Andi Nayaka Titisan Si kidal

Andi Nayaka Titisan Si kidal
Eps 121


__ADS_3

Andi berjalan sambil memikul dagangan es cincau menuju jalan yang datar.


Setelah Andi tiba di jalanan yang datar, Andi berteriak memanggil Konta.


"Dek sekarang kamu bawa si bapak itu naik motor mu." Panggil Andi pada Konta.


"Lalu motor Abang gimana." Jawab Konta bernada keras karena jaraknya lumayan agak jauh.


"Nanti biar abang yang ambil." Ujar Andi.


"Baiklah kalau begitu." Tukas Konta.


Kemudian Konta menyalakan motornya, dan meminta pak tua untuk naik pada motornya.


"Ayo pak naik, biar Bapak tidak harus jalan kaki." Ajak Konta.


"Biar nak, Bapak jalan kaki aja." Tukas pak tua.


"Ayo naik pak." Paksa Konta.


Akhirnya Pak tua naik pada motornya Konta dan duduk di jok belakang.


Lalu Konta pun menarik gasnya, dan motor melaju menaiki jalan yang menanjak.


Setibanya di Jalan yang datar, Konta berhenti dan pak tua langsung turun dari motornya Konta.


"Terima kasih nak kalian sungguh baik sekali, semoga kebaikan kalian berdua di balas oleh Allah Subhanahu wata'ala berlipat ganda." Ujar lelaki tua itu.


"Iya pak sama-sama, Amiiin, dan semoga dagangan bpak sampai terjual habis, jadi berapa semuanya pak?." Tanya Andi.


"Semuanya jadi Lima puluh Enam Ribu nak." Jawab Pak tua.


Kemudian Andi mengeluarkan dompetnya, dan di cabut selembar uang senilai seratus ribu rupiah.


"Ini pak." Tukas Andi sambil memberikan uang untuk membayar delapan porsi es cincau.


"Waduh nak pakai uang pas aja, bapak belum dapat uang untuk kembaliannya." Timpal Pak tua.


"Ya sudah ambil aja kembaliannya buat bapak." Ujar Andi.


Nampak tersirat di wajah lelaki tua itu, suatu kebahagiaan yang tidak terhingga.


"Terima kasih ya Allah, engkau telah mempertemukan hamba dengan orang baik." Batin Pak tua.


"Terima kasih nak, kebaikanmu akan selalu Bapak ingat, dan semoga Allah menggantinya lebih dari pada itu." Lanjut Pak tua sambil memberi sungkem pada Andi.

__ADS_1


"Sudah Pak Bapak tidak usah berlebihan begitu, mungkin ini semua sudah rijki bapak dari Allah melalui tangan saya." Ujar Andi sambil memegang Kedua bahu lelaki tua itu meminta untuk berdiri.


Di kedua kelopak mata lelaki tua, nampak sebutir air bening, keluar melewati kedua pipinya yang nampak keriput, dan jatuh menimpa aspal jalan, merasa terharu akan kebaikannya Andi.


"Ternyata di jaman yang sudah serba modern ini, masih ada orang baik." Batin Pak tua.


Selepas itu Andi dan Konta langsung pamit untuk melanjutkan lagi perjalanannya pulang ke Bandung.


Lelaki tua itu terus memandang Andi dan Konta, dengan kedua netranya yang nampak berkaca-kaca.


"Ya Allah lindungilah kedua orang itu, dari segala mara bahaya, dan limpahkan lah selalu rijkinya dan kabulkanlah segala maksud dan tujuannya." Gumam lelaki tua itu sambil terus memandang Andi dan Konta sampai hilang di telan jarak yang semakin menjauh.


Sementara Andi dan Konta sudah sangat jauh melaju meninggalkan Lelaki tua itu.


Pukul 16:00


Andi dan Konta sudah keluar dari wilayah kabupaten Ci Anjur, dan sudah memasuki wilayah kabupaten Bandung barat.


Motor masih terus melaju di jalanan yang membentang memasuki pusat Kota.


Tidak lama kemudian, mereka telah sampai di Jalan simpang tiga, Jalan yang mengarah, lurus Jalan Delima; ke kiri Jalan Mengkudu dan ke kanan Jalan Angkasa.


Andi dan Konta terus saja melaju lurus ke Jalan Delima Raya.


Ketika Andi dan Konta lagi melaju memasuki Jalan Delima, salah satu dari anggota geng Victor berteriak.


"Andi Bos."


"Mana?." Tanya Victor.


"Itu yang barusan kedua motor Yamah Rx king itu." Jawabnya.


Victor langsung bergegas memburu pada motornya sambil menyerukan pada anggotanya.


"Ayo kita kejar." Teriak Victor memberi komando pada seluruh anggotanya.


Para kawanan Victor langsung bergegas pergi memburu pada kendara'annya masing-masing.


Bisingnya suara yang keluar sari selongsong knalpot, membuat Andi dan Konta, menolehkan pandangannya ke belakang.


"Waduh Bang, sepertinya itu kawanan manusia berandal yang tempo lalu kita habisi." Ujar Konta.


"Iya Benar, dan pimpinannya itu yang wajahnya penuh dengan bulu-bulu, namanya Victor, biarkan saja mau apa mereka, tidak ada kapok-kapoknya." Tukas Andi.


Andi nampak tenang, kemudian tiba-tiba Andi membalikan motor menghadap pada Victor dan kawanannya yang lagi melaju ke arah Andi.

__ADS_1


Sebelum Victor dan para kawanannya datang mendekati Andi.


Andi mengedipkan netranya, memberi isyarat konta pun langsung mengerti.


Setelah itu Andi dan Konta mengocok gasnya dengan menggeberkan, kemudian di tariknya gas pool, motor Andi dan Konta melaju dengan sangat cepat menyongsong kawanan Victor


Sontak saja Viktor dan para kawanannya merasa kaget dengan akdinya Andi dan Konta, melqjukan kendara'annya begitu kencang.


Victor dan kawanannya langsung berhamburan melompat dari sepeda motornya karena melihat Andi yang bevitu nekad dan bringas.


Ketika Victor dan kawanannya berhamburan menghindari motornya Andi dan Konta, dengan skill yang luar biasa Andi pun langsung menekan rem depan, dengan indahnya bagian belakang sepeda motor Andi dan Konta langsung naik dalam posisi nungging yang lumayan cukup lama.


Victor dan kawanannya sampai terbelalak melihat ke piawaiannya Andi dan Konta.


Kemudian Andi dan Konta menurunkan lagi bokong motornya, lalu di setandarkan sambil melangkah turun dari motornya sambil berkata.


"Hahaha, ternyata Geng Victor cuma mental tempe baru segitu saja sudah berhamburan, kaya belalang di tengah sawah." Ujar Andi sambil menoleh pada Konta.


Mendengar perkata'an Andi yang sudah menghina dirinya, Victor langsung melangkahkan kakinya mendrkati Andi.


"Jaga bacotmu Andi, sehebat apapun elo, gue tidak akan pernah padam untuk membalaskan dendam gue pada elo bangsat." Tunjuk Victor.


"Ooh rupanya Victor yang kemarin telah ompong taringnya, kini sudah mulai tumbuh runcing kembali." Ejek Andi.


"Setan alas." Sahut Victor mau mnyerang Andi tapi mendadak kandas, ketika Andi berkata sambil menahannya dengan mengangkat kedua telapak tangannya.


"Aeet..Sabar dulu dong, masalah berantem gampang, ada satu pertanya'an dari gua untuk elo." Ujar Andi.


"Ah banyak bacot lo." Geram Victor.


"Aeet, sabar dong, kalau pertanya'an gua sudah elo jawab, gua akan meladeni kemauan elo'." Ujar Andi.


"Emang elo mau tanya apa sama gue, cepetan gue sudah gak sabar ingin menghabisimu." Tukas Victor.


"Baiklah kalau begitu."


"Kenap elo sampai dendam sama gua, apa kesalahan gua?." Tanya Andi.


"Karena gua benci sama lo'." Jawab Victor sambil menatap penuh dengki.


"Oh begitu, apa elo masih punya iman?." Tanya Andi.


"Ada sedikit." Jawab Victor.


Konta sampai cengengesan melihat argumen Andi dan Victor seperti lagi bergurau.

__ADS_1


__ADS_2