CATATAN HARIAN NAURA

CATATAN HARIAN NAURA
Naura yang kesepian dimalam ini


__ADS_3

Setelah telfon dari kakaknya berakhir Naura sambil mengusap foto yang sebelumnya ia simpan, mengusap wajah yang membuat ia sakit saat ini. Jauh dari orang yang kita cinta itu bagikan hidup tanpa arah. Apalagi selama ini mereka tak pernah terpisahkan satu sama lain.


Sedangkan untuk Fiki ia pamit untuk mandi di kamar atas dimana kamar yang dulu dipakai oleh ayah Firman. Walaupun sampai ia seusai ini dia belum tau tentang kenyataan yang sebenarnya. Sambil mandi Fiki terus memikirkan bagaimana ia akan membuang jauh-jauh perasaannya untuk Naura.


Berbeda dengan Fiki Naura yang sekarang sedang duduk di teras kamarnya hanya melamun memikirkan kakaknya yang jauh disana. Walaupun dihibur dengan apapun tetap saja Naura merasa kesepian, sambil melihat foto mereka berdua di figur yang ia bawa saat ini Naura menuliskan semua isi hatinya saat ini. Hanya Naura dan buku itu saksi apa yang ia tuliskan. Dingin yang menusuk kalbu dua hari sebelum keberangkatan kakaknya sempet memberikan pelukan sampai Naura tertidur. Pelukan yang begitu hangat baginya, tak akan ada yang bisa menggantikan kehangatan itu. Karena dari Naura kecil memang ia selalu terbiasa dengan Fiki dari pada Bapak serta ibuknya. Dan di saat inilah ia baru merasakan bagaimana peranan sosok kakaknya baginya.


"Kak, semoga mimpi indah ya kak, Naura ingin istirahat dulu kakak jaga kondisi dan jaga hati kakak disana, jangan biarkan hati orang lain masuk untuk saat ini, sebelum Naura ikhlas untuk semua itu. Setelah melihat jam sudah larut malam akhirnya Naura tertidur dengan kondisi memeluk buka harian ya itu.

__ADS_1


Malam berganti pagi, untuk kesibukan Naura saat ini mempersiapkan untuk ujian kenaikan kelas. Karena kakaknya tak ada maka mulai hari ini ia selalu berangkat bersama Bapak tersayangnya. Setelah sarapan pagi akhirnya mereka berangkat menuju ke sekolah dengan mengunakan mobil karena sekalian Bapak Catur ingin berangkat ke kantor.


"Sayang, semoga kamu tetap juara umum ya nak, biar besok kamu bisa melanjutkan ke sekolah yang favorit di sini, ucap pak Catur sambil mengemudi mobilnya itu.


"Iya pak, tapi Naura inginnya sekolah jadi satu sekolah sama kakak, biar Naura bisa dijaga kakak pak.


"Kan Adek ada ibuk sama bapak, jadi Naura kan hanya membantu aja pak, apalagi Naura kan ingin adik jadi lelaki yang tangguh kaya Bapak. Bapak itu laki-laki tertangguh nomor 2 yang Naura miliki, kata Naura yang menjawab apa yang diucapkan pak Catur tadi.

__ADS_1


"Kok nomor 2 bukannya bapak itu kalau Dimata anak perempuan itu laki-laki tertangguh nomor 1 ya, sahut pak Catur yang tak terima.


"Hehehehe, maaf pak tapi nomor 1 yang tertangguh punya Naura adalah kakak, jawab Naura sambil menangkupkan kedua tangannya tanda minta maaf.


"Ya udah lah Bapak ngalah sama putri bapak aja. Selamat mengerjakan ya sayang. Nanti kalau bapak belum jemput jangan pulang duluan ya, pinta pak Catur yang setelah sampai depan sekolah dan Naura bersalaman untuk masuk ke sekolah.


"Ok bapak, hati-hati ya sahut Naura sambil melambaikan tangannya.

__ADS_1


__ADS_2