
Setelah sudah mendapatkan ide akhirnya Fiki mengakhiri telafonnya tadi.
"Ya udah sayang aku mau istirahat dulu ya, sampai ketemu besok malam, jangan lupa pamit orang tua agar gak dicari besok, kata Fiki yang tak mau punya masalah jika dia sudah menculik anak orang lain.
"Ok sayang sampai jumpa besok ya, sahut Neti yang senyum-senyum sendiri ia berfikir jika ia akan membuat Fiki jadi miliknya seutuhnya dan akan membuat ia bisa melupakan Naura seutuhnya. Malam ini ia lalui dengan bahagia karena ia bisa mendapatkan cowok yang selama ini ia incar. Pastinya ia bahagia berlipat-lipat ganda karena langsung bisa memiliki ikatan langsung padanya. Padahal ini semua awal kehancuran Beti.
__ADS_1
Pagi ini Beti yang bahagia pun akhirnya berangkat sekolah dan berharap agar ia bisa cepat pulang dan langsung menuju ke kota S, agar ia bisa ketemu pujaan hatinya disana. Karena ujian hanya satu mapel jadi ia bisa pastikan pulang lebih awal. Dan untuk masalah pamit orangtuanya ia tak begitu menghiraukan karena ia hanya sering sendiri dirumah orang tua yang sibuk berkerja dan kadang tak pulang melainkan pergi keluar kota juga. Karena rencang Beti sudah matang akhirnya ia mengirim WhatsApp pada supirnya untuk tidak menjemputnya karena ia ingin pergi menginap di rumah sahabatnya.
Setelah usai ujian Beti langsung pergi ke setasiun untuk menuju ketempat yang sudah ia janjikan pada Fiki kemarin. Tak mau membuat petugas binggun akhirnya ia ganti baju di toilet terlebih dahulu. Sekitar 4 jam perjalanan akhirnya ia sampai di kota tujuan dan langsung menuju ke tujuan utama yaitu, Homestay "Mawar putih" karena hari sudah sedikit gelap ia pun juga sudah sedikit tak sabar untuk bertemu kekasihnya itu. Setelah mengirimkan pesan pada Fiki akhirnya ia turun dan langsung menuju ke kedai kopi didepan Homestay tadi. Sambil memesan minuman dan menunggu Fiki akhirnya ia istirahat sejenak.
"Gimana kamu capek gak? , kalau capek kamu langsung istirahat di Homestay aja sayang, kata Fiki yang tak mau berlama-lama dengan Beti, takut Naura juga menghubunginya dan mengetahui rencana Fiki tersebut.
__ADS_1
"Sedikit Sayang, tapi jika kamu mau aku istirahat aku gak nolak kok, kata Beti seperti orang yang bisa melakukan untuk orang yang iya sayangi. Setelah kesepakatan keduanya langsung menuju kamar yang sudah Fiki pesan dari tadi sebelum Beti datang, nyatanya dia tadi juga keluar dari Homestay yang sama waktu ia datang tadi. Akhirnya setelah sampai dikamar tadi mereka berdua langsung melanjutkan perbincangan di sofa kamar berharap Beti juga bisa kepancing suasana. Karena semuanya sudah direncanakan oleh Fiki yang sudah menyediakan minuman didepannya pun langsung memberikan pada Beti agar bisa menghilangkan dahaganya.
"Ini tadi aku beli waktu aku perjalanan kesini sayang, ucap Fiki setelah memberikan sebotol minuman yang sama dengannya. Walaupun minuman yang sama tapi yang punya Beti sudah ia kasih obat agar Beti bisa sedikit agresif.
"Makasih sayang, jawab Beti yang duduk bersebelahan dengan Fiki sambil bergelayut manja di tangan Fiki. Berharap jika Fiki akan tergoda dengan perlakuan dia saat ini.
__ADS_1