CATATAN HARIAN NAURA

CATATAN HARIAN NAURA
Memojokkan Naura


__ADS_3

"Udah lah gak usah bohong aku tau kok kamu Naura kan, kakak tahu betul apa yang kau lakukan ini hanyalah untuk menutupi jati dirimu sebenarnya. Kakak tau kamu ingin menikah sama Harun kan? "orang yang kaya dan memiliki segalanya dibandingkan aku hanya sesuatu yang tak berguna. Aku tak memiliki keluarga lagi semuanya hancur dan pergi meninggalkan aku. Orang yang aku cintai entah tak tau saat ini dimana. Yang pasti hanya dia yang ada di hati ini sampai kapanpun, semua yang dikatakan Fiki adalah ungkapan hatinya yang telah ia pendam selama lima tahun ini pula.


Tetesan air mata Naura pun luluh dan tertunduk ia tak ingin terlihat jika ia merasakan apa yang dirasakan Fiki. Sambil mengusap kasar air mata Naura yang tak kuasa pun langsung merosot ke lantai.


"Aduh, sakit perut aku sakit,, kata yang luluh dari sosok cantik yang ada didepan Fiki itu, sambil berlutut dan memegangi perutnya. Kepanikan Ananda Fiki yang sangat panik dan melihat tak ada yang di mintai bantuan akhirnya dengan penuh rasa was-was akhirnya ia menggendong Tika dengan sepenuh tenaga agar bisa langsung keluar dan meminta tolong.


"Tolong, tolong aku Harun Tika kesakitan, ucapan Anand yang meminta pertolongan pas sudah mendekati Harun dan dokter Vineta tadi.


Sedangkan Harun yang melihat Tika digendongan Anand akhirnya ia meminta paksaan dan membawa ke rumah sakit miliknya bersama dengan dokter Vineta. Kepanikan yang mereka alami sangatlah seperti akan menolong orang yang akan lahiran. Sedangkan Anand yang juga masih mengikuti langkah mereka pun tertahan didepan pintu ruangan IGD yang langsung di tarik paksa Harun. Sedangkan dokter Vineta yang sedang melakukan tindakan medis terhadap Tika.


"Kok kamu bisa bersama Tika sih, tanya Harun sambil memojokkan Anand dan menarik kerah bajunya. Ia tak segan-segan akan menghajar Anand jika ia benar-benar salah terhadap Tika, orang yang Harun Cintai.


"Tenang dulu bos, aku tadi pamit pulang tapi ke kamar mandi dulu jadi pas aku keluar melihat Tika tergeletak di pojok dinding makannya aku bawa ke kalian tadi, jelas Anand yang sedikit tenang agar Harun tak mengetahui kebohongan yang dikatakan Anand tadi. Padahal ketakutan yang Anand rasakan tak ada yang menandingi, ia takut jika orang yang ia sayangi terluka.

__ADS_1


Bersamaan dengan Harun yang ingin percaya pada Anand atau tidak bersamaan itu pula pintu ruangan Tika dibuka oleh perawat yang menemani dokter Vineta tadi. Perawat yang sangat tegang pun dapat dipastikan jika pasien yang mereka rawat dalam kondisi tidak baik.


"Bagiamana keadaan Tika sus, tanya Harun pada anak buahnya pasti mereka juga tahu siapa Harun sebenarnya.


"Itu tuan, dokter Vineta menyuruh saya untuk mencari dokter spesialis dalam, soalnya non Tika belum juga siuman. Permisi saya terburu-buru pamit suster itu yang langsung tak tau kemana perginya. Sedangkan Anand yang mendengarkan jawaban dari sister tadi hanya bisa mengepalkan tangannya karena ia tak bisa ada disamping Naura adiknya seperti dulu. Walaupun Naura tadi tak menjawab tapi ia tahu jika sebenarnya dia adalah Naura adiknya yang tak ada kabar untuk beberapa tahun ini. Harun yang ingin masuk tapi tidak diperbolehkan pun juga marah atas tindakan dokter Vineta. Ia sama sekali tak pernah mengijinkan ia harus melihat Tika yang dalam keadaan seperti ini. Mondar-mandir didepan ruangan saat ini yang bisa Harun dan Anand lakukan khawatir pada orang yang ada dalam hati mereka masing-masing. Sesaat kemudian dua dokter berlari masuk ke ruangan Tika berserta suster yang tadi keluar. Tapi saat ini sister tak bisa disela sama sekali sampai-sampai panggilan Harun tak ia dengarkan juga.


Sambil duduk Anand selalu berfikir apa yang terjadi pada adiknya itu. "Apa Naura selama ini memiliki penyakit? "Kenapa ia seperti ini, apa jangan-jangan gara-gara aku memojokkan ia tadi. Tapi tak mungkin hanya gara-gara aku memojokkan ia jadi seperti ini.


"Abang, kak Tika gimana?


"Opa kakak akan baik-baik saja kan Opa, kedua anak yang merengek menanyakan kondisi dari Tika.


"Siapa kedua anak itu, kenapa dia memanggil dengan sebutan kakak. Kenapa seperti aku pernah melihatnya. Apa aku hanya mimpi tak mungkin aku pernah melihatnya, kata Anand yang sambil menepuk pipinya agar ia terbangun dari lamunannya. Dan tepat saat itu juga Oca melihat Anand dan tanpa sengaja ia mendekati laki-laki yang belum ia kenal itu.

__ADS_1


"Om, kenapa om ada disini?


Om masih ingat kan aku anak yang om tolong dua hari yang lalu karena nyebrang jalan terburu-buru, jelas Oca yang duduk disamping Ananda Fiki.


"Oh ya om ingat, jawab Ananda Fiki yang merasa daya ingatnya sudah memburuk. Apakah yang sedang sakit kakak mu? ,kok tadi om dengar kamu panggil dia kakak? "Ananda Fiki yang langsung menanyakan itu langsung dilihat oleh gadis kecil yang penasaran pada kedua laki-laki yang sibuk mengobrol itu. Akhirnya Oci pun mendekat dan duduk disamping Oca.


"Kamu sama siapa sih, kok langsung akrab gitu kan kata Oma kita gak boleh akrab-akrab sama orang yang belum kita kenal Oca, bisik Ovi yang masih dapat didengar Ananda Fiki.


"Udah gak usah takut, aku teman baik kakak kalian kok, yang penting kita sama-sama berharap jika kak Tika anak membaik aja ya, alasan yang membuat kedua anak tadi akhirnya mempercayai Fiki jika ia memang orang baik.


"Oca, kakak kok belum keluar dari ruangan sih, dan apa yang membuat kakak kaya gini sih jadi takut aku apalagi Oma juga belum ada kaya gini, Oci yang berbicara terus selalu diperhatikan oleh Fiki entah kenapa hati Fiki ingin memeluk anak itu.


"Udah kita berdoa aja, apalagi kan ada Oma pasti bisa. Kakak kan kuat lihat kakak kan kuliah sambil kerja selama ini, jawaban Oca yang sangat dewasa seperti apa yang Fiki dulu lakukan pada Naura masa kecil dulu. Entah kenapa pikiran Fiki tak luput dari bayangan dirinya dan Naura dulu. Tak ingin pisah sama sekali dengan kedua anak ini seperti ada ikatan yang tak tau Fiki ikatan apa itu.

__ADS_1


__ADS_2