Andi Nayaka Titisan Si kidal

Andi Nayaka Titisan Si kidal
Eps 152 Bangkit nya the famili Gang Si'iran.


__ADS_3

Pesatnya perkembangan industri di dunia yang serba modern, dan banyaknya pengangguran di setiap wilayah, karena segala bidang pekerja'an hampir semua menggunakan tenaga mesin.


Hanya perusaha'an-perusaha'an kecil yang masih menggunakan banyak tenaga manusia.


Panasnya terik cahaya matahari se akan membakar kulit. Mungkin karena sudah menipisnya lapisan ozon, karena banyaknya indudustri-industri di muka bumi.


Atau mungkinkah karena usia dunia yang sudah tua, yang sudah berada di ujung tanduk akhir jaman.


Pukul 16:00


Suhu masih terasa agak panas, sepanasnya suasana di pusat jantung kota.


Para preman semakin meraja lela, bikin ulah sesuka hatinya, membuat aturan sendiri, memalak setiap pedagang dan para pengunjung toko, mall dan lain sebagainya.


Para petugas kepolisian mulai memperketat oprasi dua puluh empat jam, demi kenyamanan dan ketentraman masyarakat khususnya para pedagang.


Seringnya terjadi perkelahian antar Preman dan Geng-Geng karena memperebut kan daerah dan wilayah kekusa'an.


Kota yang dulu di kenal sangat ramah tamah, kini menjadi kota yang gersang, sering terjadinya pembunuhan di setiap sudut-sudut kota.


Hingga di Suatu malam antar dua kelompok, telah bentrok, mungkin sudah di rencanakan sebelumnya


Mereka saling serang, baku hantam sampai di antaranya ada yang kalah dan menyerah.


Para petugas kepolisian pun sampai kewalahan dalam menangani antar dua kubu yang berseteru, hingga pada akhirnya para polisi pun harus mengeluarkan tembakan ke udara, sebagai tanda peringatan


Adapun di antara dua kubu yang tidak menghiraukan tembakan peringatan dari pihak berwajib.


Dengan sangat terpaksa polisi pun harus mengeluarkan timah panasnya pada mereka yang mencoba memberi perlawanan.


.........................


Di suatu hari.


Tepatnya pada hari minggu, ketika Andi, Abeng, Erik dan Konta lagi asik duduk sambil minum kopi di jalan simpang tiga.


Mendapat laporan dari Gito melalui chat yang masuk di whatssap nya, bengkel Nasi motor yang berlokasi di Jalan Ketupat hancur di acak-acak oleh sekelompok oknum yang tidak dikenal.


Tanpak berpikir lagi Andi dan ketiga kawannya langsung tancap gas menuju Jalan Ketupat.


Tidak lama kemudian Adndi dan kawan-kawan telah tiba di depan bengkel Nasi Motor.

__ADS_1


Sebuah bengkel yang di rintis oleh Nandi Suryaman ayahnya Andi Nayaka.


Andi memerah wajahnya ketika melihat Pintu Rolling door yang jebol serta barang-barang banyak yang hilang, yang di perkirakan Andi mendapat kerugian puluhan juta rupiah mungkin pula ratusan juta.


"Kurang ajar, siapa kiranya yang telah menghancurkan usaha gua, ini tidak boleh di diamkan." Napsu Andi mulai mencuat.


Badan Andi nampak bergetar menahan amarah yang sudah mulai meninggi.


Kemudian Abeng dan Erik mencoba meredam amarahnya Andi.


"Coba tenang kan dulu emosimu An, kita cari dulu sumbernya dari mana." Ujar Abeng.


"Iya An, kita tanya pada satpam yang jaga bagian malam kemarin, soalnya menurut berita dari sumber media hampir semua wilayah kota ini mengalami hal seperti yang elo alami sekarang." Ujar Erik mendinginkan suasana hati Andi.


Baru saja Andi, Abeng dan Erik serta Konta mau melangkah untuk menanyakan masalah bengkelnya yang hancur, Gito datang dengan mengendarai motor Rx kingnya.


Gito melangkah turun dari motor, dan berjalan menghampiri Andi dan kawan-kawan.


Ketika melihat bengkel tempat ia bekerja, Gito langsung naik vitam.


"Bangsat siapa orangnya yang telah menghancurkan bengkel ini, ini tidak bisa di biarkan, gua harus bikin perhitungan, ini bengkel di rintis oleh sahabat gua, dan tempat the famili Gang Si'iran mencari sesuap nasi." Murka Gito sambil mengepalkan jari jemari tangannya.


Setelah itu Gito melakukan pemotretan, kemudian ia kirimkan pada the famili Gang Si'iran di via whatssap.


Singkat cerita.


The famili Gang Si'iran sudah pada kumpul di jalan ketupat.


Dan Jaroni yang sudah pulih kembali dari lukanya datang bersama Toglo.


Pas mereka melihat bengkel yang di rintis oleh Nandi telah hancur, Toglo, Jaroni, kamal, Astuti, Hasan dan Pandi langsung geram, Gairah bertarungnya kini mulai lagi berkobar.


"Coba kamu terawang glo, siapa kiranya yang sudah berlaku keji ini." Ujar Pandi.


"Ini sudah sangat ke terlaluan, gua janji akan ku patahkan tulangnya satu persatu." Gerutu Toglo.


"Ada-ada saja masalah, kemarin bengkel sepi, pas sudah ramai bengkel jadi hancur, apa mungkin masih ada hubungan dengan masalah yang kemarin." Celetuk Astuti.


Kemudian Andi masuk kedalam ruangan, untuk membuka cctv.


Tapi apa yang terjadi cctv telah terputus.

__ADS_1


"Kurang ajar rupanya pelaku telah memutuskan cctvnya." Ujar Andi.


"Oh iya Bibi, kemarin malam siapa yang bagian jaga malam?." Tanya Andi pada Astuti.


"Pak sodik, tapi pak sodik gak masuk, kemarin ijin mau ngantar dulu berobat istrinya." Tukas Astuti.


"Berarti kosong gak ada yang Jaga?." Lanjut Andi bertanya.


"Iya." Jawab Astuti singkat.


"Gimana kalau cek di Cctv kantor." Usul Pandi.


"Cctv di kantor gak ada yang mengarah ke jalan, cuma di area parkiran dan pintu masuk." Cetus Astuti.


"Oh iya ya, apalagi pagarnya sangat tinggi." Ujar Pandi baru ingat.


Setelah itu Andi danToglo serta yang lainnya, mencari jejak dari kejadian itu untuk di jadikan bukti untuk memperkuat siapa kiranya yang sudah berlaku keji.


Kini jalanan mulai di penuhi oleh kendara'an roda dua Merk Yamaha Rx king.


the famili Gang Si'iran kini telah turun lagi ke jalanan.


Orang-orang yang melihat Para famili Gang Si'iran sampai turun lagi kejalan , sampai bertanya-tanya, seperti halnya enam lelaki paruh baya yang lagi pada ngopi di warung sampai bertanya-tanya.


"Anak Gang Si'iran beserta para senior turun kejalanan ada apa ya." Ujarnya.


"Sepertinya akan ada peraang nih." Celetuk yang lainnya.


"Saya rasa madih ada sangkut paut nya sama huru hara kemrin malam nih." Tukasnya.


"Bisa jadi begitu."


"Tapi sayangnya Bang kidal telah tiada, coba aja beliau masih hidup, pasti tambah mencekam suasana di kota ini."


"Ya kita doakan aja, semoga orang-orang jahat itu di sadarkan dari kekeliruannya."


Amiiiiin." jawabnya serempak.


Andi dan para pamili Gang Si'iran terus melakukan impormasi tentang kerusuhan yang terjadi kemarin malam itu, hingga banyak korban yang mengalami kerugian khususnya pada para pedagang serta Andi juga kena imbas dari kerusuhan tersebut.


Setelah sekian lama mereka mencari para perusuh itu akhirnya, Andi dan para family Gang Si'iran telah mendapat keterangan yang jelas dan akurat.

__ADS_1


Dari beberapa sumber yang Andi dapatkan semua impormasi sama bahwa sang perusuh yang meruksak toko dan bengkelnya bukan dari para preman melainkan dari sebuah kelompok Geng yang memanipulasi keada'an.


__ADS_2