CATATAN HARIAN NAURA

CATATAN HARIAN NAURA
Kemarahan Fiki dan berujung marah ke Danu


__ADS_3

Danu akhirnya ia tak bisa berbuat apa-apa. Jika ia egois akan memisahkan Naura dan Fiki ia juga harus memikirkan ketiga anaknya mereka itu yang butuh kasih sayang itu. Tapi jika ia mengikhlaskan itu semua tak akan mungkin baginya untuk merelakan Naura untuk orang lain. Karena ingin melepaskan orang yang kita cintai itu sulit pastinya.


Akhirnya Danu langsung memeluk tubuh Naura, ia ingin memeluk tubuh itu sebelum akhirnya ia akan ikhlas. Sebenarnya jika Naura hamil anak yang pertama dan Fiki tak bisa untuk tanggung jawab ia akan siap untuk menanggung itu semua dan pastinya akan membuat Naura dan anaknya itu bahagia.


"Ijinkan aku melakukan hal ini sebentar saja Naura. Aku akan mengingat hal ini sampai kapan pun, kata Danu yang yang memeluk Naura erat dalam keadaan berdiri tadi. Seperti sepasang kekasih yang sedang melepas rindunya sambil menghirup wanginya rambut Naura.


"Brok,,


Suara pintu yang seperti di dobrak dari luar. Danu yang melihat ke belakang langsung di tendang oleh kaki kekar yang ada di belakangnya itu. Naura yang melihat hal itu hanya mematung tak bisa berbuat apa-apa. Sampai Danu yang tersungkur jatuh langsung di hajar oleh orang yang saat ini sedang marah. Tidak marah bagaimana jika melihat istrinya sedang bermesraan dengan laki-laki lain dan itu didepan matanya langsung. Iya dia adalah Fiki yang marah dan langsung menghajar Danu sampai berkali-kali. Danu yang belum tahu akan ada yang seperti ini ia juga tak ada kesiapan apapun kan saat itu ia membelakangi pintu.


"Bruk, bruk


Hajaran Fiki yang masih terus saja dia berikan pada muka Danu.


"Kau mencoba bermain dengan ku Danu. Apa mau mu, dan kenapa kalian melakukan hal ini dan aku benci semua ini' ,teriak Fiki yang melampiaskan kemarahannya pada Danu. Sampai akhirnya para penjaga restoran tadi berhasil melerai mereka berdua Naura hanya diam dan menagis.


"Sudah pak lepasin aku gak apa-apa kok. Aku sama dia juga teman pak, ucap Danu yang tak ingin di pegangan oleh para penjaga restoran tadi. Sebenarnya dia juga ingin mengucapkan kata maaf dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.

__ADS_1


Akhirnya para penjaga juga langsung melepaskan Danu dari celakanya tadi dan meninggalkan mereka bertiga diruangan VIP tadi. Rasanya tak berani jika dari tamunya bilang jika ini adalah hanya kesalahan pahaman saja.


Setelah sepeninggalan kedua penjaga tadi akhirnya Danu langsung duduk lagi di kursinya dan menatap Fiki yang masih berdiri di depannya sedangkan Naura masih di pojok ditempat semulanya tadi sambil memegang tas yang ia bawa dari tadi.


"Maaf Fiki, ini tak seperti apa yang kamu pikirkan. Aku sama Naura hanya bertemu karena aku yang meminta dia datang kesini, kata Danu yang sambil memegang ujung bibirnya yang masih berdarah itu.


Fiki yang hanya diam sambil memikirkan apa yang ia pikirkan tak memandang ke arah Naura sama sekali. Ia sangat marah saat ini apa yang ia dapatkan hari ini tak seperti apa yang dari tadi ia datang kesini dalam keadaan cemas dan binggun. Tadi ia diberi kabar dari supir pribadi istrinya yang tak mau diantar tadi. Karena tak mau nanti disalahkan akhirnya sopir tadi memberitahukan keberadaan bos istrinya itu pas ia selesai mengikutinya dari belakang. Ia mengendarai motor matiknya dan mengikuti taksi yang digunakan oleh Naura tadi. Karena cemas akhirnya Fiki datang dengan tergesa-gesa dan mencari orang yang ia cintai di dalam beberapa ruangan yang akhirnya ia menemukan Naura didalam bersama Danu tadi. Padahal yang difikirkan Fiki keselamatan bayi dan Naura sendiri malah yang dipikirkan sedang berpelukan dengan laki-laki lain.


"Aakh,,, teriak Fiki sambil melempar piring yang tepat di sampingnya itu. Ia melampiaskan apa yang ia rasakan dengan begitu membabi-buta. Ini adalah hal yang ia benci dari dulu. Melihat orang yang ia cintai dengan laki-laki lain adalah hal yang tak pernah bisa ia ampuni sama sekali. Apalagi istrinya juga tak jujur jika akan bertemu dengan Danu seolah-olah ia menutupi hal ini.


Dan Naura yang menyadari ada yang melihat nya langsung menatap kembali Fiki tapi ketakutan yang ia rasakan tak bisa menutupi kegugupannya saat ini. Ia merasakan perutnya sedikit merasakan kesakitan dan ia tak bisa menahannya lagi. Kucuran darah segar tak bisa dia tahan dari tempat dimana yang tak seharusnya ia keluarkan. Sambil menahan perutnya dengan kedua tangannya Naura langsung duduk dan merintih.


"Aow,,,


Sakit, kak sakit kak perutku teriaknya meminta pertolongan pada Fiki yang sedang menatap dirinya itu. Sedangkan Fiki yang melihat Naura seperti sedang kesakitan langsung berlari menuju Naura dan melihat kedua kakinya yang sudah berdarah itu.


"Ah,, Naura bangun Naura...

__ADS_1


Teriakkan Fiki yang langsung mengangkat tubuh Naura dan berlari ke luar. Sedangkan Danu yang juga panik langsung menyusul Fiki dan Naura tapi ia membayar kerugian restoran dulu sebelum meninggalkan tempat itu. Karena pastinya begitu banyak kerusakan yang mereka lakukan tadi. Pas ia sampai di luar ternyata mobil yang ditumpangi Fiki dan Naura juga baru saja akan jalan tak mau ketinggalan akhirnya ia menghadang mobil tadi dan langsung merentangkan tangannya untuk menghentikan mobik Fiki tadi.


"Chiit...


Suara rem mobil yang di injak oleh Fiki secara mendadak. Fiki yang geram langsung memencet tombol bel untuk Danu pergi dari depan mobil itu.


"Bim...Bim.


"Wow jangan disitu aku mau berangkat Danu, teriak Fiki dari atas kaca mobilnya itu.


"Aku itu bro, sahut Danu yang langsung membuka pintu kemudi dan meminta Fiki di belakang sama istrinya. Karena kasian jika Naura dibelakang sendiri seperti ini. Dengan ini akhirnya Danu yang mengemudikan mobil dan Fiki pindah ke kursi belakang memangku kepala Naura yang juga belum sadarkan diri itu.


Sesekali Danu melihat dari kaca mobil betapa Fiki sampai menagis seperti ini. Betapa besar cintanya pada Naura yang sebenarnya membuat hati kecilnya juga menangis. Tapi ia sadar jika ini semuanya salah jika mengejar yang sudah milik orang lain. Danu yang sadar dari lamunannya langsung menambah kecepatannya dan berharap bisa cepat sampai.


"Tolong lebih cepat lagi, kasian Naura Danu!


"Iya, Fiki ini juga sudah laju. Sebentar lagi juga akan sampai. Walaupun hanya dekat dari rumah sakit tapi karena harus balik arah maka terasa begitu lama bagi mereka itu.

__ADS_1


__ADS_2