CATATAN HARIAN NAURA

CATATAN HARIAN NAURA
Rumah baru bagi Naura


__ADS_3

"Ok jika itu kemauan kamu, kami akan mengijinkan kamu pindah rumah tapi kamu harus ditemani dari salah satu pelayan dari rumah ini, syarat yang di ungkapkan oleh pak Aan suami dari dokter Vineta itu sambil melihat istrinya. Walaupun tadi beliau sempat bertengkar dengan istrinya tapi karena jawaban dari dirinya barusan sudah membuat istrinya luluh dan akhirnya menangis. Karena ternyata suaminya mampu menerima Naura juga. "Dan satu lagi nak, jika kamu mengijinkan kami menebusnya maukah kamu tinggal dirumah peninggalan ibuk dari saya, rumah itu sudah lama tak terpakai mungkin kamu akan bisa menenangkan diri disana jika kami libur kami janji akan mengunjungi kamu nantinya, kata pak Aan panjang lebar sambil memeluk tubuh istrinya. Ada kebahagiaan karena telah mengungkapkan hal itu tadi.


Naura yang sangat bahagia pun tak henti-hentinya ia menitihkan air mata karena ternyata masih ada yang perduli dengannya mungkin ia tak akan merasa jika ia sedang sendirian dan kesepian. Tapi akan kah ia bisa mandiri dan tak merepotkan orang lain jika menerima penawaran dari sepasang suami-istri yang baik seperti malaikat itu. Sedangkan ia malah sampai diberikan tumpang untuk hidupnya juga dan bagaimana ia akan bisa membalas semaunya nanti, dalam pikiran yang tak tau entah kemana akhirnya Naura termenung sambil masih sesegukan tak menghiraukan apa yang dibicarakan lagi oleh pak Aan itu.


"Nak,,kok bengong.

__ADS_1


Dokter Vineta yang sangat terkejut melihat Naura binggun pun akhirnya langsung menegurnya agar putri cantik itu tak larut-larut dalam pikirannya. Apalagi ia tau sekali jika kondisinya belum setabil jadi ia harus memberikan perhatian khusus pada putri itu. Rasa ke ibuan yang tumbuh pada dirinya membuat ia merasa jika ia akan bahagia jika bisa merawat Naura yang ia anggap anak sendiri itu.


"Tidak dok, Naura masih binggun saja mau bagaimana nantinya jawabnya sambil melihat dokter Vineta yang ada disampingnya itu. Bersyukur walaupun ia tak mengenal beliau tapi ia tak kalah seperti saudara sendiri.


Akhirnya Naura yang mendengar cerita dokter Vineta itupun langsung memeluk dokter dan sambil menyebut ibuk, ia akan tetap menganggap beliau adalah ibuknya serta kasih sayang yang tak kalah dari ibuknya sendiri.

__ADS_1


"Jika kamu panggil dia ibuk jadi kamu panggil aku apa nak?


Tanya pak Aan yang akhirnya merasakan apa yang ia udah lama ingin kan. Disebut sebagai Ayah adalah yang ia tunggu selama ini.


Sambil memegang tangan dokter Vineta akhirnya Naura menyebut pak Aan dengan sebutan Ayah. Bahagia tiada Tara dirumah dokter Vineta itu. Karena sekarang ia telah bisa merasakan memiliki anak. Karena semuanya setuju akhirnya Naura malam ini juga akan diantar ke rumah baru yang akan ia tempati itu dan ditemani satu pelayan dari rumah dokter Vineta untuk memenuhi kebutuhan Naura dan menjaga Naura agar ia tak banyak melamun dan banyak pikiran. Karena perjalanan sangat jauh akhirnya dibantu 3 pelayan mereka menyiapkan apa saja yang diperlukan Naura dirumah barunya itu.

__ADS_1


__ADS_2