
"Aku gak mau nyari pacar dulu Danu, aku ingin menjaga adik perempuan aku dulu. Apalagi ibuk aku juga sedang mengandung adik ketiga kami, aku ingin selalu disisih mereka nantinya. Jika aku udah punya pacar aku akan lebih mementingkan dia daripada keluarga aku, aku gak mau itu. Kewajiban aku sebagai anak laki-laki untuk menjaga keluarga dari apapun itu, jelas Fiki yang sedikit kemarahan karena tawaran dari Danu menurutnya tidak masuk di akal untuk saat ini. Apalagi dia juga baru mau kelulusan pastinya belajar yang utama bagi mereka semua.
"Kamu itu ya kalau aku kasih saran mesti gak pas di hati kamu Fiki, seru Danu sambil mengunyah permen karet yang sedari tadi ia makan itu. Udah lah Fiki aku ikut apa yang terbaik buat kamu aja yang penting aku juga ingin kamu dan adik kamu bahagia selalu. Karena tak ada hasilnya jika yang dikasih tau selalu melawan seperti Fiki itu.
Tet, tet, tet, suara bel masuk dan guru yang akan mengawasi latihan tes pun sudah tiba.
__ADS_1
"Anak-anak ibuk minta kalian tertib ya dalam mengerjakan, biar kalian bisa tau kemampuan kalian sampai dimana, kata ibuk guru sebelum menyuruh membaca doa dan memulai.
"Ya buk, sahut anak-anak serempak. Akhirnya setelah guru tadi mengucapkan peringatan tadi mereka langsung berdoa dan memulai mengerjakan tugas masing-masing. Tanpa ada yang menyontek akhirnya soal yang ada didepan Fiki sudah beberapa soal yang bisa terjawab. Walaupun pikirannya sudah sangat ingin cepat selesai tapi jujur dia juga masih memikirkan tentang perkataan Danu yang tadi tentang Naura itu.
Akhirnya soal yang dikerjakan Fiki telah usai dan akhirnya ia bisa keluar kelas dan menuju ke kelas adiknya sambil melihat Naura dari balik jendela yang masih bisa memperlihatkan wajah cantik Naura begitu jelasnya. "Kenapa kamu hanya melamun Naura, apa benar yang dikatakan Danu jika kau ternyata memiliki seseorang yang kau kagumi sampai-sampai kau menjadi seperti ini, batin Fiki yang sedikit binggun dengan pikiran Naura saat ini yang tak mau terbuka dengan kakaknya itu.
__ADS_1
Tet, tet, tet .. suara bel tanda istirahat berbunyi sang siswa berbondong- bondong langsung keluar kelas terutama teman- teman sekelas Naura itu. Ada yang tak kunjung keluar yaitu Naura yang masih melamun dalam lamunannya. Mungkin kalau ia di kagetkan orang bisa kaget dan teriak.
"Ehm,, ucap Fiki yang duduk di dekat adiknya itu.
"Eh, ada apa kak, sahut Naura yang terputus karena dibungkam oleh Fiki yang tak ingin ia di panggil dengan sebutan kakak, agar jika yang lain tau ia kakaknya dia akan berusaha mendekati Naura beda kalau semuanya tau jika dia itu cowoknya pasti akan takut mendekatinya lagi.
__ADS_1