
Malam ini akhirnya Fiki tidur sambil memeluk istrinya di ranjang rumah sakit yang kecil itu. Setelah makan jasuke dan bubur yang disiapkan oleh rumah sakit Naura minta untuk istirahat dulu. Jika tak ada pak ojek online yang membuat Fiki membeli jasuke tadi mungkin ia masih di luar sana yang membelinya. Jasa yang tak terlihat tapi mampu membuat ia bahagia karena bisa membuat semua kebutuhannya tersedia. Jadi ia memberikan tips lebih untuk pak kurirnya tadi.
Sebenarnya saat ini baru pukul 21.00 yang mana Naura malah sudah terbangun dari tidur habis minum obat tadi. Pas saat itu ia mendengar telfonnya milik suaminya berbunyi. Suara tangisan kedua anaknya yang saat ini menanti kedatangan kedua orangtuanya itu.
"Ayah kok belum pulang sih Yah. Oca sama Oci kangen ibuk sama Ayah kapan pulang, tangisan mereka yang mampu membuat Naura yang baru saja bangun bisa langsung seperti sehat kembali. Karena hanya anaknya yang membuat ia bisa seperti ini. Jika buka karena kondisi Naura yang belum bisa pulih mungkin mereka sudah bisa berkumpul lagi.
",Iya sayang tunggu besok ya kami akan pulang. Ibuk sama Ayah baru periksa Adek bayi belum mau pulang katanya. Jadi buat Oci tolong jagain Adek kamu ya, ucap Ayah Fiki tapi tetap aja mereka masih menangis.
", Maafkan ibuk sayang, karena ibuk kalian jadi kesepian". Sungguh hati ibuk mana yang bisa tenang melihat anaknya menangis, alhasil Naura ikut menagis juga.
__ADS_1
Karena melihat ibuknya juga ikut menangis akhirnya Oca menenangkan agar ibuknya baik-baik saja tanpa memikirkan mereka yang sudah besar itu.
", Ibuk maafkan kami semoga ibuk lekas pulih dan bisa pulang ya buk. Kami disini akan mendoakan ibuk yang terbaik kok, dan kami anak yang kuat jadi Ayah sama ibuk harus buktikan cepat pulang ibuk. Ya udah buk kami pamit istirahat dulu ya buk. Oya kami tadi dapat juara 2 lho Ayah, ibuk. Kami dapat piala besar banget buat Adek ya. Jadi ibuk harus cepat sehat dan pulang ibuk, semangat yang dilontarkan oleh Oca membuat Fiki dan Naura saling menggenggam kedua tangan masing-masing. Ternyata mereka memiliki anak-anak yang sayang dan pintar, tak pernah mau membuat ayah maupun ibuknya merasa sedih.
",Ya udah ayah, kami tidur dulu ya, Babay ibuk Ayah Oci tidur dulu ya, pamit anak kembar satunya lagi sebelum akhirnya ia mematikan teleponnya itu.
"Sudah kita gak usah terlalu memikirkan anak-anak, mereka sudah ada bibik. Yang terpenting kamu bisa cepat sembuh sayang. Dan anak kita yang satu ini akan bisa sehat kembali seperti sedia kala, ucapnya sambil mengusap lembut perut istrinya lagi. Entah Fiki begitu suka dengan mengusap lembut istrinya itu. Seperti kebiasaan baru yang jadi kesukaannya.
"Iya kak, Naura hanya ingin kekamar mandi aja dari tadi nahan pipis. Dengan telaten Fiki langsung menuntun Naura sampai kamar mandi dan masih tetap di dalam tak pergi sama sekali. Sampai ia di tegur oleh Naura yang sudah jongkok mau buang air kecil itu.",Kok masih didalam sih kak? ,Naura kan mau pipis' sahutnya sambil tersenyum malu.
__ADS_1
Sesuatu yang kita tunggu belum tentu akan bisa kita gapai. Jadi jangan terlalu berharap lebih akan apa yang kita kerjakan membuahkan hasil maksimal. Itu yang saat ini di pikirkan oleh Danu yang hanya termenung di kamar tidurnya. Entah walaupun ia sangat lelah tapi untuk sekedar memejamkan mata saja sulit baginya. Karena tak mau berpikir untuk merusak rumah tangga Naura akhirnya Danu akan berusaha menjauh dari sedikit demi sedikit. Walaupun sulit ia begitu yakin jika ia bisa, mungkin karena ia teringat waktu ia melihat Naura yang berciuman dengan Fiki tadi akhirnya ia memutuskan untuk menjauh. Lebih baik menjadi sahabat tapi bisa melihat Naura bahagia daripada ia mencintai dan akan jarang bertemu karena bermusuhan dengan suaminya.
Walaupun malam ini sudah pukul 10 malam tapi Danu juga tak bisa terpejam. Akhirnya ia memutuskan untuk mengambil air wudhu dan sholat malam. Semoga ia akan didekatkan dengan jodohnya nanti dan juga akan bisa bahagia seperti Naura. Entah walaupun ia berusaha untuk ikhlas mungkin butuh beberapa waktu untuk hal itu. Kita tunggu sampai kapan Danu akhirnya bisa bertemu dengan belahan jiwanya. Wanita yang tentunya akan baik hati, menerima apa adanya cantik dan pastinya ia belum memilliki suami 🤭, karena maaf ya saya paling benci jika ada tokohnya yang pelakor- pelakor. Karena yang kita inginkan adalah rumah tangga yang akan harmonis dengan pasangan masing-masing. Kasih sayang yang tentunya akan utuh pada kita saja tak dibagi dengan yang lain.
Semoga aku juga bisa menjaga pasang kakak- kakak yang setia di novel ini. Karena aku tak akan menduakan kakak karena pelakor, hanya menduakan karena aku setia pada yang bertahan. Jika ada yang berkenaan setia dengan saya tolong komen sebelum akhirnya novel ini tamat.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Maaf 2 hari ini tak bisa up karena nenek lagi di rawat sedang sakit🙏🙏🙏. Jadi mohon maaf jika sudah membuat semuanya menunggu kak. Karena selagi saya masih bisa mengabdikan semampu saya akan berusaha yang terbaik untuk beliau.
__ADS_1