CATATAN HARIAN NAURA

CATATAN HARIAN NAURA
Ciuman pertama Naura dan Fiki


__ADS_3

"Pinginnya sih gitu, tapi telat pendaftaran tinggal 4 hari lagi sayang. Ya udah kita pamit ke ibuk sama Bapak aja biar kita bisa beli eskrim, ajak Fiki yang merayu adiknya agar mereka bisa jalan sebentar sebelum ia kembali ke rumah eyang lagi. Setelah mendapatkan ijin merekapun akhirnya pergi mengunakan motor yang sering dipakai oleh Fiki ke sekolah bersama Naura dulu. Tak jauh dari rumah akhirnya mereka sampai di kedai es dan langsung memesan dua rasa. Ya rasa coklat mix banana dan setroberi mix blueberry.


"Wo ada yang kencan ni, ucap orang yang sedari tadi memperhatikan mereka. Ya tanpa sengaja mereka bertemu dengan Beti yang sedang memesan es juga.


"O, kamu aku kira in siapa, sahut Naura yang langsung melihat arah suara dan langsung berbalik lagi sambil makan eskrim yang ada ditempanya. Gak mau cari urusan maka Naura hanya fokus dengan makanannya apalagi ia juga harus menjaga perasaan Fiki agar tak tersulut emosi juga.


"Aku kira in kalian udah putus ternyata aku malah masih lihat kalian berdua ada disini. Apa sih yang buat kalian bisa tak pisah kaya gini?

__ADS_1


Jangan-jangan kamu pakai dukun ya, tanya Beti yang sedikit keras dan terdengar jelas oleh Fiki. Karena ini sudah kelewat maka Fiki yang dari tadi hanya diam pun akhirnya berdiri dan menatap Beti dengan tatapan tak suka orang yang ada disampaikannya di buat seperti itu.


"Apa sih kamu gak suka aku sama Naura kaya gini?


Apa hubungannya kamu kaya gini sama Naura!


"Aku gak suka aja kalian dekat, karena Naura sudah merebut yang seharusnya aku punya kak, jawab Beti tak terima juga. Karena kondisi kedai masih sepi jadi hanya sebagian pelayan yang menyaksikan saja.

__ADS_1


"O kamu gak suka kalau aku kaya gini kamu bakalan lebih tak suka lagi, kata Fiki yang langsung mencium bibir Naura didepan Beti yang ada di depannya itu. Ciuman yang begitu lama bagi Naura dan Fiki tanpa penolakan dari Naura juga. Beti yang melihat pemandangan yang tak ia sukai memilih pergi dari kedai dalam keadaan marah. Dan setelah Beti yang pergi tadi Fiki dan Naura masih asik dengan ciuman yang ia lakukan. Hampir 10 menit mereka lakukan hal itu sampai Naura memukul lengan kakaknya karena merasa sudah tak bisa bernafas lagi.


"Kak, kita gak salah ngakuin kaya gini didepan umum lagi, kita kakak adik kak, kata Naura yang masih sedikit terengah-engah.


"Mau bagaimana lagi orang yang kaya tadi harus diberi pelajaran dek, ya udah anggap aja itu ciuman sebagai kakak adik, kata Fiki yang memberikan pengertian pada adiknya dan melanjutkan makan eskrim nya lagi.


"Kakak ya udah merenggut ciuman pertama ku. Kakak lho kan aku pinginnya yang dapat ciuman pertama aku yang bakalan jadi suami aku kak, kata Naura yang sambil memukul tangan kakaknya.

__ADS_1


"Udah gak usah di bahas lagi Naura dan jangan sampai Bapak dan ibuk tau ya. Terus anggap hari ini kita hanya mimpi yang tak sengaja kita kaya gini, ucap Fiki yang ingin Naura melupakan apa yang tadi ia lakukan.


__ADS_2