CATATAN HARIAN NAURA

CATATAN HARIAN NAURA
Kesedihan Naura


__ADS_3

Semua keluarga yang ada disitu masih binggun bagaimana mereka akan membicarakan hal ini pada Naura jika ia sudah sadarkan diri nanti. Tapi jika Naura tak di beritahukan secepatnya ia bisa saja tak hati-hati dalam menjaga kandungannya itu. Walaupun sebenarnya keluarga binggun tapi mau bagaimana lagi apa iya semuanya mencurigai jika itu bukan anak dari Fiki?


Tak mau berfikiran macam-macam akhirnya semuanya akan membicarakan tentang itu nanti jika Naura sudah sadar. Terutama pak Budi dan ibuk Dina yang gak mau berfikir yang tidak-tidak akhirnya pak Budi dan buk Dina langsung masuk ke ruangan cucunya untuk sekedar menghilangkan pikiran jeleknya itu. "Apakah mungkin Naura melakukan hal ini dengan laki-laki lain?, Pikiran yang terbesit di angan-angan ibuk Dina. Karena selama sebulan ini Fiki yang masih terkapar di rumah sakit jadi ibuk Dina pikir itu anak siapa.


Pas nenek Dina duduk di samping Fiki tak sengaja ia melihat air mata yang keluar di ekor matanya. Karena kaget dan merasa ada perubahan ia langsung memanggil suaminya untuk melihat hal itu juga.


"Pak, pak lihat Fiki menagis pak... Teriakan ibuk Dina yang memanggil suaminya yang duduk di sofa ruang VIP milik Fiki.


"Iya buk Fiki mengais, setelah mengetahui itu pak Budi langsung menekan bel agar dokter datang ke ruangan mereka. Setelah rombongan dokter dan perawat masuk pak Budi dan ibuk Dina di suruh menunggu di luar dulu. Karena dalam prosedurnya jika seperti ini dokter tak mau jika ada yang ikut didalam akan menganggu penanganannya. Setelah sampai diluar ibu Dini langsung menanyakan apa yang terjadi pada anaknya itu.


"Buk Fiki kenapa Bu?


Ada apa dengan Fiki, tangis bayi ibuk Dini pecah melihat dokter dan perawat masuk keruangan Fiki tadi.


"Tadi Fiki menangis nak, jadi mungkin Fiki ada kemajuan untuk sembuh lagi, jawab pak Budi yang mau menjelaskan kalau ibuk Dina masih juga shok.


"Semoga ada ke ajaiban untuk Fiki ya buk, mungkin ia juga tahu jika Naura saat ini sedang seperti ini dan dia akan tanggung jawab, kata pak Catur pelan agar tak ada yang mendengar selain ibuk Dina dan pak Catur saja.


Setelah semuanya menunggu akhirnya pintu kamar Naura dulu yang dibuka oleh perawat yang sengaja di tinggalkan oleh dokter tadi. Dia membantu mendorong kursi roda Naura yang meminta untuk keluar ruangan. Karena ia merasa jika ada yang tidak beres dengan dirinya. Kenapa dirinya yang malah dirawat seperti ini.

__ADS_1


"Sus bisa antarkan saya ke ruangan saudara Fiki sus. Kenapa saya malah gak yang dirawat seperti ini sus, kata Naura pada suster yang ada di ruangan tadi.


"Tapi anda masih belum sehat benaran kak, alangkah baiknya untuk sementara waktu tidur dan istirahat dulu. Bekas jahitannya juga belum kering kak, sahut suster ramah pada Naura karena mereka tahu peraturan dulu mengenai pemilik rumah sakit yang sedang mendekati anak dari dokter Vineta itu.


"Tapi sus, rengek Naura yang meminta untuk diantarkan. Akhirnya suster tadi langsung mengantarkan Naura tapi tepat di luar ruangan dan melihat keluarganya khawatir langsung mendekati Mama Vineta yang duduk paling dekat dengan pintu itu.


"Mah, ada apa mah kok pada cemas gini. Apakah kakak sudah siuman.


"Kakak mu ada peningkatan Naura mungkin bisa segera sadar jika ada peningkatan terus seperti ini nantinya, jelas Mama Vineta pada anak angkatnya itu.


"Bagaimana keadaan mu sayang kamu gak boleh terlalu capek kaya tadi ya. Kami khawatir sekali sama kamu sayang. Kata nenek Fina yang sambil menggoyangkan tangan Naura itu. Sedangkan yang lainnya langsung melihat ke arah Naura dan langsung tersenyum akhirnya yang ditunggu-tunggu juga sadarkan diri.


Pintu kamar Fiki akhirnya dibuka oleh dokter yang tadi merawat Fiki. Dokter menjelaskan jika itu hanya saraf Fiki ada yang merespon sesuatu jadi ia hanya menagis. Dalam hal ini semua keluarga harus memberikan semangat agar Fiki cepat pulih kembali. Paling tidak ini sudah awal yang baik bagi Fiki kita berdoa saja agar dia cepat pulih.


Setelah penjelasan dari dokter tadi semua yang ada di ruangan itu langsung mengajak Naura untuk kembali beristirahat. Agar mau masuk keruangan lagi. Sebenarnya mereka akan menanyakan hal yang sedari tadi jadi pikiran masing-masing. Yang pertama menayangkan adalah pak Catur yang harus mengutarakan apa yang sedang ia pikirkan. Setelah berbaring akhirnya Naura langsung di tanyai mengenai apa yang telah terjadi.


"Nak, kami disini sayang sekali sama kamu dan juga Fiki. Tapi kami ingin tahu yang sebenarnya dari kamu langsung nak, ucapan pak Catur yang di dengar oleh semua orang di ruangan Naura itu. Naura pun ikut mendengarkan pertanyaan dari ayahnya. Karena penasaran dan ke panikan tersendiri jika di posisinya saat ini. Semua orang fokus padanya.


"Kata dokter tadi pas kami sampai sini, dia bilang kamu hamil. Kat pak Catur yang akhirnya keluar juga ucapan itu.

__ADS_1


Naura yang kaget pun ikut membuka mulutnya karena perkataan ayahnya itu. Gak mungkin saat ini ia sedang hamil pikirnya. Tapi kenyataannya berkata lain.


"Apa pak, Naura hamil? tanyanya menyakinkan ucapan ayahnya itu.


"Iya kamu belum tahu itu, pertanyaan balik pada Naura yang masih terlihat binggun.


"Siapa ayah dari anak yang kamu kandung Naura, kami ingin kamu mengakui ini semua pada keluarga agar tak terjadi hal yang tidak di inginkan. Apalagi semakin hari kandungan kamu juga semakin akan besar, desak pak Catur yang binggung mau mengutarakan itu semua dengan ekspresi apa.


"Pah, Naura tak pernah melakukan hubungan selain sama kakak pak, aku juga gak tahu jika aku hamil. Gak mungkin saya hamil sangat ini, jawab Naura kekeh tak merasa jika ada perubahan apapun.


Dokter Vineta yang melihat itu langsung mendekati Naura agar semuanya selesai saat ini juga.


"Sayang kamu pernah berhubungan badan dengan Fiki sebelum akhirnya Fiki koma? ,"tanya Mama Fina lembut.


"Iya Mah, waktu kami melarikan diri itu, tapi apakah saya sekarang hamil benaran, jawab Naura sambil terisak karena kenyataan hidupnya seperti ini.


,"Ya udah kami hanya ingin tahu ini, berarti ini benaran anak dari Fiki. Jadi kita harus menunggu dia sadar dan langsung menikahi mu. Sudah dua kali kamu hamil tapi belum juga ada ikatan sayang. Sungguh Mama Vineta binggun dengan tingkah kedua anak itu yang sampai-sampai bisa ke bobolan seperti ini.


*****

__ADS_1


Ayo kak, komen mau bagaimana selanjutnya episodenya..biar Fiki juga tahu harus bangun dari komanya kapan ni. Masak iya Naura hamil gak ditunggu Fiki kan kasian...🤭🤭🤭🤭


__ADS_2