
Akhirnya proses pemindahan Fiki akhirnya di iya kan oleh semua keluarga. Sedangkan untuk pak Aan dan dokter Vineta juga akan tetap ikut pindah. Sudah tak memikirkan apapun yang ia miliki disini yang terpenting bisa bersama dengan Papa dan Mama angkatnya. Sedangkan Naura yang mendengarkan antusias dari keluarga yang akan pulang ke kotanya pun hanya diam tanpa menyahut sama sekali. Karena Naura berfikir jika ia akan ikut pulang ia akan tinggal dimana. Kalau ikut ibuk sama bapaknya pasti akan tidak mungkin karena ia tahu bagaimana kondisi ia saat ini. Mungkin setengah bulan lagi ia jika mengalami ngidam dan kedua anaknya bagaimana jika tak ada yang ikut mengawasi. Binggun karena ia harus memulai pembicaraannya dari mana. Akhirnya ia diam saja sambil berfikir tentang hari esok. Dan tak mungkin jika ia meminta akan tetap tinggal disini sedangkan Fiki saja sudah akan di pindahkan ke kota mereka.
"Ma, apakah kita akan tetap seperti ini. Tika takut Ma, jika harus pulang dalam kondisi perut ku semakin membesar dan jika aku tak sengaja bertemu dengan orang yang mengenal saya dan menanyakan hal ini pada ku bagaimana Ma?",tanya Naura pada Mama Vineta yang ada diruangannya itu. Sedangkan selama ini ia lebih sedikit bisa terbuka jika dengan beliau tapi jika dengan ibuk Dini ia lebih sedikit tak bisa berbicara yang lainnya selain masalah keluarga. Ntah ia tak terbiasa dan mulai canggung jika mengenai itu. Apa karena Mama Vineta sudah berjasa sangat besar baginya jadi ia lebih dekat dengan beliau. Karena jika bukan dari Mama Vineta mungkin ia juga belum bisa menjalani hidup seperti ini lagi.
"Udah gak usah pikiran dulu sebelum kita menjalaninya sayang. Jika kamu merasa tak nyaman kamu masih bisa kok hidup dengan kami seperti masih disini. Kan kamu tetap anak Mama sama Papa kan. Dan Papa juga pastinya akan merindukan cucunya yang ia sayangi lho kalau jauh dari kita. Karena Mama Vineta tak ingin melihat kondisi psikis Naura hancur duluan sebelum ia berperang menjalankan hidupnya itu.
Akhirnya proses demi proses langsung di lakukan oleh pihak rumah sakit tanpa ada kendala sama sekali. Mungkin tak sampai seminggu mereka akan langsung pindah ke tempat mereka. Sedangkan pak Aan dan dokter Vineta yang saat ini sedang memikirkan apa yang ia butuhkan pun mulai menyuruh asisten pak Aan untuk menyelesaikan tugas yang diperlukan. Karena masih fokus dengan kesembuhan Naura tadi jadi belum bisa meninggalkan mereka yang ada di rumah sakit.
Akhirnya hari ini tepat 2 hari Naura dirawat di rumah sakit. Karena sudah diperbolehkan pulang akhirnya ia langsung pamit ke kamar Fiki untuk sekedar mencurahkan isi hatinya. Tanpa permintaan di temani akhirnya ia masuk dengan sendirinya.
__ADS_1
"Siang kak, apa kabar kakak.
Kakak tega ya tidur lama-lama kaya gini. Ni kak ada kehidupan lagi di rahimku kakak harus tahu itu. Kapan aku merasakan jika sedang hamil ditunggu oleh ayah dari bayi ku. Aku ingin merasakan seperti wanita lain kak menikah dan dimanjakan oleh orang yang kita cintai. Aku sudah dua kali ini merasakan ke hampan dalam hidup ku kak. Tak ku sangka kau meninggalkan aku dalam keadaan aku tengah berbadan dua kak. Aku seperti hanya wanita penghibur yang karena pekerjaanku aku mendapatkan hasil benih dari laki-laki tak bertanggung jawab. Akan kah kau tau bagaimana ke ingin ku saat ini kak, kata Nuara sambil terisak nangis di dekat Fiki. Walaupun ini semuanya ia curahkan tapi Fiki juga tak akan menjawabnya tapi paling tidak ia sudah terasa lega akan curahan hatinya itu. Iya juga tak menyangka jika hidupnya akan seperti ini.
Naura yang menangis sambil memegang tangan Fiki pun akhirnya sedikit lega karena ia akhirnya bisa melepaskan penat yang selama ini ia pendam sendiri. Andai waktu itu Fiki dan Naura sudah resmi menikah mungkin saja ia bisa merasakan kasih sayang dan manja'an Fiki yang pastinya akan mengobati luka yang pernah Fiki torehkan dulu. Sedangkan luka yang dulu saja belum bisa diobati malah sudah membuat luka lainnya. Air mata yang ia sembunyikan dari keluarganya akhirnya tumpah di kamar Fiki ini. Karena rasa cintanya yang begitu besar maka ia terlihat kuat dan seolah-olah ia yang salah dalam hubungan ini sehingga kakaknya tak dimarahin oleh para orang tua yang lain. Padahal hatinya yang saat ini rapuh ingin sekali mencari sandaran untuk sedikit menghilangkan pikiranya.
Cekhek....
"Maaf menganggu waktu anda nona, kata dokter yang langsung masuk dan menutup kembali pintunya. Setelah mendekat ke arah Fiki dan langsung mengecek infus yang masih setengah botol itu tatapan dokter dan Naura pun bertemu.
__ADS_1
"Naura,, bagaimana kabar kamu?," kenapa kau ada disini, tanya dokter muda yang ternyata dia sudah mengenal Naura.
"Aku,,,baik saja. Apa kabarmu kapan kamu kerja disini? ,tanya Nuara balik yang kaget melihat orang yang ada didepannya itu. Orang yang waktu SMP dulu pernah menyatakan cintanya tapi di halangi oleh Fiki. Dan akhirnya mereka tak ada komunikasi lagi hingga nasib mereka bertemu lagi disini.
"Aku baik, apakah ini kakak mu Naura? ,"kak Fiki!
Kenapa kondisinya seperti ini Naura. Sudah berapa lama kak Fiki koma seperti ini, pertanyaan yang begitu banyak akhirnya terlontar oleh dokter tadi. Sebenarnya ia merasa nasib baik akan ia dapatkan setelah ini. Orang yang ia cintai dari dulu akhirnya bisa ia temukan lagi. Semakin cantik dan pastinya ia akan sanggup meluluhkan hati kakaknya untuk meminta adiknya untuk ia miliki. Karena dari dulu setelah ia tahu Naura menolaknya ia selalu mencari tahu tentang apapun itu dan alangkah kagetnya yang tadinya hubungan mereka adalah sepasang kekasih tapi kenyataannya mereka adalah kakak beradik yang saling menjaga. Sampai informasi yang ia dapatkan jika Naura hilang dan entah tak ketemu lagi sampai ia akhirnya menemukan di rumah sakit ini. Tapi walaupun ia sekarang bahagia tapi ini hanya sebentar karena untuk mendapatkan nilai dari rektor yang bagus maka ia hanya ditugaskan untuk dua Minggu ini di rumah sakit ini pastinya ia akan kesulitan untuk bertemu dengan Naura lagi jika sudah dipisahkan oleh pekerjaan.
"Kak Fiki belum lama koma kaya gini kak, dan semoga juga cepat pulih karena kami akan kembali ke kota kita lagi kak, jawab Naura yang tak membahas tentang apa hubungan ia dengan Fiki mulai saat ini.
__ADS_1
****
Makasih atas kerjasamanya kak,, semoga saya bisa terus berkarya lebih dari ini lagi kak.. Doakan ya kakak dengan perbanyak like n komennya kakak,,,💕💞