CATATAN HARIAN NAURA

CATATAN HARIAN NAURA
Satu kabar baru lagi


__ADS_3

",Kok tahu kakak mau makan Abi, kan tadi kakak bilang udah makan jadi gak harus repot-repot ya, kata kak Vineta yang merasa tak enak pada Abi. Tapi sebenarnya ia sangat lapar entah karena ia yang mau atau calon bayinya yang akan berkembang. Jika kalian yang jadi dokter Vineta pasti juga ingin diperhatikan dari suaminya dan dari adik laki-laki ya kan. Coba jujur yang kaya gitu serasa wanita paling beruntung dehπŸ’ž.


",Udah Abi makasih ya. Jangan dengerin kak Vineta tadi kakak aja mau minta tolong kamu untuk belikan makanan karena kakakmu itu udah lapar. Untung kamu udah datang dan bawa makanan kaya gini. Ya udah ayo kita makan bareng-bareng aja.


"Hehehe...


Iya Abi makasih ya makannya. Ayo kamu juga ikut makan dong jangan cuma lihatin kakak kaya gini. Karena merasa malu dokter Vineta pura-pura menawari makan pada Abi padahal ia sudah disuapin oleh suaminya sampai 2x makan. Sedangkan Abi yang melihat tingkah lucu kakaknya tak henti-hentinya tertawa dan melirik kak Aan.


Karena merasa lapar akhirnya Abi pun ikut makan dan menghabiskan makanan yang ia beli tadi tanpa menunggu lama. Sedangkan kak Aan menyuapi istrinya baru menghabiskan makanannya sendiri. Tak berapa lama semuanya sudah selesai makan pintu kamar rawat itu diketok oleh tamu atau entah dokter karena belum juga masuk.


",Tok..tok.


"Masuk, Sahut pak Aan dari dalam.


Setelah pintu tadi terbuka ternyata Papa Huda dan Mama Fina masuk sambil membawa buket bunga dan buah-buahan yang beliau beli sebelum sampai dirumah sakit. Semua buah-buahan yang segar untuk masa-masa ngidam yang dibeli oleh Mama Fina. Dari kedondong, mangga muda, belimbing, dan masih banyak lagi.


Setelah meletakkan buah tadi di atas meja Mama langsung menciumi kedua pipi anaknya itu. Sedangkan Papa Huda memeluk pak Aan yang sudah seperti anaknya juga itu. Rasanya tak ada bedanya pak Aan dengan pak Catur yang seperti anak mantunya itu. Pas Papa Huda melepaskan pelukannya pada pak Aan beliau tanpa sengaja melihat expresi wajah pak Aan yang sedikit murung atau sedikit sedih.


",Kamu kenapa nak, suara papa Huda membuyarkan semuanya termasuk Abi yang masih fokus di telfonnya tadi. Apalagi Mama Fina dan istrinya yang juga binggun melihat ekspresi itu.

__ADS_1


", Mama kenapa gak beli in aku buah juga sih Mah, kenapa Vineta aja yang dibelikan?


Emang aku gak anak Mama ya. Kata itu muncul dengan sendirinya dari mulut pak Aan yang langsung sedikit menitihkan air matanya. Rasanya ia tak adil diperlakukan seperti ini.


", Wahahahah...


Suara tawa Abi yang melihat kakaknya bertingkat seperti anak-anak itu. Masak iya harus iri kan ya kak Vineta yang hamil masak dia juga harus dibelikan buah juga. Pikir Abi yang merasa jika itu hanya perbuatan paling bodoh yang ia tahu. Tapi berbeda dengan Mama Fina yang langsung mendekati anaknya itu.


", Maaf ya nak, kamu mau ya!


Mau makan apa biar Mama kupasin, ucap Mama Fina yang tahu jika saat ini yang ngidam itu adalah pak Aan. Beruntung sekali nak Vineta yang tak merasakan ngidam tapi suaminya dapat dipastikan jika waktu ia melahirkan besok yang merasakan sakit juga pak Aan. Dan antara Naura dan dokter Vineta juga tak berjarak lama.


",Aku mau belimbing Mah, gak usah dikupas tapi langsung makan aja. Jawab pak Aan yang langsung duduk kembali.


", Beruntung sekali nak kamu, yang ngidam adalah suami kamu kayaknya jadi kamu harus jaga perasaan dia ya. Karena paling sensitif jika kaya gitu, Papa dulu juga kaya gitu.


",Iya Mah, makasih ya. Oya Mama tadi untuk makan belum biar Abi belikan tadi Vineta habis makan.


", Mama udah makan sayang tadi sama Papa sebelum dapat kabar kamu pingsan tadi. Jaga kondisi ya jika kecapekan kamu berhenti kerja aja dirumah aja biar Aan aja yang kerja. Kasian kamu kan gak boleh capek-capek.

__ADS_1


",Tok,, Tok...


Suara pintu yang diketok lagi. Entah mungkin suster atau dokter yang sedang jaga mungkin. Setelah dapat sahutan dari Papa Huda yang dari dalam pintu utama langsung terbuka lebar dan masuk teman Abi yang sesama dokter di rumah sakit. Walaupun masih mengunakan seragam khas dokter tapi ia tidak yang menangani Dokter Vineta. Tanpa mengurangi rasa sopannya ia langsung menyalami Papa Huda dan Mama Fina yang dulu sering ia jumpai waktu masih sekolah SMK dulu. Tapi setelah kuliah mereka jarang ketemu karena beda fakultas dari Abi.


", Assalamualaikum Om, Tante.


Lama tak pernah ketemu ya Om. Bagaimana kabar dari Om dan Tante?


Maaf sebelumnya jika saya lancang langsung masuk tadi.


",Kami baik-baik saja nak, ah kamu bisa aja gak apa-apa langsung masuk kan kita sudah seperti keluarga juga. Apalagi kamu kan juga dokter nak. Iya kamu gak pernah main ke tempat kami sih mentang-mentang sudah jadi sukses gitu.


"Ah bisa aja Om, suksesan Abi lah Om udah mapan juga kan kerjanya. Karena tak mau menyombong itu semua ia terus menurunkan apa yang ia punya. Karena ia merasa diatasnya masih ada yang lebih dari ia sendiri. Itulah yang di unggulkan darinya karena tak mau menyombongkan apa yang ia punya.


",Ada apa dok, ada perlu yang penting sepertinya soalnya tadi WhatsApp aku sebelum kesini. Kata Abi yang sedikit sinis pada temannya tadi. Karena sifatnya yang bertolak belakang maka tentunya itu bisa merogoh hati keluarganya. Sedangkan ia sendiri sering hanya diam saja.


",Saya mau memberikan ini Abi, kata dokter tadi langsung menyerahkan pada Abi lembaran kertas yang masih di dalam amplop putih itu. Tapi Papa Huda yang ada didepan teman Abi jadi yang mengambil beliau. Setelah ditangan Papa lembaran itu langsung di buka karena ia juga penasaran apa isinya. Pas sudah terbuka dan membaca dengan seksama betapa hancur hatinya saat itu karena mengetahui jika dokter Vineta ternyata anak kandung dirinya sendiri. Rasanya tak percaya tapi kenyataannya apa ini. Mama Fina yang penasaran juga mendekat dan mengambil lembaran kertas tadi lalu ikut membacanya. Tak jauh dari Papa Huda beliau juga suhud syukur pada Tuhan atas apa yang mereka dapatkan ini.


Abi yang takut dimarahin oleh kedua orangtuanya pun juga mendekat dan ikut membaca betapa terkejutnya jika apa yang ia pikirkan ternyata benar jika kak Vineta adalah Kakak kandung itu. Kabar bagus yang mereka dapatkan dari satu hari ini sangat membuat mereka bahagia.

__ADS_1


❀️❀️❀️


Maaf kak baru up karena membagi waktu hari ini sedikit lama. Yang penting saya usahakan up perbab walaupun hanya satu ya kak.πŸ™πŸ˜€


__ADS_2