CATATAN HARIAN NAURA

CATATAN HARIAN NAURA
Pagi pengganti


__ADS_3

Pagi ini di kamar yang masih gelap karena kurangnya penerangan dan sinar mentari yang belum terbit membuat Naura yang akan bangun dan melakukan aktifitas paginya malas untuk bangun. Apalagi kondisi tempat eyang termasuk tempat yang dingin dan nyaman untuk bermalas-malasan. Kebun teh yang terdapat di daerah itu membuat para wisatawan yang datang kebanyakan para pasangan yang bersama dengan pasangannya masing-masing.


Walaupun ia memiliki pelayan tapi Naura ingin menyiapkan kebutuhan dari kedua anaknya dengan tangannya sendiri. Apalagi suaminya yang tak mau di perhatikan dari orang lain harus ia sendiri yang menyiapkan apa yang dia butuhkan. Dengan berat hati Naura akhirnya bangkit dari ranjangnya untuk mandi dan beraktivitas seperti biasa. Pas ia ingin beranjak dari ranjang tadi tangan Fiki yang ia singkirkan begitu berat tak mau pergi dari pelukan badannya itu. Dengan sudah payah akhirnya tubuh mungil Naura terperangkap di pelukan suaminya itu.


"Masih pagi sayang mau kemana sih.


Mending kita nyari yang hangat dulu ya, kakak kedinginan nih bisikan Fiki pada Naura yang tak jadi bangun tadi.


"Kak katanya mau daftarin anak-anak, aku hanya mau nyiapin apa yang dibutuhkan nanti kak. Kan kakak tahu anak-anak paling ribet kalau sudah memepet jam nya akan marah-marah lho. Kamu juga kebiasaannya di bilangin dong udah mau punya anak 3 kok masih bangun siang, mau dikasih makan apa anak-anak mu kak, bantah Naura dengan halusnya tapi ia masih bisa menyentuh hati terdalam Fiki.


"Kebutuhan kalian sudah kakak siapin kok, tinggal kamu minta sudah ada. Tapi aku ingin minta imbalan dong kalau nyuruh kakak bangun pagi. Mandi bareng yuk, ajaknya yang langsung menggendong Naura dan menuju ke kamar mandi mereka itu. Fiki yang langsung menyiapkan air hangat langsung meletakkan Naura diatas tempat duduk yang ada di ruangan itu. Dengan lihainya Fiki langsung membuka semua kancing baju Naura yang membuat tubuh putih itu tak berbusana sama sekali. Pagi ini Fiki melakukan itu semua untuk menganti tadi malam tak jadi itu. Walaupun Naura menolak tapi Fiki tetap melakukan itu dan memanjakan apa yang di inginkan oleh keinginannya itu. Setelah air hangat yang penuh tubuh yang sudah menjadi candunya itu langsung dimasukkan ke tempat yang sudah berbusa itu. Sambil bermain apa yang dia inginkan Fiki terus tak hentinya menciumi semua inci tubuh itu. Meninggalkan tanda ke pemilik yang dulu juga pernah ia berikan pada Naura. Tak mendapatkan perlawanan yang begitu besar akhirnya Fiki langsung mengangkat tubuh itu tepat dipangkuannya dan melakukan rutinitas pagi ini begitu indah di tempat itu.


Goyangan demi goyangan akhirnya tercipta dengan irama suara yang keluar dari Fiki ataupun Naura yang beriringan. Karena masih begitu pagi kedua anaknya yang belum bangun membuat permainan itu menjadi berulang untuk yang kedua kalinya. Fiki melakukan dengan lembutnya agar Naura tak merasakan kesakitan.


"Aah...

__ADS_1


Kak punya Naura udah mau keluar kak.. teriakan Naura sambil menggigit bahu yang ada didepannya itu.


"Kita keluarkan bersamaan sayang, punya kakak juga udah gak kuat ni.


"Aah... Akhirnya pelepasan mereka lakukan untuk yang ke sekian kalinya.


Setelah kegiatan itu Fiki langsung mencium kening Naura yang berkeringat itu.


"Terimakasih sayang, kamu adalah hidupku dan untuk hidup anak-anak juga. Ya udah kakak bantu ya biar kamu gak kedinginan. Dengan teliti akhirnya Fiki telah usai memandikan istrinya dan membantu untuk berpakaian lagi. Pokoknya ia akan melakukan hal itu agar Naura tak merasakan kelelahan pada usai kandungannya itu.


"Buk teman-teman disini baikkan buk? ,"tanya Oci yang mengikuti langkah ibuknya itu.


"Baik kok, ibuk dulu juga sekolah disini sebelum punya kalian. Ayah juga sampai akhirnya ibuk pergi ke tempat Oma dan Opa, jawab Naura yang langsung melihat ke arah suaminya yang merasa bersalah itu.


"Terus kenapa ayah gak ikut ibuk ke tempat Oma dan Opa?

__ADS_1


"Ayah disini ngurus perusahaan teh milik nenek buyut kalian yang begitu rame ini nak, sahut Fiki yang tak mau kedua anaknya memojokkan dirinya juga. "Iya kan buk, kata Fiki yang sambil mencium kening Naura itu.


"Ah ayah gak sayang sama kita ya kan kak, masak yang di cium hanya ibuk, kata Oca yang langsung mantunya.


"Udah sini ayah sayang kalian semua kok, kalian adalah hidup Ayah. Ya udah ganti dulu sana bajunya udah disupai ibuk tu.


Akhirnya mereka berdua langsung menganti baju mereka dan turun kebawah untuk sarapan. Karena ke inginan mereka agar mereka bisa bertemu dengan teman baru akhirnya sarapan dan langsung berangkat ke sekolah. Karena Naura yang harus menyiapkan kebutuhan akhirnya ia memutuskan untuk ikut dan mampir ke supermarket untuk belanja apa yang dibutuhkan dari kedua anaknya tadi. Dan ia juga ingin memastikan jika kedua anaknya aman di sekolah yang baru itu. Apalagi tempat baru yang mereka belum kenal sebelumnya.


Pas ia sampai di supermarket untuk membeli apa yang ia butuhkan setelah dari sekolah tadi. Ia mengambil apa yang ia perlukan dan dibantu ke tiga orang yang ia sayangi. Fiki yang mendorong troli belanja tak sengaja melihat buah pisang yang masak dan pastinya menu utamanya saat ini. Karena buah pisang saat ini bisa menambah kekuatan seksual mereka meningkat. Dan pastinya ia harus mengonsumsinya setiap hari😀.


Naura dan Fiki begitu bahagia setelah melihat kedua anaknya berlarian mencari apa yang mereka butuhkan. Sebelumnya Naura tak pernah membayangkan hari ini akan terjadi. Semoga kebahagiaan itu tak akan pudar terkikisnya waktu. Dan untuk keluarga besarnya semoga juga ikut merasakan kebahagiaan yang tak ada hentinya itu. Karena tak ingin makan makanan luar akhirnya mereka langsung bergegas untuk pulang dan makan siang di rumah karena lebih bisa membuat keluarga mereka lebih erat lagi. Dan pastinya lebih hemat walaupun apapun kebutuhan yang ia pinta selalu kecapean tapi Naura tak ingin kedua anaknya berfoya-foya hanya untuk yang tak berguna sama sekali.


*****


Terimakasih kasih atas dukungan kakak semua. Semoga novel ini bisa berakhir dengan kebahagian tanpa melukai hati dari kakak semua. Maaf hanya bisa up satu bab kak semoga masih mau menunggu itu ya kak. Tapi aku ingin kakak komen untuk akhir ceritanya mau seperti apa kak🤭🤭🤭🤭

__ADS_1


__ADS_2