
Setelah kecapekan mengimbangi permainan orang yang ia sayangi tadi akhirnya Beti mencoba ingin melihat jam yang ada di telfonnya karena dia sudah merasakan sedikit nyeri di bagian intimnya. Mungkin jika ia hitung sudah 4x orang yang ia sayangi itu pelepasan. Malam yang panas di Homestay saat ini. Karena merasa laki-laki yang ada disampingnya itu tertidur akhirnya ia meraih ponselnya dan melihat jam, tapi bukan jam yang ia lihat dari sorot cahaya yang telefonnya pancarkan melainkan wajah laki-laki asing yang tidur bersebelahan dengan tanpa memaki baju sana sekali.
"Aahhh, teriak Beti kencang dan langsung menghidupkan lampu yang ada disampingnya itu. Betapa kagetnya ia ternyata melakukan hubungan badan dengan orang yang tak ia kenali saat ini. Apalagi setelah laki-laki itu membuka matanya dan mendapati Beti sudah melihat kenyataan ini semua. Hanya diam dan sambil menutup separo badannya saat ini yang laki-laki itu lakukan. Mau bagaimana pun ia sudah puas karena melihat bercak darah yang ada di ranjang mereka itu yang menandakan jika wanita yang ia ajak bercinta itu masih perawan.
__ADS_1
"Kamu siap kenapa kamu ada disini? ,tanya Beti marah tak terima ada laki-laki lain ada diruang itu. Sambil menarik selimut untuk menutupi tubuhnya ia langsung kemunduran tubuhnya lagi. Takut jika laki-laki itu ingin melakukan apa yang ada dipikirannya saat ini.
"Udah gak usah mundur-mundur toh kita udah melakukan hal itu, atau jangan-jangan kamu minta lagi ya, goda laki-laki yang sedari tadi hanya tersenyum puas. Toh kamu tadi suka banget dari belaihan yang aku lakukan, kata laki-laki itu. Kamu bakalan kecanduan jika tak melakukan hal ini semua. Aku yakin mungkin sebentar lagi kamu akan hamil anak aku, ucap laki-laki itu yang memegang kedua kaki Beti sambil ingin menindihnya tubuh Beti lagi.
__ADS_1
Setelah melihat Fiki yang datang dan menghidupkan lampu kamar tersebut Beti langsung menutup tubuhnya memakai selimut yang ternyata selimut tadi sudah ditarik teman Fiki juga, akhirnya Beti dan laki-laki itu semakin dekat. "Kamu jagat kak sama aku, aku kira kamu benaran sayang sama aku makanya kamu minta aku kesini, ucap Beti yang sambil menangis mencoba melupakan pikirannya itu.
"Aku cuma minta pertanggung jawaban orang yang sudah melukai Naura aja, kamu kan yang melukai Naura sampai ia harus masuk rumah sakit, balas Fiki yang akhirnya mengutarakan apa yang ia rencanakan itu. Impas kan kamu bisa merasakan hal ini tapi tak terluka sedangkan Naura masih belum bisa keluar Jan dari rumah sakit.
__ADS_1
Tangis Beti pun pecah karena ternyata Fiki sudah mengetahui hal itu semua, padahal hal itu sudah ia tutupi rapat sekali tapi masih bisa Fiki ketahui. "Maafkan aku kak, kamaren aku tak sengaja melakukan itu semua kak, mohon Beti agar bisa terbebas dari hukuman yang lainnya dari Fiki. Walaupun saat ini bagian intimnya sedang sedikit sakit tapi ia sampai tak menghiraukan itu semua. Begitupun bekas tanda merah yang ada di tubuhnya yang sangat banyak sekali ternyata.