CATATAN HARIAN NAURA

CATATAN HARIAN NAURA
Kabar dari anak buahnya pak Aan


__ADS_3

Kebahagia akhirnya terpancar dari wajah pak Aan yang mengetahui kondisi istrinya dan pak Huda yang sudah membaik tinggal pemulihan saja. Penantian yang sedari tadi malam akhirnya membuahkan hasil yang maksimal tinggal pulih dan langsung bisa kembali pulih seperti sedia kala lagi. Mungkin setelah pulih pilihan hidupnya langsung ikut pergi dari kota ini dan pindah ke tempat keluarga Naura yang sudah ia mantapkan itu.


Rasanya ia ingin langsung berlari masuk kedalam ruangan istrinya yang masih belum sadarkan diri itu. Ingin memeluk dan mencium wajah cantik istrinya. Tapi ia juga malu dengan keadaannya yang sudah tak muda lagi. Tak bisa dipungkirkan jika kasih sayang mereka masih sama seperti dulu waktu masih pacaran. Tak ada yang beda masih saling sayang dan romantis saja walaupun mereka sudah hampir kepala 4.


"Dred...Dred...


Suara getaran telfon milik pak Aan yang. langsung diangkat oleh yang punya. Karena nomor yang sedang menghubunginya adalah nomor dimana yang ia tugaskan untuk me cari tahu tentang keadaan Harun tadi pagi.


"Halo ada apa, apakah ada yang penting sehingga kau menghubungi ku secepat ini. Karena tak ingin di dengar oleh orang lain akhirnya ia memutuskan untuk sedikit menjauh dari semuanya. Agar tak ada yang curiga dengannya. Apalagi kondisi istrinya yang juga masih belum bisa ditinggalkan jadi ia tak bisa terlalu jauh untuk perginya.


"Ehem', iya bos, ini kami lagi di depan kediaman dokter Harun bos, dan tadi ada mobil yang baru saja datang dan itu ada 3 orang yang langsung dihajar habis sama Harun bos." Sambil bilang, kalau kalian gak becus gitu bos, jelasnya tanpa ia tahu apa artinya sehingga ia memutuskan untuk menghubungi bosnya itu. Karena merasa ada yang tidak beres dengan orang-orang tadi akhirnya langsung menelfon pak Aan.


Padahal orang-orang yang dimaksud tadi adalah anak buahnya yang tak becus mengikuti Anand dan Tika karena telah kehilangan jejak.

__ADS_1


Sedangkan pak Aan yang mengetahui hal itupun langsung memikirkan tentang hubungan Harun dan orang-orang yang dimaksud anak buahnya tadi. Jika ini ada hubungannya tentang kecelakaan yang menimpa istrinya ia berjanji akan menghancurkan Harun hingga sehancur- hancurnya. Harun tak tau saja jika sebelumnya pak Aan adalah seorang mafia yang sudah bertaubat. Dimasa jaya nya ia dulu sering dikejar orang yang dendam dengannya sampai suatu saat waktu ia terluka ditolong dokter cantik yaitu istrinya. Sampai dokter Vineta bisa merubah semuanya. Menjadikan pak Aan seperti saat ini yang lembut dan penyayang. Mungkin karena ini ia juga belum dikaruniai anak karena Allah belum berkehendak untuk menitipkan anugrah pada pasangan pak Aan yang dulu memiliki dosa sangat banyak itu.


"Tunggu sampai aku tahu sendiri siapa pelakunya, aku janji dengan tangan ini aku akan membalas siapa orang itu. Aku tak ingin orang yang aku cintai terluka lagi. Ucapan pak Aan sambil memasukkan telfonnya di saku celana yang merasa ada orang yang sedang bermain-main dengannya.


Sedangkan pagi ini Fiki dan Naura yang tengah menyiapkan makanan untuk kedua anaknya pun juga khawatir dengan keadaan Dokter Vineta yang sampai saat ini belum ia ketahui itu. Rasanya tak adil saat seperti ini ia belum bisa menghubungi orang rumah juga.


"Ayah, Oci minta sereal aja boleh Oci lagi males makan roti kata anaknya yang baru tiba dari arah kamar mandi. Mungkin karena bermain jadi ia harus cuci tangan dulu sebelum makan.


"Iya sayang tunggu ya biar ayah buatkan kamu duduk sama ibuk dulu ya, la adikmu mana kok belum kelihatan.


"Ayah, ibuk aku datang sapa Oca sambil berlari dan langsung duduk didekat kakaknya. Ibuk Oca minta roti selai strawberry dong.


"Ih anak ini lho, kasian ayah dong buat sendiri kan udah bisa, kata Naura yang merasa bersalah karena semuanya disiapkan oleh kak Fiki yang sebenarnya juga lelah. Tapi karena kondisinya yang belum pulih betul jadi ia tak bisa berbuat apa-apa lebih. Padahal harusnya ia yang menyiapkan semuanya itu. Apalagi karena mereka tak ada pembantu jadi semuanya harus dikerjakan sendiri. Pergi dari kotanya dan menuju ke kota lain yang mengharuskan untuk menyewa satu rumah untuk mereka berempat untuk bersembunyi.

__ADS_1


"Udah sayang gak apa toh tak pernah sebelumnya aku menuruti mereka kan, aku juga ingin merasakan mereka merengek didepan ku sayang, kata-kata Fiki yang sambil meletakkan sereal untuk Oci dan langsung menciumi kedua anaknya dengan manjanya. Tak pernah terfikir olehnya akhirnya ia bisa bertemu dengan kedua anaknya yang begitu pintar dan lucu itu. "Tunggu ya biar ayah buatkan rotinya buat Oca, Oya habis ini kita beli hp baru ya buat telfon Oma sama Opa ayah sama ibuk kangen ni.


"Asik,,teriak anak-anak itu dengan bahagianya akhirnya bisa menghubungi orang yang tak pernah jauh dari mereka itu.


Walaupun hanya ponsel biasa dan jadul Fiki ingin nomor baru agar tak bisa terlacak oleh Harun. Apalagi saat ini ia juga harus memikirkan bagaimana ia membicarakan tentang Beti yang mengakibatkan Harun semarah ini. Padahal waktu itu ia sudah mengingatkan temanya untuk memakai pengaman agar tak terjadi sesuatu yang tak di inginkan tapi malah jadi seperti itu. Tak tau lah yang penting itu masa lalu yang sebenarnya hanya ingin membuat dia jera dan tak mengganggu Naura juga. Sedangkan Naura juga tak tau apa-apa tentang ini semuanya yang di tahu hanya kejadian waktu ia diculik oleh Harun yang ia tahu karena terobsesi ia padanya.


Rasanya baru kemarin ia mencari Naura dan sekarang ia merasakan betapa bahagianya ia bisa bersama Naura dan kedua anaknya. Tak akan bisa terpisahkan sampai kapanpun itu walaupun sebenarnya ia juga sangat takut jika Harun tau sebenarnya Oca dan Oci adalah anaknya. Tapi ini tak boleh terjadi sebelum Harun tahu ia sudah memutuskan untuk pergi. Tapi mereka juga tak boleh terlalu lama tinggal dirumah ini karena bahan juga sering mengincar keluarga kecilnya itu.


Naura yang melihat kakaknya melamun sambil melihat anaknya langsung memgengam tangan orang yang ia cintai itu. Naura tahu betapa raut kak Fiki yang terlihat begitu tertekan itu. Sudah begitu lama ia mengetahui jika sebelumnya kakak juga banyak masalah yang belum semuanya ia ketahui karena tak mau membuat ia juga ikut berfikir.


****


Makasih kak yang tetap setia pada cerita ini. Semoga tetap bisa menghibur ya kak💞💞

__ADS_1


Salam sehat kak....


__ADS_2