
Karena pak Catur yang tak kunjung datang maka Fiki sebagai seorang laki-laki yang ada di situ harus bisa berfikir tentang apa dan memecahkan apa yang nanti membutuhkan persetujuannya. Tepat setelah sekitar 10 menit Naura datang dan duduk di dekat bik Ina. Sambil menunggu Dokter atau perawatan yang akan keluar dari ruangan itu.
Ceklek,,
Suara pintu yang terbuka menampakkan satu Dokter keluar menemui mereka.
"Karena pasien mengalami pendarahan maka kami bisa melakukan tindakan medis untuk penanganan ke jalur operasi. Tapi sebelum operasi berjalan lancar kami membutuhkan darah yang sama dengan pasien. Apakah keluarga ada yang bergolongan sama dengan pasien, ujar dokter yang nampak ada keseriusan di wajahnya itu.
"Coba kami berdua Dok, siapa tau ada yang sama dengan ibuk soalnya kami anaknya, jawab Fiki yang sambil memegang Naura yang berdiri di depan dokter tadi.
__ADS_1
"Ya udah mari kita cek kalau kalian bisa semuanya membantu pasti pasien akan bisa segera ditangani, ujar dokter yang mengajak Naura dan Fiki masuk didalam ruangan. Ruangan yang bersebelahan dengan ruangan ibuknya yang nampak memucat karena disuntik bius. Setelah mereka berdua melakukan sesi demi sesi pemeriksaan akhirnya ada satu yang bisa membantu ibuk Dini. Ya hanya Fiki yang sama dengan ibuk Dini. Karena dokter menyarankan untuk segera melakukan donor darah maka Naura dipersilahkan untuk keluar menunggu kedua orang yang ia sayangi itu. Ada rasa yang begitu mengganjal dipikirkan Naura saat ini, kenapa ia tak sama dengan ibuknya, atau memang dia sama dengan bapaknya.
Sambil menunggu dengan harap-harap cemas Naura sambil berdoa dan di hibur oleh bik ini yang masih setia di sampingnya itu.
"Sayang ibuk bagaimana kondisinya, ucap pak Catur yang baru tiba dan nampak terlihat seperti kebingungan. Karena pas waktu istrinya membutuhkan ia tak ada. Dan saat seperti ini dia juga tak bisa berbuat untuk orang yang iya sayangi. Tak terasa tetesan air mata beliau keluar tanpa permisi.
"Ya Allah beri kelancaran pada semua keluarga ku ya Allah, terutama untuk anak dan istri aku. Aku hanya suami yang tak berguna untuk mereka, kata pak Catur yang membalas pelukan putrinya itu.
"Udah pak kita berdoa aja pada Allah biar ibuk selamat dan bayinya juga sehat pak, bujuk bik Ina yang merasa tak sanggup melihat pak Catur yang menjadi selembek ini.
__ADS_1
"Makasih ya bik, bibik beli minum untuk kita ke kantin ya bik. Biar kita gantian yang nunggu ibuk disini, pinta pak Catur yang merasa sedikit haus juga.
Check,,
Suara pintu terbuka dari dalam dan nampak Fiki yang keluar sambil memegang tangan yang sedikit merasakan kesakitan. Tapi demi ibuknya dan calon adiknya ia sanggup melakukan apa pun itu.
"Bapak, Naura ibuk sudah mau penanganan operasi, ucap Fiki pada kedua orang yang ada didepannya itu.
"Alhamdulillah nak, makasih kamu sudah datang tepat waktu dan membantu ibuk dan adik kamu, Bapak tak bisa bayangin jika tak ada kamu nak. Kami semua berhutang Budi padamu. Karena kepanikan semuanya tak ada yang memberi tahukan pada semua keluarga karena semua masih fokus pada Dini yang belum selesai penangan.
__ADS_1