
Kenapa aku sampai terbawa mimpi kaya gini ya. Apa aku saking tertariknya pada Naura agar ia menjadi milikku, ucap Danu yang akhirnya ia berdiri dan menuju ke meja untuk minum. Mungkin karena mimpinya tadi ia sedikit ke lelahan.
Setelah Danu sedikit lebih rileks akhirnya dia mengambil ponselnya dan melihat nomor Naura yang sudah ia simpan itu. Rasanya ia ingin sekali mendengarkan suara merdu milik Naura. Rasanya ia tak bisa memejamkan mata lagi jika tak mendengar suara indah itu. Tapi setelah melihat jam ternyata baru pukul 02.00 dini hari. Mana mungkin ia akan menghubungi Naura jika pagi aja belum ini waktunya untuk istirahat kembali. Karena tak mendapatkan apa yang ia inginkan akhirnya Danu kembali tidur dengan memandang foto yang ia ambil waktu Naura makan tadi. Dan Danu berharap jika besok pagi anak bisa ketemu dengan Naura lagi di rumah sakit.
Pagi yang ia tunggu akhirnya tiba. Danu begitu antusias untuk berangkat ke rumah sakit dan berharap akan bertemu dengan Naura. Tapi setelah ia tiba di rumah sakit dan melihat ke ruangan Fiki ternyata ia tak mendapatkan apa yang ia cari. Hanya dua kakek tua yang saat ini ada di ruangan itu. Dengan rasa kecewa akhirnya ia selesai mengontrol kondisi dari Fiki pun langsung pamit karena akan melihat para pasien yang lainnya.
__ADS_1
Sedangkan Naura hari ini memang tak bisa datang ke rumah sakit karena kondisi badannya yang tak begitu baik. Apalagi semakin ia memaksakan untuk bergerak ia tak bisa bangun dari tidurnya. Akhirnya hari ini ia hanya ingin bermalas-malasan di kamar tidur tadi. Tinggal beberapa hari lagi ia juga akan pindah jadi ia akan mengistirahatkan tubuh dulu. Jadi mungkin beberapa hari ia tak akan datang ke rumah sakit dulu.
*****
Sedang Naura masih senantiasa bermalas-malasan di kamarnya. Mungkin sudah sekitar 5 hari ia tak keluar rumah apa pergi dari rumah. Entah rasanya ia tak ingin melihat ke sekitar luar rumah, mungkin bawaan bayi juga bisa. Tapi walaupun ia tak merasa seperti ini tapi ia tak memeriksakan kondisinya ke dokter karena ia berfikir jika Mama Vineta juga adalah dokter handal.
__ADS_1
Karena kondisi Naura yang seperti ini tak ada satupun yang berani memerintahkan apa saja karena ia tahu mungkin kondisi Naura saat ini juga lagi tak membaik. Pokoknya Oca dan Oci pun juga tak sekalipun menganggu ibuknya. Mereka selalu mengerti kondisi Naura apalagi mereka tahu jika mereka akan memiliki adek lagi.
💞💞💞
Terimakasih kak sudah Sudi meninggalkan jejak di novel ini. Dengan segenap hati saya ucapkan terima kasih. Dan maaf untuk bab ini terlalu sedikit karena ikut persiapan untuk tahlilan tetangga yang memperingati 7 hari kematian ayahnya. Semoga di bab lainnya akan tambah jadi dobel lagi. Salam sehat untuk kakak semua semoga kita dalam lindungan Allah SWT.
__ADS_1