
Setelah itu Andi melajukan motornya kembali ke Gang Si'iran guna menemui Toglo.
Sedangkan konta masih asik ngobrol menemani Gito.
Kini jalan ketupat sudah mulai normal kembali, laju kendara'an pun sudah seperti biasa.
Tidak lama kemudian Andi telah sampai di depan bengkel, lalu melangkah turun dan memanggil Toglo.
"Paman Toglo sini." Panggil Andi pada Toglo.
Toglo pun langsung bergegas keluar dari ruangan oprasional, berjalan menemui panggilan Andi.
"Ada apa? Nak Andi?." Tanya Toglo.
"Paman duduk dulu, ada hal penting, tapi kalau bisa gimana kalau di rumah paman." Ujar Andi.
"Lha.. Terus gimana dengan kerja'an Paman." Tukas Toglo.
"Ya sudah tinggalin aja dulu, Paman jangan kuatir masalah kerja'an kan ada Om Gio, om Asep dan om Peri." Ujar Andi
"Baiklah kalau begitu." Jawab Toglo.
Setelah itu Andi langsung menyalakan motornya, yang di ikuti oleh Toglo.
Kini kedua motor Yamaha Rx king melaju menelusuri panjangnya jalan Gang Si'iran,
kemudian berbelok ke kiri munuju Gang Sawah.
Setibanya di depan rumah, Toglo dan Andi melangkah turun dari motor.
Kemudian Toglo mengajak Andi masuk.
"Ayo nak Andi masuk." Ajak Toglo pada Andi.
Toglo pun langsung memanggil Istrinya.
"Mah Bawakan air minum, ada nak Andi." Panggil Toglo pada Wulan.
Selang beberapa menit, wulan datang membawa dua gelas air putih.
"Eeh ada tamu rupanya, apa kabar nak Andi?." Tanya Wulan.
Lalu Andi pun mengulurkan tangannya memberi salam.
"Alhamdulillah kabar baik bibi." Ujar Andi.
Setelah itu Wulan berkata.
"Ma'af ya, Bibi tinggal dulu, itu lagi ngupasin jagung belum kelar." Ujar Wulan.
__ADS_1
"Oh iya Bibi silahkan, baru panen ya." Tukas Andi.
"Cuma panen kecil-kecilan, lumayan buat jajan Ali." Ujar Wulan sambil melangkah pergi ke belakang.
Sementara Toglo yang merasa penasaran dengan ajakannya Andi, lalu bertanya.
"Sebenarnya ada apa nak Andi, seperti penting sekali?." Tanya Toglo.
Kemudian Andi membeberkan ceritanya, masalah bengkel di jalan ketupat yang mengalami penurunan yang sangat drastis, dan di temukannya buntelan kain putih yang di kubur di bawah plesteran.
"Nah begitu Paman." Ujar Andi.
"Lalu mana buntelan itu." Pinta Toglo.
"Masih di motor, sebentar aku ambil dulu." Tukas Andi sambil beranjak bangkit dari tempat duduknya lalu berjalan keluar untuk mengambil buntelan tersebut yang masih tergantung di setang motor.
Tidak lama kemudian Andi kembali dan memberikan buntelan tersebut.
"Ini Paman." Ujar Andi.
Toglo sampai terkejut begitu melihat buntelan itu.
"Astagfirullah hal adzim." Kata Toglo.
Andi pun merasa heran, begitu melihat Toglo sampai terkejut.
"Itu tanah kuburan yang masih baru nak Andi, pantesan saja bengkel jadi sepi pelanggan, rupanya ada orang yang mencoba ingin menjatuhkan bisnismu nak Andi." Ungkap Toglo.
"Ina lilahi, mungkinkah dari usaha yang sama atau sengaja ada orang dengki yang mau menjatuhkan usahaku Paman." Ujar Andi.
"Iya buntelan ini datang dari saingan usahamu." Jelas Toglo.
"Siapa kiranya orang yang sudah dzolim itu paman?." Tanya Andi penasaran.
"Ma'af nak Andi Paman tidak bisa menyebutkan orangnya." Jawab toglo.
"Kenapa paman." Desak Andi.
"Itu pantangannya nak Andi, cuma paman akan memberi sedikit petunjuk padamu." Ujar Toglo.
Sebentar ya nak Andi, Paman akan membawa buntelan ini ke ruangan tempat Paman bermeditasi." Ujar Toglo.
"Iya paman." Tukas Andi.
Kemudian Toglo pun membawa buntelan tersebut yang di bungkus oleh kantong plastik untuk di telusuri melalui media gaib.
Toglo memasuki ruangan kecil, lalu duduk bersila setelah buntelan itu di bukanya.
Toglo yang sudah menguasai ilmu kebatinan dari ki Parta.
__ADS_1
Memusatkan pikirannya sambil memejamkan kedua netranya, untuk masuk kedunia lain, karena Toglo mengetahui mahluk yang menunggu di bengkel itu, sosok mahluk tinggi besar.
Nampak terlihat Toglo seperti membelah raganya, sosok Toglo keluar dari jasad Toglo yang lagi duduk bersila, melayang pergi kesebuah tempat di mana mahluk itu berasal.
Toglo kini telah sampai di sebuah keraja'an jin iprit, ke datangan Toglo di keraja'an jin terasa panas, Banyak rakyat jin yang menjerit kesakitan seperti terbakar.
Raja jin itu sendiri bisa merasakan kesaktian dari Toglo, lalu melesat keluar dari keraton menemui Toglo yang lagi berdiri di luar keraton.
"Hai manusia hentikanlah, jangan sakiti rakyatku." Ujar raja jin.
"Saya akan hentikan bila suruhanmu itu pergi dari bengkel Nasi Motor di jalan ketupat, atau akan saya bakar keraja'an ini." Bentak Toglo.
"Tapi kami sudah bersumpah pada manusia itu, selama dia masih melaksanakan segala permintaanku, kami akan tetap diam di bengkel itu." Ujar Raja jin tetap setia pada manusia yang berwatak iri dan dengki.
"Kalau begitu, anda dan rakyat anda akan saya bakar." Ujar Toglo sambil mengeluarkan cahaya merah dari dalam tubuhnya, melesat membakar setiap tempat di keraja'an jin.
Rasa panas yang di rasakan semakin kuat, di tambah getaran hebat yang menggoncang keraja'an.
Sang Raja jin tidak terima bila negaranya di obrak abrik oleh bangsa manusia.
Dengan gerakan yang sangat cepat raja jin itu langsung melepaskan kekuatannya pada Toglo.
Toglo pun telah anti sipasi sebelumnya, ketika kekuatan Raja Jin melesat ke arahnya, dengan cepat Toglo melepaskan Tasbeh mutiara sakti yang di dapatnya dari hasil tirakat yang ia pelajari dari kitab Kuno pemberian ki Parta.
Gelombang kekuatan dari Raja jin saling berbenturan hebat dengan krkuatan Tasbeh mutiara Sakti, sehingga terciptalah daya ledak yang begitu mengerikan.
Raja jin sampai terpental jauh, tidak kuasa menahan kekuatan suci dari Tasbeh Sakti.
Epek dari benturan kekuatan itu sampai menggoncangkan keraton Jin iprit.
Para hulu balang dan dayang-dayang keraja'an nin berlari keluar memburu pada Toglo untuk menghentikan amarahnya.
"Tolong hentikan manusia kami menyerah, kami berjanji tidak akan lagi mengganggu dan mengusik anak manusia." Teriak para hulu Balang dan mantri-mantri keraja'an Jin.
Toglo pun langsung menarik kembali kekuatan tasbeh saktinya itu.
"Saya tidak percaya pada para jin yang suka ingkar Janji." Tukas Toglo.
"Iya benar manusia kami tidak akan lagi menggagngu anak manusia." Ujarnya.
"Baiklah, kalau begitu saya pegang janji kalian, apabila kalian mengganggu manusia lagi mau kah kalian aku sumpah." Ancam Toglo.
"Iya."
"Kalian semua saya sumpahin, bila kalian mengganggu lagi anak manusia, maka seluruh rakyat dan keraja'anmu akan hancur di bakar cahaya matahari." Ujar Toglo mengeluarkan sumpah untuk para Jin.
Karena para jin sangat takut dengan sumpah, maka dari itu para jin tidak akan lagi berkau Dzolim pada manusia bila sudah memegang sumpah.
Setelah itu Toglo pun melesat pergi meninggalkan keraja'an Jin iprit.
__ADS_1