
Andi terus melaju dengan cepat, mengejar motor Yamaha Vixion sebagai pelaku tindak kejahatan.
Andi hampir kehilangan jejaknya, tapi ia terus melaju dengan kencang.
Pada akhirnya samar-samar Andi melihat target dengan nomor polisi yang sama, seperti yang polisi sebutkan.
"Itu dia, mau lari kemana lo'." Gerutu Andi.
Weng weeeernngg....
Andi melaju dengan sangat cepat sekali, menyalip masuk ke kiri dan masuk ke kanan demi mengejar target yang sudah berada di depannya.
Kejar-kejaran antara motor Yamah Rx king dan Vixion menjadi tontonan para pengguna jalan yang lain.
Yang di kejar malah semakin cepat melajukan kendara'annya.
Yamaha Vixion nampak berbelok ke kiri memasuki kawasan jalan yang sepi.
Andi pun terus ngegas pool dan menaikan speednya.
"Woi berhenti." Teriak Andi.
Tapi sang pengemudi motor Vixion tidak menghiraukan perkata'an dari Andi, ia semakin cepat melaju.
Tapi Andi bukan anak kemarin sore yang baru bisa belajar melajukan kendara'annya.
Ketika medan yang di lalaui menikung dengan tajam, Andi bukannya menurunkan speednya malah ia semakin kencang ngegas, nampak percikan kembang api tercipta ke tika sebuah step bergesekan dengan jalan.
Perepet...perepeet
Suara gesekan dari besi step dan jalanan yang menimpulkan percikan kembang api, membuat merinding orang-orang yang melihatnya.
Tidak lama kemudian Andi sudah bisa menyalip motor yamaha Vixion tersebut, dan langsung mengguntingnya.
Motor Yamaha Vixion itupun berhenti, dan melangkah turun.
Begitupun Andi langsung turun sambil melemparkan ujarannya.
"Sekarang lo' ikut gua ke kantor polisi." Ujar Andi.
Dengan gaya pertentang-pertenteng lelaki itu berjalan mendekat pada Andi.
"Bangsat siapa lo' mau jadi pahlawan rupanya." Tukasnya.
"Bukan gua so' pahlawan, tapi perbuatan lo' sudah merugikan orang, dan lo' harus bertanggung jawab atas perbutan lo' itu yang mengakibatkan orang terluka.
"Bodo amat itu bukan urusan gue bangsat heaaa..." Sungutnya sambil berteriak melakukan serangannya pada Andi.
Perkelahian pun terjadi, sang pengemudi Vixioan menyerang Andi dengan sangat garang.
Andi menepisnya dengan guntingan kedua tangannya, di iringi dengan sabetan kaki kanannya Andi untuk melemahkan kuda-kuda pertahanan.
Hiuuuukkk
Jekuuukkk
__ADS_1
Kaki Andi menghantam lutut bagian belakang, otomatis pertahanan lawan menjadi pincang, dari situ Andi memasukan pukulan elbonya.
Jebroooddd..
Elbo yang begitu keras bersarang di tulang rahangnya.
Jeregjeg.
Pria itu itu hilang keseimbangannya, seperti mau jatuh.
DUK
Duk
Duk
Deeeaasss....
Andi melompat sambil menghujani pria itu dengan pukulannya secara bertubi-tubi.
Gubrrakkk
Pria itu terjatuh. Andi langsung melompat memburu pria itu, sambil menjambah kerah bajunya.
Seiring dengan itu terdengarlah suara Alarm dari mobil polisi mendekat ke arah dimana Andi yang lagi berduel dengan penjahat buronannya polisi itu.
Selang beberapa menit mobil pilisi itupun datang, lalu tiga anggota polisi keluar dari dalam mobil langsung memburu pada se orang pria yang berhasil Andi lumpuhkan.
Kemudian salah satu dari anggota polisi langsung memborgol kedua tangan pria itu.
"Nama saya Andi Nayaka Pak." Jawab Andi.
"Bela dirimu sangat hebat, mengingatkan saya pada seseorang yang pernah melegenda dalam memberantas para pelaku kriminal." Ujar pak polsi.
"Bapak terlalu berlebihan memuji saya, mungkin hanya kebetulan saja, orang yang saya lumpuhkan tidak bisa bela diri." Tukas Andi.
"Tidak nak Andi, skill bela diri kamu sangat luar biasa, ya sudah kami bawa pergi dulu orang itu untuk di adili sesuai hukum yang berlaku." Timpal Pak Polisi.
"Oh iya pak, silahkan." Tukas Andi.
Setelah itu, polisi itu pun undur diri dari hadapan Andi, dan langsung melaju dengan mobil patrolinya.
Ketika mobil polisi itu pergi, Andi baru ingat dan berlari hendak bertanya sesuatu.
"Pak pak polisi tunggu." Panggil Andi.
Tapi mobil itu terus melaju dengan cepat, Andi hanya terdiam sambil memandang kepergian mobil polisi tersebut.
"Gua penasaran, siapa ya yang di maksud pak polisi tadi." Batin Andi menggerutu.
Kemudian Andi langsung menyalakan lagi motornya, dan langsung melaju dengan kencang di sepanjang jalan kecil yang sepi, hanya satu dua kendara'an saja yang melewati jalur itu.
Tidak lama kemudian Andi telah tiba di lampu merah Jalan Angkasa.
Andi menghentikan laju kendara'annya menunggu lampu hijau menyala.
__ADS_1
Setelah seratus dua puluh detik Andi menunggu, akhirnya lampu hijau yang arah ke Jalan Delima raya telah menyala.
Berbagai kendara'anpun mulai melaju, begitu pula Andi langsung menarik gasnya.
Motor kini telah melaju dengan kencang menelusuri Jalan Delima.
Tidak lama kemudian Andi telah sampai di Gang Si'iran.
Andi menurunkan speed lajunya kendara'an karena takut mengganggu pada warga yang sedang beristirahat setelah seharian melakukan aktipitasnya.
Setibanya di depan gerbang rumahnya, Andi menyalakan klakson.
Tid tidid.
Jaroni yang lagi Jaga, langsung sigap membuka pintu gerbang tersebut.
Andi melaju memasuki halaman rumahnya dan langsung memasuki garasi di samping mobil Pajero.
Andi melangkah turun dari motornya, lalu berjalan menuju bangku bedi sambil menyapa pada Jaroni.
"Selamat malam Paman." Sapa Andi.
"Malam juga Bos, dari mana nih, malam begini baru pulang?." Tanya Jaroni.
"Habis berkunjung ke rumah teman Paman." Jawab Andi.
"Oh iya Paman, Paman Sudah ngopi belum?." Andi balik bertanya.
"Sudah tadi pas datang." Jawab Jaroni.
"Sekarang Paman mau ngopi lagi gak?." Tanya Andi.
"Boleh." Jawab Jaroni singkat.
"Bentar ya aku bikinin dulu." Ujar Andi sembari beranjak bangkit dari tempat duduknya, lalu tungkai kakinya di langkahkan memasuki ke dalam rumah.
Beberapa menit kemudian. Andi datang dengan membawa dua gelas kopi.
"Ini kopinya Paman." Ujar Andi sambil menurunkan dua gelas kopi di meja.
"Iya Bos terima kasih." Tukas Jaroni.
"Oke sama-sama, oh iya, bentar ya ku ambil dulu buat cemilannya." Ujar Andi.
Malam pun sudah menunjukan pukul 22:00, Andi dan Jaroni duduk sambil menikamti dinginnya angin malam dengan segelas kopi dan makanan cemilan.
Ke esokan harinya.
Pukul 06:15 menit.
Suasana di jalan nampak sepi kendara'an, berhubung hari minggu, hanya orang-orang yang mau belanja ke pasar untuk keperluan kebutuhan hidup yang mulai memadati pasar sayur-sayuran.
Di Gang Si'iran, di penuhi oleh para pemuda yang berolah raga, dan di setiap lapangan yang kosong ibuk-ibuk sudah mulai kumpul untuk senam pagi.
Begitupun Andi melakukan pelemasan otot dengan berolah raga push up dan lari-lari kecil di sepanjang jalan Gang Si'iran.
__ADS_1
Nampak keringat telah membasahi kaos Andi, terlihat ototnya yang kekar nampak terukir di pakaiannya yang basah oleh keringat.