
Nenek Dina yang berhasil mendekati Fiki di taman sambil duduk di bawah pohon pun akhirnya ikut duduk dan menanyakan apa yang terjadi padanya.
"Nak, kamu ada apa coba cerita sama Nenek, kata nenek Dina lembut pada cucunya itu.
"Naura Nek, pasti dia saat ini sedang kesulitan sendiri, aku tau Naura pasti kesepian saat ini, ini karena ulah aku, jawab Fiki sambil menangis dan memukul kepalanya sendiri. Mungkin sampai 5 kali ia memikul kepalanya tapi pas ia ingin memukul yang selanjutnya Nenek Dina langsung mencegahnya.
__ADS_1
"Kamu siksa nenek aja, jangan kau lukai dirimu sendiri nak, paksa nenek yang berhasil memegang tangan dari Fiki tadi. Sedangkan Fiki yang melihat neneknya seperti itupun langsung berdiri dan tak melanjutkannya lagi. Mungkin benar apa gunanya ia mengaku salah jika tak bisa menemukan Naura lagi. Yang akhirnya nenek pun ikut berdiri dan menanyakan kembali apa yang sudah membuat ia seperti ini.
"Nek, aku telah melakukan kesalahan ucapnya sambil memperlihatkan alat kehamilan tadi yang ia bawa ke taman tadi.
__ADS_1
Hancur semuanya hancur tak ada harapan begitupun bik Ina yang membawakan teh hangat di taman pun kaget dan menjatuhkan semua gelas yang ia bawa.
Prang,,,,
Bersama apa yang Fiki ucapkan bersama itu pula bunyi gelas bik Ina yang jatuh. Walaupun merasa gaduh tapi tak ada yang memalingkan wajahnya dari arah Fiki. Semuanya berharap apa yang Fiki ucapkan tadi tak benar. Nenek Fina yang mengetahui cucunya seperti ini nasibnya pun akhirnya langsung pingsan dan tak bisa memikirkan nasib dari Naura saat ini. Rahasia kepergian Naura yang sulit semua terima, apa yang sudah mereka pikirkan ternyata tak sesuai apa yang terjadi. Mereka berfikir jika Naura hanyalah berlibur atau main kerumah temannya. Tapi setelah sekian mengetahui hal itu akhirnya semuanya sudah tahu apa penyebabnya. Derai air mata tak henti-hentinya keluar dari pelupuk mata Fiki. Tak ada gunanya di hidup saat ini karena hidupnya hanyalah pembawa sial bagi semuanya. Tak ada harapan jika ia bisa menemukan Naura jika ia tak bisa menghubungi nomor ponsel dari adiknya itu. Karena tak mendapatkan solusi akhirnya kakek Budi yang sedari tadi hanya berdiri dan termenung akhirnya memeluk cucu kesayangannya itu, sambil menepuk pundak Fiki akhirnya kakek menanyakan apa yang akan Fiki lakukan saat ini. Karena jika tak ada yang perduli pada ya siapa lagi yang akan perduli jika keluarganya saja tak ada di saat dia terpuruk.
__ADS_1
"Nak, kita pasrahkan saja semoga Naura baik-baik saja. Dan untuk rencana selanjutnya kita pikirkan bersama- sama dengan ayah serta ibukmu sekalian kita disini keluarga besar yang pastinya akan bisa menemukan Naura secepatnya dalam keadaan sehat. Dan kapan kah kamu melakukan hal yang tak kita ketahui ini, tanya kakek hati-hati agar beliau sedikit mengetahui berapa usia kandungan dari Naura saat ini.