Andi Nayaka Titisan Si kidal

Andi Nayaka Titisan Si kidal
Eps 171 Undangan palsu 2


__ADS_3

Di Eps 170 di ceritakan Andi yang sudah sampai di tempat memenuhi undangan yang tidak di kenal.


Pria itu tersenyum menyeringai sambil menatap penuh dendam pada Andi.


"Bukan elo saja yang menderita, gue selaku adiknya Bang Ricard hidup seorang diri, gue telah kehilangan Abang yang sangat gue sayangi." Ujarnya.


"Seharusnya elo itu sadar, Ricard itu siapa, dia selaku Pimpinan Geng mavia yang sudah membunuh Bokap gua dengan memasukan racun dalam cairan inpusan sewaktu Bokap gua lagi menjalani perawatan di Rumah Sakit, dan sudah bikin nyokap gua depresi dalam jangka waktu yang lama." Jelas Andi.


"Gue tidak perduli apa yang di lakukan Bang Ricard, bagi gua Bang Ricard sosok abang yang baik pada gue." Ujar Pria itu.


"Lalu apa yang elo inginkan dari gua." Ujar Andi menantang.


"Nyawa elo, Andi Nayaka." Ujarnya sambil melotot sadis.


"Oke, kalau itu yang elo inginkan dari gua." Timpal Andi.


Setelah itu Pria yang mengaku sebagai adiknya Ricard, langsung memberi kode pada orang-orang yang sedari tadi menunggu perintah.


"Habisi dia." Perintah pria itu.


Tidak banyak komentar lagi kesepuluh orang itu langsung menyerang Andi.


Skip


Sementara si Gery, sewaktu di lepaskan dari kerangkengnya.


Binatang itu langsung mendatangi Konta, yang kebetulan pagi itu Konta lagi melakukan olahraga fush up setelah berlari pagi.


Si Gery melompat ke hadapan Konta sambil menggonggong.


Gok


Gok


Gok


Gok


Sontak Saja Kontapun terkejut, lalu beranjak berdiri dan berkata pada si Gery.


"Ada apa Gery?." Tanya Konta.


Si Gery hanya menggonggong memberi isyarat pada Konta untuk pergi.


"Apa yang terjadi Gery, apa Bang Andi lagi dalam bahaya?." Lanjut Konta bertanya.


Gok


Gok


Gok


Si Gery terus menggonggong.


Konta mengerti dengan gonggongan si Gery bahwa Andi berada dalam bahaya.


Konta langsung mengeluarkan motornya, lalu di nyalakan.


"Ayo Gery." Ujar Konta.


Si Gery langsung berlari kencang menelusuri jejak Andi, karena si Gery yang mempunyai daya penciuman yang sangat tajam, hapal betul jejak nya Andi meski mengendarai motor.

__ADS_1


Konta yang mengikutinya dari belakang, melajukan motornya begitu kencang.


"Ini arah Jalan Angsa, apa mungkin Bang Andi lagi berada di tempat itu." Batin Konta yang terus mengemudi sepeda motornya dengan cepat.


Singkat Cerita.


Si Gery mendadak berhenti sambil mendenguskan hidungnya ke jalan, seperti kehilangan jejak.


"Kenapa Gery, mana Bang Andinya." Ujar Konta.


Si Gery masih saja terus mencari jejak Andi dengan berjalan mengelilingi sekitar tempat itu dengan daya penciumannya.


"Kenapa si Gery sampai kehilangan jejak, coba gua bantu dengan Ponsel mencari Bang Andi ada di mana."


Konta langsung membuka sebuah Aplikasi, guna melacak keberadaan Andi melalui nomor ponsel Andi.


Setelah itu, Konta menemui titik temu, di mana Andi berada.


"Gery ayo ikut gua, Bang Andi berada di Jalan Angsa tiga, di Gang Macan." Ajak Konta.


Tidak lama kemudian Konta telah tiba, tidak salah lagi apa yang di lihat oleh Konta dan si Gery.


Andi lagi di keroyok orang sepuluh dan bersenjata semua.


Konta dan si Gery langsung melompat ke tengah-tengah arena pertempuran.


Heaaaa...


"Gua datang Bang." Teriak Konta sambil melepaskan tendangannya pada lawannya Andi.


Duk


Duk


Duk


Sedangkan si Gery menggigit tengkut lawan.


Auuuuggghhh


Auuugghhhhh...


Salah satu lawan Andi menjerit kesakitan merasakan sakit pada tengkuknya karena gigitannya si Gery.


Pria yang merupakan ketua dari kelompok orang-orang itu tersontak kaget ketika ada serangan bantuan untuk Andi.


"Setan alas siapa itu, kenapa harus ada binatang Anjing segala." Gerutunya bermonolog.


Suasana pertarungan kini semakin menegangkan, kesepuluh orang-orang itu nampak mulai ke teter, dengan amukan dari Andi dan Konta serta si Gery.


Hujan pukulan dan tedangan telah mereka rasakan, di tambah si Gery yang bringas menggigit dan melompat-lompat memberi serangan membuat mereka semakin kalang kabut.


Sehingga membuat pria itu kesal dan sangat geram sekali.


"Sungguh tontonan yang tidak mengasikan." Geramnya sambil membuka jas dan kemeja putihnya.


Kemudian Pria itu langsung melompat menendang Andi dari belakang.


Andi sampai terdorong hampir jatuh, tapi dengan cepat Andi menjatuhkan tubuhnya menyamping, lalu beranjak bangkit sambil menoleh ke arah belakang.


"Dasar pengecut, beraninya main bokong, ayo maju." Ujar Andi.

__ADS_1


"Kurang ajar, sombong juga rupanya kau Andi." Ujar pria itu sambil maju memasang kuda-kuda untuk memulai duel sama Andi.


Andi tetap waspada, karena ia pun belum mengetahui skill bela diri pria itu, maka dari itu Andi untuk sementara membuat pertahanan dari serangan lawan.


Pertarungan antara Andi dan pria itu berlangsung seru dan menegangkan.


Ternyata Pria itu Skill beladirinya tidak bisa di anggap enteng.


Jual beli pukulan dan tendangan antara Andi dan pria itu sering terjadi dalam pertarungan saat ini.


Sementara Konta dan si Gery telah berhasil menumbangkan lawan-lawannya satu persatu, bela diri anak jalanan yang mereka pakai dalam menghadapi Konta.


Sedangkan skill bela diri Konta perpaduan antara Silat Ci Mande dan Tarung derajat.


Kini Andi dan Pria yang mengaku sebagai adik Ricard, saling jual beli pukulan dan tendangan.


Ternyata Pria tersebut ilmu bela dirinya tidak bisa di anggap enteng oleh Andi.


"Hebat juga bela diri pria itu." Batin Andi.


Kemudian Pria itu melompat melakukan serangan pada Andi.


Andi Berkelebat ke samping sambil melepaskan tendangannya kepangkal paha pria itu.


Sehebat apapun bela diri seseorang, bila di hajar di bagian tersebut pasti akan merasakan epeknya palagi tendangan Andi yang begitu keras.


Bruuugghhh...


Adaawwww...


Pria itu berteriak sambil jingkrak melangkah mundur, merasakan tulang pahanya seperti remuk.


"Gila tendangan Andi sangat mematikan, tapi gue tidak boleh memperlihatkan rasa sakit gue." Gerutunya dalam hati.


Sembari membangun lagi kuda-kuda pertahanan Pria itu meminta Andi untuk melakukan serangan.


"Ayo serang gue Andi." Ujarnya menantang.


Andi tersenyum tipis sambil menatap pada posisi pertahanannya lawan.


"Gua tau apa yang akan di rencanakan Pria itu, sebaiknya gua bikin lagi serangan tipuan pada Pria itu." Batin Andi bermonolog.


Sambil tersenyum tipis Andi berkelebat melepasakan pukulan tangan kanannya, ternyata duga'an Andi tidak meleset, pria itu langsung berkelit kesamping kiri hendak menggunting serangan Andi.


Tapi Itu semua cuma sebuah serangan tipuan, dengan Cepat Andi menarik tangan kanannya sambil menggeserkan kaki ke samping kanan di sa'at itu pula Andi mendorong tubuhnya sembari memasukan elbo tangan kirinya, yang di susul pitingan tangan kanan ke arah pelipisan.


Buk


Buk


Deeaassss...


Jeregjeg, Pria itu terdorong sempoyongan, maka patahlah sudah serangan pria itu, Andi tidak memberikan lagi celah pada pria itu untuk bergerak.


Secepat kilat Andi melompat, tidak bisa di hindari lagi pukulan tinju bumi melesat menghantam kepala Pria itu.


Hiuuuukkkkk


BRUUUUGGGHHHHH


Auuuggghhh.....

__ADS_1


Jerit kesakitan bersama'an dengan terpentalnya tubuh pria itu beberapa meter, jatuh terkapar tidak berdaya lagi.


Setelah itu Andi menoleh pada Konta dan si Gery yang lagi berdiri menyaksikan duel dirinya dengan Pria itu.


__ADS_2