CATATAN HARIAN NAURA

CATATAN HARIAN NAURA
Keberangkatan Fiki kembali ke rumah Eyang


__ADS_3

Setelah kejadian itu Naura langsung meminta Fiki untuk kembali pulang. Karena sudah tak nyaman di lihat oleh para pelayan dan sudah malu juga dengan dirinya yang memikirkan tentang ciuman dengan kakaknya. Karena permintaan adiknya akhirnya mereka kembali pulang dan sudah tak minat lagi makan eskrimnya.


Karena malu bertemu kakaknya akhirnya Naura sedaritadi pulang tak kunjung keluar kamar sampai sore pun tiba. Karena Fiki yang khawatir akhirnya masuk kekamar Naura memastikan adiknya tak kenapa-kenapa.


"Sayang kamu kok gak keluar kamar sih sedari tadi. Kita makan dulu ya, ajak Fiki yang membuka pintu kamar Naura.

__ADS_1


"Kakak duluan aja Naura gak laper kak, Naura mau belajar kak jawab Naura memberikan alasannya.


Karena adiknya yang ingin menghindarinya akhirnya Fiki masuk kekamar Naura dan menutupnya kembali. "Udah kamu maunya gimana?


"Udah lah kak, Naura hanya ingin dikamar aja kok. Yang masih fokus dengan bukunya. Tanpa melihat Fiki kalau dia sudah ada di belakangnya dan membelai rambutnya lembut.

__ADS_1


Menyadari ucap kakaknya yang sudah ingin berangkat meninggalkan dirinya lagi akhirnya Naura langsung memeluk tubuh indah Fiki dan menangis. "Maafkan Naura kak kalau tadi Naura gak berantem sama teman Naura mungkin tak akan terjadi kejadian yang tadi kak, kata Naura yang langsung mengucapkan kata itu.


"Udah yang sudah biarlah toh kita beneran kakak adik, nyatanya dulu kita juga sering tidur bareng juga gak apa-apa kan!


Kata Fiki yang yang membalas pelukan dan membela rambut adiknya. "Ya udah kita makan ya dan kakak mau beres-beres untuk berangkat besok, ajak Fiki yang mengengam tangan adiknya dan menuju keruang makan. Karena Bapak dan ibuk masih fokus dengan adiknya yang bayi maka Fiki dan Naura hanya makan malam berdua yang di bantu bik Ina. Sambil canda gurau mereka makan dan tak terasa makanan mereka sampai habis. Karena ingin membantu kakaknya akhirnya Naura ke kamar kakaknya dan ikut bantu siap-siap. Dari baju yang disiapkan dan buku-buku yang akan Fiki bawa. Sampai tak terasa dua koper besar sudah tertata rapi. Karena tak melihat waktu tak terasa sampai pukul 11 malam mereka masih bergelut dengan apa yang akan Fiki bawa sampai Naura tak terasa tertidur di lantai kamar Fiki. Karena tak ingin membangun adiknya maka Fiki hanya memindahkannya di ranjang Fiki dan menyelimutinya sambil menyapa rambut Naura yang menutupi wajahnya.

__ADS_1


"Andai tadi kita beneran pasangan kekasih aku bahagia kamu memberikan ciuman pertama kamu untuk aku sayang, tapi sayangnya kita kakak beradik yang tak akan bisa bersama sampai kapanpun. Karena Fiki juga lelah maka ia juga tertidur diranjang sebelah Naura.


Pagi ini Fiki yang terbangun lebih awal langsung bergegas mandi dan siap-siap karena kereta yang ia akan pakai berangkat pukul 6 pagi. Bapak yang akan mengantarkan pun sudah siap sambil meminum kopi dan menunggu anak laki-lakinya datang. Sebelum turun kebawah Fiki langsung mencium kening adiknya yang masih tertidur karena kelelahan membantunya semalam. Akhirnya Fiki dan pak Catur yang mengantarkan Fiki ke setasiun untuk keberangkatan Fiki ke rumah eyang.


__ADS_2