CATATAN HARIAN NAURA

CATATAN HARIAN NAURA
Rasa ingin tau Fiki


__ADS_3

Waktu pulang pun akhirnya tiba, Naura langsung memasukkan alat yang ia bawa dan bergegas lari menuju keluar ruangan karena ia sudah melihat sosok kakaknya didepan pintu sambil melambaikan tangannya.


"Kakak kok udah selesai aku kira aku yang bakalan nunggu, tanya Naura sambil memegang tangan Fiki seperti sepasang kekasih. Pasti orang yang tak tau hubungan mereka sebenarnya akan beranggapan jika mereka adalah pasangan. Apalagi disekolah ini selain sebagian guru dan teman dekat Fiki tak ada yang tau hal itu. Kalau ada yang ingin tau tentang Naura semua menjawab jika ia adalah kekasih dari Fiki dan membuat semuanya akan takut.


"Kan kakak udah janji sama kamu mau beli kado buat ibuk kan, jawab Fiki sambil berjalan bersama Naura menuju parkiran motor yang ia bawa itu.


"Emang kakak mau belikan ibuk apa, Naura binggun kalau suruh aku yang harus milih, tanya Naura yang sambil memakai helm yang dibantu Fiki mengancingkannya.


"Kita ke butik langganan ibuk aja, kita belikan ibuk baju hamil aja kan baju ibuk udah pada sempit juga kan, jawab Fiki sambil menghidupkan mesin motornya itu.

__ADS_1


Akhirnya Fiki dan Naura tiba di butik itu dan langsung memilih baju yang cocok buat ibuknya. Karena Naura yang paling jago memiliki maka Fiki hanya menunggu dan membayarnya nanti.


"Kak coba deh kakak lihat ini bajunya bagus dan besar pasti ibuk muat kak, kata Naura sambil memperlihatkan pada Fiki baju yang ia pegang itu.


"Ya udah biar kakak bayar dulu, kamu mau beli sekalian gak? 'tanyanya agar sekalian ia bayar nantinya.


"Gak kak, Naura udah banyak baju juga kan sayang kalau mau beli lagi. Mending uangnya ditabung aja kan kita butuh tabungan buat besoknya kak, sambung Naura yang selalu perhitungan dengan uang yang selalu keluar bukan semestinya.


"Gak kakak Naura gak mau, kita langsung pulang aja yuk biar kita kasih surprise buat ibuk. Kan bapak pulang malam jadi ibuk cuma sendiri kan dirumah, ajak Naura lembut pada Fiki.

__ADS_1


"Ya udah tunggu kakak ya, habis ini kita pulang kalau gitu, kata Fiki yang langsung meninggalkan Naura ditempat semula tadi menuju kasir untuk membayarnya.


Setelah membayar belanjaan tadi akhirnya mereka pulang menuju ke rumah mereka. Diperjalanan Fiki langsung menanyakan apa yang ia pikirkan dari tadi pulang sekolah. Rasa ingin tahu orang yang tadi melihat- lihat Naura tadi.


"Dek yang di kelas melukis duduk di samping kamu tadi teman sekelas kamu ya? 'tanyanya agar apa yang ia ingin ketahui bisa terjawab semua.


"Gak kok kak, temen sekelas aku hanya dua orang cewek aja yang duduk di belakang aku, jawab Naura binggun juga akan pertanyaan kakaknya itu. Memang kenapa kak, tanya Naura akhirnya mengutarakan apa yang ia ingin ketahui.


"Itu tadi kakak lihat dia ngelihatin kamu terus dek, mungkin dia ada rasa pada kamu kali dek, jelas Fiki yang sambil melihat kaca spion depan untuk melihat ekspresi wajah Naura.

__ADS_1


"Biarin aja kak yang penting Naura gak ngladenin juga kan kak. Mending kita masuk rumah aja, ajak Naura yang karena dari perjalanan sampai rumah hanya membaha Kis tentang hal yang Naura tak sukai.


__ADS_2