.


Victor menyerang Andi dengan sabetan-sabetan belatinya.


Sementara Andi terus saja mennghindar dari serangannya Victor.


Ingin mengetahui sampai di mana dendamnya Victor pada dirinya.


Cukup lama sudah Andi dan Victor berduel, dan tidak ada se orang pun kawanannya yang membantu, karena Konta yang sengaja melarang para berandal Victor untuk ikut campur.


Hingga hari sudah mulai memasuki Senja Andi dan Victor masih terus berlangsung dalam pertarungannya.


Karena merasa tidak di ladeni dan di hargai serangannya oleh Andi, Victor sampai kesal dan geram pada Andi.


"Heh Bangsat, jangan cuma menghindar saja, lawan gue, dan keluarkan pukulan tinju Bumi itu yang mematikan kali ini gue pingin tau apakah pukulan mautmu itu masih mampu melumpuhkan ilmu kebal gue." Dengus Victor dengan Jumawa.


Rupanya Victor kini telah menguasai ilmu tahan pukulan terhadap benda tumpul atau pun benda tajam.

__ADS_1


"Oh rupanya, pimpinan Geng ini sudah punya ilmu tinggi, Ingatlah Victor kesombongan akan membawa elo pada kehancuran, sadarlah dan kembalilah ke jalan yang benar, sebelum semesta menghukum elo." Pesan Andi mengingatkan.


"Ah banyak bacot lo', hahaha rupanya Andi Nayaka mulai gentar setelah gua punya ilmu kebal." Ujar Victor sambil menepuk dada dengan sombongnya.


Perkelahian pun berlangsung kembali hingga sampai dua puluh jurus.


Tendangan, pukulan dan tusukan elbo Andi sudah sering membuat Victor jatuh bangun.


Tapi Victor masih nampak segar bugar, tidak ada luka atau lecet sekali pun di bagian tubuh atau wajah Victor


kesombongan Victor kini semakin menguasai hati dan jiwanya.


Victor merasa yakin bahwa hari ini ia akan bisa menghabisi Andi.


"Ayo Andi, cari bahian tubuh gue yang empuk, atau tulang yang rapuh, hahahaha." Tawa Victor dengan jumawa.


Andi hanya tersenyum tipis sambil menatap Victor dengan tajam. Mencari titik kelemahannya Victor.


Selama Andi tidak berada dalam titik puncak amarahnya , maka kekuatan yang pernah masuk dalam tubuhnya pun tidak akan bereaksi.


Tapi kini amarah Andi mulai naik, ketika Victor meluncurkan air ludahnya tepat mengenai wajahnya Andi.


Cuuiiihh...


Tubuh Andi bergetar hebat bersama dengan memuncaknya sebuah amarah.


Tangan kanannya kini terasa berat, seperti ada kekuatan yang dahsyat memasuki tangannya.


Dengan Cepat Victor melompat sambil menghujamkan pisau belati ke arah kepala Andi.


Andi tetap berdiri dengan gagah berani tidak mengadakan pergerakan apa-apa.


Tapi ketika Pisau belati sudah sangat dekat dengan Wajahnya Andi.


Secepat Kilat tangan Kanan Andi melesat bagaikan sapuan badai di gurun pasir.


Hiuuuuukkk.....


Deeaaasssss......Buuugghhh.


Pukulan Andi menghantam dada dan mendobrak kekuatan ilmu kebalnya Victor.


Auuuuggghhhhhh....


Jerit kesakitan bersama'an dengan terhempasnya tubuh Victor kurang lebih sepuluh meteran jatuh di rimbunan semak belukar.


Andi tercengan dan kaget, melihat lawannya sampai melayang jauh setelah terkena pukulannya.


"Masya Allah, kekuatan apakah yang telah bersemayam dalam tubuhku, gimana ini jangan sampai Victor meninggal ya Allah." Batin Andi bermonolog.


Sementara para berandal kawanan Victor sampai terbelalak kaget, begitu pula Konta sampai merinding melihat kekuatan pukulan Andi.

__ADS_1


Para Kawanan Victor langsung memburu tubuh pemimpinnya.


Sementara Andi yang masih trauma atas petistiwa terbunuh Geng Ricard, ia memohon pada yang kuasa untuk memberi harapan hidup pada Victor.


Selepas itu, seperti biasa terngiang suara lirih di telinganya.


"Kamu jangan panik Cucuku, orang itu belum takdirnya untuk mati, cepatlah kamu kamu kasih minum orang itu dengan air dari rendaman kalung yang melingkar di lehermu.


Setelah itu Andi melangkah menuju pada motornya, dan di ambilnya air Aqua dari dalam tasnya yang tinggal separo, lalu di potong botol aqua tesebut bagian atasnya supaya dengan mudah memasukan kalung ke dalamnya.


Sesuai dengan pesan dari suara gaib, Andi merendamkan kalung itu.


Setelah itu Andi memanggil salah satu dari anak buahnya Victor.


"Woi, kamu kesini cepetan." Panggil Andi.


Dengan rasa takut, dan jantungnya mulai berdebar kencang, orang yang di panggil Andi itu langsung bersujud memohon ampun.


"Ampun Bang, jangan, gue masih pingin hidup." Ujarnya.


Lalu kedua tangan Andi meraih bahu orang itu dan mengankatnya untuk berdiri.


Karena hati dan jiwanya sudah di liputi oleh rasa takut, orang itu langsung gemetaran dan tidak terasa aroma bau pesing tercium oleh Andi.


"Bau apa ini." Ujar Andi sambil menutup hidungnya.


"Hahahaha." Konta tertawa terkekeh.


Lalu andi menoleh pada Konta dan bertanya?


"Eh kenapa lo' tertawa dek?." Tanya Andi.


Konta terus tertawa sambil menunjukan telunjuknya pada celana orang itu di bagian daerah terlarang.


Perlahan Andi menoleh ke arah celana orang itu.


"Oh pantesan, eh elo kenapa kencing di celana?." Tanya Andi.


"G gu gg gue takut Bang." Ujarnya terbata-bata.


"Kenapa harus takut, gua panggil elo, untuk meminumkan obat ini pada pimpinan lo' itu, cepetan." Ujar Andi.


Jantung yang tadinya berdetak kencang, perlahan-lahan mulai normal kembali setelah tau apa yang akan Andi lakukan.


"Baik Bang." Jawabnya.


"Iya cepetan, nanti kalau ada perubahan kasih tau gua." Ujar Andi.


Orang itu langsung membawa air aqua yang di berikan oleh Andi menuju pada Victor yang masih terbaring tidak berdaya hanya detak denyut nadinya yang nampak masih terasa.


Dengan bantuan rekan yang lainnya, orang itu meminumkan air pemberian dari Andi secara perlahan.

__ADS_1


Apakah Victor akan tertolong, atau sebaliknya ia akan menjemput ajalnya.


__ADS_2