
Setelah mendapat persetujuan dari bibik akhirnya Naura langsung pergi ke tempat belanjaan untuk membeli kebutuhan yang dibutuhkan termasuk susu. Sangat senang akhirnya bisa sekedar jalan-jalan wajah yang tadinya murung dan pucat sedikit memudar dan berubah menjadi cerah, apa jangan-jangan karena bayi Naura kandung itu ingin terus melihat alam terbuka ya.
"Non, kok non kaya gak ngerasain apa-apa sih seger banget, kata bibik sambil membawa tas belanjaan yang sudah terisi penuh itu. Sambil sesekali beliau melihat ke arah Naura yang sangat bugar tadi.
"Iya bik gak tau aku bahagia kalau terus jalan kaya gini, apa jangan-jangan bayi ku gak mau dirumah terus ya bik, kata Naura yang tak tau terhadap dirinya sendiri.
"Wah atau jangan-jangan karena bayinya laki-laki non jadi gak mau anteng gitu. Soalnya setau bibik jika anaknya laki-laki sudah kalau diajak diem maunya jalan terus, karena bibik juga seperti itu dulu waktu hamil anak bibik non. Karena asik cerita akhirnya mereka berdua sudah tiba dirumah dan tinggal Naura untuk membuat susunya.
Kehidupan Naura yang dibilang jauh dari kehidupannya saat lalu. Walaupun dulu ia selalu dimanja tapi saat ini ia mencoba untuk selalu apapun itu ia lakukan sendiri apalagi bibik juga banyak tugas yang harus ia kerjakan. Karena Naura sangat bersyukur sudah dipertemukan orang baik sebaik bibik dan ibuk Vineta yang tak pernah membuat Naura terluka. Mungkin ini awal kehidupan Naura yang harus Naura jalani ia ingin bisa hidup tanpa merepotkan orang lain. Sedangkan bibik walaupun beliau ada didekat Naura terus tapi bibik juga harus mengurus urusan yang lebih banyak dari Naura. Tepat hari ini Naura yang sudah seminggu meninggalkan rumah sudah mulai terbiasa dengan apa yang ia jalani saat ini. Sedangkan untuk keluarga besar yang masih berusaha untuk menemukan Naura masih dengan berbagai cara, sampai-samapi Fiki yang tadinya hanya mencari ditempat-tempat dimana Naura pernah singgahi pun sudah sampai binggun mau mencarinya di mana lagi. Binggung dan hancur yang ia rasakan betapa ia ingin melihat keadaan Naura saat ini. Karena ia tak betah dengan keluarga yang seakan-akan memojokkan dirinya maka di hari ini Fiki memutuskan untuk kembali ke rumah eyang dengan alasan ingin melanjutkan kuliahnya. Mungkin jika ia kuliah bisa sedikit menghilangkan rasa yang ia pikirkan selama ini. Rasa dimana dia harus menemukan Naura secepatnya dalam keadaan yang baik.
__ADS_1
Sorot sinar rembulan yang tak begitu terang membuat para penikmatnya memiliki banyak arti yang ia disirtakan. Begitupun Naura yang malam ini dikamarnya sambil menangis di depan jendela kamarnya. Teringat masa dimana ia selalu dimanja oleh Fiki dimana ia selalu mendapat perhatian lebih. Tapi disaat ia hamil dan ingin dimanja tapi ia tak mendapatkan itu semua. Perih yang dirasakan Naura saat ini di jendela kamarnya. Tapi saat seperti ini ia tak pernah tunjukkan pada bibik karena ia harus terlihat kuat mungkin jika dicari siapa yang salah adalah dia sendiri jika ia ingin dimanja mengapa dia juga yang melarikan diri seperti ini. Seperti pecundang yang tak mau mengakui kekalahannya. Begitu juga pikiran dimana anak yang ia kandung saat ini yang harus mengetahui siapa sosok ayahnya akankah ia bisa memberitahukan yang sebenarnya terjadi esok pada anak mungil itu. Sambil memegang perutnya yang sedikit kram akhirnya Naura kembali tidur sambil menangis betapa beratnya beban ia saat ini. Hamil tanpa suami dan harus hidup di kota orang yang belum ia kenal. Tapi sitaan itu juga ia juga bisa merasakan betapa orang itu tak seberuntung dirinya jika ia tak menemukan dokter Vineta waktu itu pasti ia akan lontang- Lantung gak jelas pastinya. Allah maha adil dan maha mengetahui apa yang umatnya inginkan jadi kita selaku umatnya selalu ingat dan patuh pada-NYa.
Sedangkan Fiki yang tak bisa tidur dikamarnya hanya melamun memikirkan Naura. "Kenapa aku sangat merasakan kehadiramu Naura bagaimana keadaan mu disana, jangan siksa raga ini, aku tak akan bisa memaafkan diriku sendiri jika kau kenapa-napa. Sudah cukup kau menyiksaku akan aku lakukan apapun itu untuk membuatmu kembali. "Aku akan berjanji jika ini yang kau mau maka aku yang akan menemukanmu bulan ini juga, ucapan Fiki yang hanya bisa berangan-angan tapi tak tau kenyataannya kita tunggu saja sampai kapan Fiki bisa melakukan itu.
Minggu ini dimana dokter Vineta dan suaminya akan berkunjung pada Naura. Rasa bahagia dan was-was yang Naura rasakan dari subuh tadi. mungkin karena tidur terlalu malam jadi ia merasa tak enak badan. Mau dipaksakan untuk terlihat fit tapi ia tak bisa. Pas pintu kamar diketuk Naura yang ingin membukakan tapi malah ia pingsan tak sadarkan diri setelah pintu berhasil dibuka kuncinya. Dokter Vineta dan suami yang ingin melihat keadaan Naura malah dikagetkan dengan kondisinya yang tak sadarkan diri.
"Non, kok jadi gini?, buk kata bibik yang binggun melihat Naura tergeletak diranjang tak sadarkan diri.
"Ini bik tadi Naura tiba-tiba gak sadarkan diri, aku juga keget bik, ucap pak Aan yang nampak masih sedikit mencemaskan anak perempuan yang sudah tak sadarkan diri itu. Ada rasa yang tiba-tiba tak bisa dihilangkan dari benaknya mungkin karena beliau sudah menganggap Naura adalah anaknya mungkin. Sedangkan ibu Vineta yang sedari tadi mengecek kondisi Naura nampak kaget karena tak seperti kebiasaan para bumil yang dialami. Dari detak jantungnya kok kayaknya Naura lagi gak baikan.
__ADS_1
"Bik kok kondisi Naura gak lagi sehat sih bik?
Apa jangan-jangan dia udah lama kaya gini? "tanya buk Vineta sambil masih mengecek semua organ tubuh Naura.
"Iya buk, sebenarnya non Naura sudah susah makan juga buk, tapi jika saya mau memberitahu ke ibuk selalu dilarang dari non, apalagi kemaren non tak makan nasi sama sekali, jelas bibik takut dimarahin oleh majikannya itu.
Buk Vineta dan suami yang mendengar penjelasan bibik langsung saling pandang karena jika dibiarkan pasti kondisi Naura semakin parah.
"Pah, belikan infus di apotek sana Pah, saya buatkan resep dulu. Nanti jika gak dibantu infus pasti Naura gak bisa kembali pulih lebih cepat lho, pinta istri itu pada suaminya. Karena rasa bersalahnya tak mengetahui keadaan Naura yang sudah sangat drop itu.
__ADS_1