CATATAN HARIAN NAURA

CATATAN HARIAN NAURA
Alasan Naura


__ADS_3

Malam ini seperti ketakutan Naura ternyata setelah acara makan malam selesai ia langsung ditanyai tentang alasan apa ia harus pulang tanpa kabar ke orang tuanya terlebih dahulu, apalagi jika dulu disuruh pulang selalu menolaknya.


"Naura, kenapa kamu pulang tanpa diantar kakak sayang?


Pak Catur yang menanyakan hal itu pun juga hati-hati jika menyinggung perasaan anak perempuannya.

__ADS_1


"Maaf pak, buk, sebelumnya Naura pulang duluan karena ingin mendaftar ke fakultas D yang akan dilakukan esok lusa, sedangkan kakak sendiri masih fokus dengan tugasnya pak, buk, jawab Naura yang mendapatkan ide untuk menjawab pertanyaan itu semua. Ya udah pak, Buk, Naura pamit ke kamar dulu ya mau belajar ucapnya sambil mencium pipi ibuknya dan adik laki-lakinya.


Setelah kepargian Naura tadi akhirnya ibuk dan Bapak yang ada diruang tengah tadi sudah tak menghiraukan apa pun karena Naura juga memberikan alasan yang tepat. Yang terpenting baginya saat ini gantian beliau yang harus menjaga Naura karena sudah tak ada lagi Fiki yang selalu ada untuk Naura lagi.


Hari berganti hari Minggu berganti Minggu setiap saat Fiki selalu menelfon bik Ina sekedar menanyakan kondisi Naura atau malah aktivitas Naura. Tak ada keberanian bagi dirinya untuk menghubungi Naura sama sekali. Apalagi setelah ia mengetahui jika Naura diterima di fakultas yang sedang Naura tuju, ada sedikit ke khawatiran bagi dirinya sendiri jika Naura akan mengalami kesulitan tanpa dirinya tapi dia juga tak mau membuat Naura semakin marah lagi apa lagi Naura sudah meminta ia untuk menjauh darinya. Tepat sebulan lamanya Naura dan Fiki tak bertukar kabar secara langsung, dan bagi Naura sendiri ini adalah yang ia inginkan tanpa ada yang mengetahui hal yang sebenarnya sudah ia tutupi sekian Minggu lamanya selama ia kembali ke rumah orangtuanya itu. Karena masa orientasi siswa baru maka ia harus ekstra dalam semua hal, tapi siapa sangka jika badan yang begitu ia inginkan untuk selalu bisa diajak beraktivitas tapi untuk dua hari ini ia tak semangat sama sekali. Mungkin karena ia terlalu bersemangat dan lupa makan atau istirahat pikirnya yang akhirnya tidur kembali diranjang miliknya itu.

__ADS_1


"Belum usai menyiapkan perlengkapan buat masuk kampus besok udah males gini bagaimana besok ya?


Tanyanya dalam hati, karena hari Minggu jadi ia masih bisa memberikan waktu untuk tubuhnya istirahat.


"Kayaknya enak makan jeruk lemon, bik Ina ada setok gak ya, tanyanya lagi tak memikirkan apa itu yang membuat ia ingin minum yang masam- masam akhirnya ia langsung menuju kedapur untuk membuat minuman dingin. Pas sampai dapur Naura langsung mencari jeruk yang ia cari dan langsung membuat untuk satu gelas besar. Karena tak ingin membuang waktu akhirnya ia kembali ke kamarnya lagi dan ingin istirahat, karena rumah sedikit sepi jadi ia tak ada teman bercanda, bik Ina sibuk kerjaannya sedangkan untuk ibuk dan bapaknya sedang ada resepsi pernikahan teman bisnis Bapaknya yang mengharuskan beliau berangkat berdua dengan adiknya. Pas setengah gelas Naura meminum apa yang ia buat berapa kagetnya karena ia telah menyadari sesuatu yang selam sebulan ini ia tak pikirkan. Binggung apa yang harus ia lakukan akhirnya Naura langsung menangis di kamar yang hanya ada dirinya sendiri itu.

__ADS_1


__ADS_2