
Dengan sungguh-sungguh dokter Vineta mengecek kondisi anak angkatnya itu. Beliau berharap jika ini adalah awal yang bagus untuk Naura dan bisa kembali bahagia bersama keluarga besar lagi. Dari step by step akhirnya semuanya sudah ia periksa. Dan saat yang tidak diduga akhirnya dokter Vineta langsung memegang tangan Naura yang saat ini sedang bergerak itu. Semakin beliau memegang erat tangan anaknya gerakan tangan Naura kembali bergerak. Itu tandanya ada gerakan untuk sekedar membalas. Paling tidak untuk detik ini Naura masih bisa merespon apa yang di lakukan oleh dokter Vineta. Pas beliau ingin pergi memanggil dokter yang lainnya tangan Naura semakin erat yang menggenggamnya.
"Fiki lihat,, Tika menggenggam tangan ku. Panggil keluarga yang lainnya karena ini kabar yang bagus nak, perintah dokter Vineta pada Fiki yang masih ada didekat itu. Karena apa yang keluarganya tunggu akhirnya terkabul, menanti keajaiban agar Naura kembali lagi di dalam kehidupan bersama yang lainnya. Dengan sangat hati-hati akhirnya keluarga masuk dan menangis terutama para ibu yang merasakan doa mereka terkabulkan. Mungkin setelah kejadian ini akan ada kebahagiaan untuk keluarga mereka itu.
Di depan pintu kamar Naura pak Catur langsung menangis dan terduduk lemas karena melihat kondisi anaknya itu yang seperti ini. Mungkin karena beliau sebagai orang tua belum bisa membahagiakan Naura hingga detik ini. Setelah Naura hilang lima tahun lalu beliau selalu merasa bersalah sebagai orang tua yang tak bisa membahagiakan dari anaknya. Apalagi jika mengingat janji yang ia ucapkan pada mendiang istrinya dulu yang tetap akan menyayangi Naura bagaimana itu caranya. Tapi kenyataannya Naura tak seperti mendapatkan kebahagiaan lebih di keluarga itu.
"Sudah nak, kita ikhlaskan saja bagaimana Naura akan sembuh juga karena kuasa Allah. Jika belum di kehendaki maka Naura juga belum akan sadarkan diri nak, kita berdoa aja nak akan kebaikan Naura karena dokter hanya perantara Naura yang akan disembuhkan, melihat nantinya tertunduk lemas akhirnya pak Rudi langsung memberikan semangat untuk pak Catur agar lebih bersemangat lagi. Apalagi jika dilihat dari tampang pak Catur saat ini ia juga merasakan ketakutan akan kehilangan Naura untuk selamanya. Jika tak ada yang memberikan semangat maka beliau yakin jika pak Catur juga akan lebih terpuruk. Padahal bukan hanya orang yang sakit yang harus diberikan semangat, tapi keluarga yang ikut merasa terpuruk juga harus diberikan semangat agar ia tak ikut sakit. Jika ia sakit maka siapa yang akan menjaga yang sakit tadi?
"Makanya jika kita sakit kita harus selalu menjaga pikiran dan kondisi kita agar lebih fit lagi nak, ya udah bapak mau kekamar mandi dulu ya, tolong jaga Dini takutnya dia juga drop lho. Sebelum beliau meninggalkan anak mantunya tadi beliau memberikan motivasi agar pak Catur bisa lebih sabar dan semangat lagi. Itu semua untuk anak dan istrinya juga.
Didalam kamar bernuansa putih itu dokter Vineta sudah berunding dengan dokter yang satunya. Karena tak ada gerakan lagi yang di lakukan Naura hanya tadi. Mungkin karena efek dari tubuh yang sedikit kesakitan juga bisa atau mungkin karena pengaruh obatnya. Tapi setahu dokter Vineta apa yang dialami seperti Naura itu jika pasien mengalami benturan atau mungkin habis kecelakaan jadi bisa koma sedikit lama. Sedangkan Naura tak mendapatkan bentar sama sekali sebelum ia tak sadarkan diri tadi.
Hingga siang ini akhirnya Naura juga tak mampu untuk membuktikan jika ia sudah sadarkan diri. Karena kenyataannya ia juga tak membukakan matanya sekedar untuk melihat anaknya. Dengan dibantu oleh Opa Aan akhirnya Oca dan Oci diantarkan untuk pulang kerumah dulu untuk mandi dan ganti pakaian. Sedangkan untuk sebagian keluarga gantian juga pulang kerumah untuk sedikit merilekskan tubuh. Karena tidur dirumah sakit tak seenak tidur dirumah.
Di rumah sakit saat ini tinggal pak Catur, ibuk Dini dan kakek Huda dan nenek Fina saja sedangkan Fiki juga hanya duduk di ranjangnya sendiri sambil melihat Naura dengan seksama. Sedangkan dokter Vineta sedang ada diruang kerjanya untuk mencari solusi atau pengobatan untuk kesembuhan Naura. Ia tak ingin jika Naura kelamaan untuk tertidurnya.
__ADS_1
"Pak, kok Naura belum juga sadar sih pak, apa Naura ingin kita pindahkan ke rumah sakit di kota kita aja ya Pak, aku takut jika Naura akan lama kaya gini ya. Karena Fiki ingin yang terbaik untuk Naura akhirnya ia memutuskan untuk berunding hal ini pada ayahnya itu. Jika diijinkan maka akan dia lakukan apapun untuk kesembuhan Naura.
" Kita ingin membawa Naura balik nak dari sejak diberitakan ia ketemu dulu, tapi kita juga gak boleh egois jika saat ini ada dokter Vineta yang juga harus kita jaga hatinya nak, alasan pak Catur yang langsung membuat Fiki diam tak menjawab lagi. Memegang berat hal ini jika Fiki lakukan, seperti kacang yang lupa kulitnya. Keheningan yang tercipta dikamar Naura tersebut karena tak bisa berucap apapun itu lagi.
"Nak, nenek sama kakek juga berat untuk meninggalkan dokter Vineta nak, rasanya sulit banget apalagi pengorbanan dia pada Naura yang tak meminta imbalan seperti itu juga sangat lah sulit. Jika dokter Vineta mau pindah ke kota kita pastinya nenek dan kakek akan lebih bahagia lagi karena kita akan bisa gantian menjaga beliau nak, alasan yang diberikan pada Fiki saat ini adalah alasan lisan yang tak tau sebenarnya hatinya seperti apa. Sedangkan hati kakek Huda dan nenek Fiki tak seperti itu. Beliau tak ingin meninggalkan dokter Vineta karena ia merasa bisa hidup kembali dengan mendiang ibuk Naura yang sudah tiada. Dan tak tau perasaan apa yang terjadi tapi berat rasanya ingin meninggalkan dokter Vineta saat ini. Walaupun pak Aan memiliki kekayaan yang banyak dan apapun untuk dokter Vineta tapi tak tau rasanya jika seperti ada yang mereka miliki untuk i ikatan yang lebih dari orang lain. Mungkin karena rasa tak enak saja atau apalah aku juga tak tau lagi.
Walaupun di kamar Naura sudah ditutup rapat pintunya tapi jendela yang ada di bagian depan itu sedikit terbuka dan apa yang diucapkan di dalam ruangan itu terdengar semua oleh Harun yang tak sengaja mendengarkan hal itu. Sebenarnya itu buka rencananya tapi pas lewat depan kamar Naura pas tak ada saudara sama sekali dan akhirnya ia berhenti sebentar dan mendengarkan obrolan semaunya tadi. Karena tak terima dengan kepindahan Naura untuk ketempat lain akhirnya kemarahan Harun memuncak. Dengan tergesa-gesa akhirnya ia kembali keruangannya untuk merencanakan apa yang ingin ia rencanakan. Ia ingin jika Naura tak akan meninggalkan dirinya seperti ini. Bayangan jika ia hidup dan tak melihat Naura lagi akan lebih suram dari kehidupan yang sebelumnya.
"Sialan kau Anand, kau malah ingin ajak Tika balik ke kotamu. Apa sih yang kau inginkan aku hanya ingin bersama Tika saja kau halangi seperti ini. Andai aku sampai masuk kehati ya pasti kau akan gila Anand, wahahahaha
Tok, tok, tok
Suara ketukan dari arah pintu ruangan Harun, dapat dipastikan jika orang yang ia hubungi tadi sudah datang.
"Masuk, silahkan duduk dok.
__ADS_1
Begini dok maaf sebelumnya saya mau minta bantuan sesuatu pada dokter tapi jangan sampai ada yang tahu hal ini dok terutama dokter Vineta. Ini hanya kita berdua saja yang tahu dok. Tanpa pikir panjang akhirnya apa yang Harun ingin ucapakan sudah terucap jelas dan detail pada dokter tersebut apalagi karena kekuasaan Harun yang pastinya membuat dokter jastin sedikit mengiyakan apa permintaan Harun tadi.
"Iya Dokter Harun, saya usahakan agar apa yang dokter ingin terlaksana. Apalagi menyangkut masalah yang seserius ini pastinya saya akan nomor satu untuk mendukung ini semuanya dok. Ya udah saya pamit dulu ya takutnya dokter Vineta juga akan mencurigai saya dok. Apalagi saat ini pastinya dokter Vineta Sedang kesusahan kaya gini. Dengan bermodalkan omongan Harun yang kita juga tak tau apa itu dokter jastin keluar dan akan mengerjakan tugas dari sedikit demi sedikit agar yang diminta dari dokter Harun bisa tercapai. Apalagi jika ia berhasil mendapatkan apa yang Harun mau, jabatan yang lebih tinggi dari ini yang di berikan pada dokter tadi.
Pas sampai di ruangan Tika akhirnya dokter suruhan Harun tadi mengecek kondisi Tika dan akan mendengarkan penuturan dari keluarga yang seperti apa yang dibicarakan di ruangan Harun tadi. Jika ia meminta orang lain yang melakukan hal itu dapat dipastikan jika Harun tak ingin mengotori tangannya untuk hal semacam ini.
"Dok, bagaimana kondisi Naura dok, apakah ia sudah ada peningkatan lagi? , pertanyaan pak Catur yang akhirnya membuat dokter jastin tadi bertugas seperti itu.
"Iya pak, kita tunggu saja jika dalam jangka 24 jam pasien tidak disadarkan diri maka kita akan memberikan kebebasan pada keluarga bapak. Apa lagi selama dirawat di ruangan ini baru saat ini pasien juga memberikan petunjuk itu. "Ya udah pak saya pamit dulu ya, pamitnya ramah sekali saat ini.
Pas dokter jastin tadi mengecek kondisi Naura ia sempat menyuntikkan obat pada infus Naura yang tak tau obat apa itu. Karena tak ada dokter Vineta jadi tak ada yang tahu apa yang di suntikkan tadi. Apalagi dokter Justin juga tak tau obat itu karena ia hanya disuruh oleh Harun tadi. Mungkin jika kena kasus lagi dokter jastin akan langsung mendekam di penjara jika sampai Naura kenapa- Napa. Hanya karena jabatan yang lebih tinggi ia langsung berbuat seperti ini apalagi ia juga tak tahu sebenarnya apa yang Harun sudah lakukan hingga Tika seperti ini.
Dokter Vineta masih sibuk dengan apa yang beliau pikirkan sampai-sampai beliau tak melihat keadaan Naura saat ini. Beliau pikir waktunya Naura bersama-sama dengan keluarganya juga. Tapi karena kecerobohan yang beliau lakukan ini akan membuat Naura tak tau karena hanya keluarga yang ada di kamar Naura dan melihat kejadiannya yang nyata terjadi itu.
Sedangkan Harun yang sedang mendapatkan informasi jika dokter Jastin sudah memberikan apa yang ia suruh tadi langsung tersenyum. Mungkin karena ia pikir jika Naura bisa langsung menjadi miliknya saat ini juga. Karena hanya obat yang ia berikan tadi yang akan membuat Naura sedikit bisa bertahan dan kembali membuka matanya. Tapi ia juga belum yakin juga itu bisa terjadi atau tidak karena ia belum membuktikannya juga. Setelah obat itu ia beli dari luar ia juga tak bisa menguji keampuhan dari hasilnya yang pasti obat yang sudah masuk ditubuh Naura juga sudah membuktikan keampuhanya tinggal ia menunggu obat yang satu ini. Obat yang ia beli dari rumah sakit ternama di tempat ia kuliah dulu yang tadinya untuk menjebak Naura tapi malah berujung Naura sampai hampir 24 jam juga tak sadarkan diri seperti ini. Tadinya obat itu hanya diwajibkan untuk setengah takaran saja tapi pas di villa itu Harun menyuntikkan obat itu sampai cairan obat itu habis dan langsung membuat Naura pingsan ini. Yang pasti dokter Vineta juga tak tahu apa obat ini karena belum ada peredaran obat ini di luar lingkungan rumah sakit yang dimana Harun membelinya. Karena dengan sertifikat kampus juga ia mendapat mudah apa yang ia inginkan seperti ini. Tapi jika masalah hati ia tak akan mudah lho kita tunggu tunggu kelanjutannya siapa yang akan mendapatkan Naura?
__ADS_1
Fiki atau Harun yang sudah pasti ia juga jahat.