
"La kok aku juga ikut dimarahi Bapak sih dek, kan itu buku kamu juga kan, jawab Fiki tak terima dengan hal itu semua.
"Hehe,, 😀 tawa Naura yang keluar dari mulutnya.
Berarti Kakak gak beneran tau apa isi dari buku itu kak, kakak sih mau bohong sama Naura kan gantian Naura yang bohongi kakak, ucap Naura yang masih tertawa melihat kakaknya yang langsung terdiam itu.
"Kamu ya, kakak gak mau kamu menutupi apa pun dari kakak Naura, kakak ingin kamu cerita yang sebenarnya apa yang di buku itu, kata Fiki yang karena ulah Naura tadi sedikit ada kemarahan yang mengertak Naura.
__ADS_1
"Gak kok kak itu buku biasa aja, jawab Naura gugup dan takut. Naura pernah melihat Fiki marah pas dia kelas 1 pertama masuk sekolah dan diganggu kakak kelas seangkatan Fiki, dengan penuh amarah Fiki memukuli anak-anak itu sampai dia harus berurusan dengan guru BK.
"Ya udah kalau kamu ada apa-apa bilang aja kekakak ya biar kakak bisa bantu, kata Fiki yang merendahkan nada bicaranya setelah melihat Naura sedikit ketakutan. Karena ia tak mau melihat Naura bersedih maka dia memeluk Adek yang ia sayangi itu. Sampai kapan pun kakak akan selalu ada buat Naura, dan tak akan mengijinkan Naura bersedih, ucap Fiki yang sambil memeluk adiknya dan mengusap kepala Naura itu.
"Makasih kak, memang kakak yang terbaik buat Naura. Oya kak Naura boleh tanya sesuatu, tanya Naura sambil melihat bola mata Fiki yang berwarna coklat tak sama dengan punya dirinya itu.
"Iya ada apa sayang, jawab Fiki yang sambil memegang pundak adiknya itu.
__ADS_1
Apa kakak tega tinggali Naura sendiri di sekolah nanti, tanya Naura yang sudah terbiasa pergi bersama dengan kakak laki-lakinya itu.
"Kan ada bapak yang akan mengantarkan Naura, nanti setelah eyang sudah bisa ditinggal Kakak juga akan langsung pulang kok dek, jawab Fiki yang emang tak bisa jauh dari Naura itu.
"Ya udah kakak kalau besok disana sering kasih kabar ke Naura ya, kata Naura yang mengingatkan untuk tetap ada di manapun itu.
"Iya, Yaudah kakak ke kamar dulu ya, Naura belajar aja nanti kalau Bapak udah pulang kita makan bersama pas bibik juga sudah selesai masak.
__ADS_1
Karena ibuk Dini sedang hamil maka semua pekerjaan banyak dibantu bibik padahal waktu dulu masak masih Dini yang mengerjakannya. Sedangkan bibik hanya membantu membersihkan rumah dan menjaga Fiki atau Naura jika bergantian dengan dirinya. Sudah lama setelah Dini dan Catur pindah rumah bibik Ina sudah mengabdi pada keluarga mereka itu.
Sedangkan Fiki yang masuk kekamar pun langsung merebahkan tubuhnya ke atas ranjang sambil melihat atap dan membayangkan apa yang tadi ia lakukan itu. Kenapa aku semarah itu pada Naura tadi ya. Tak pernah aku semarah ini sebelumnya apalagi cuma hal semacam ini, ucapnya dalam hati. Apa kalau besok kita sudah memiliki Cinta pertama aku bisa akan lebih bisa cuek pada Naura ya. Aku takut kalau Naura disakit nantinya apalagi aku juga gak bisa bersama dia terus. Kebiasaan jika Naura sudah mengucapkan kata apakah kakak tega sama aku, mesti Fiki langsung berfikiran tentang jika ia nanti sudah memiliki pasangan masing-masing.