
Malam ini begitu menusuk relung hati Naura, karena bayangan akan keluarga yang sangat ia sayangi membuat ia harus menagis dahulu sebelum ia tertidur membuat pagi ini kedua mata Naura sedikit bengkak. Kalau Fiki tau pasti ada yang ia tanyakan langsung pada Naura nantinya.
"Aduh kok mata aku bengkak sih, bisa marah natinya Kak Fiki, kata Naura yang bercermin untuk memakai kerudungnya. Gimana caranya ya biar gak kelihatan, atau nanti kalau aku ditanya jawab aja ya kalau digigit semut gitu. Tapi apa iya semut gigit kok ya kedua-duanya, kata Naura yang binggun dengan kondisinya sendiri. Udahlah mending aku turun langsung sarapan aja keburu nanti Naura ditunggu-tunggu. Setelah bicara sendiri akhirnya Naura turun kebawah untuk ikut sarapan dengan yang lain. Setibanya di meja makan semua anggota keluarga langsung melihat Naura dengan intens.
"Kamu kenapa nak kok bengkak gitu matanya? 'tanya ibuk Dini yang terlebih dahulu mengutarakan apa yang ia pikirkan.
Karena bapak serta kakaknya melihat kearah Naura pun tertuduk dan menjawab pertanyaan ibuknya itu. 'Naura gak kenapa-napa buk ini mungkin digigit semut, jawabnya yang tak tau ingin menjawab apa lagi.
__ADS_1
"Bohong pasti kamu semalam menangis kan? 'sahut Fiki yang masih melihat kearahnya Naura.
"Gak kok kak, Naura baik-baik aja gak nangis tadi pagi aja aku bangun udah kaya gini, ucap Naura yang hanya bisa berbohong akan semuanya itu.
"Beneran Naura gak kenapa-napa? 'tanya pak Fiki ulang mengenai kondisi anaknya yang tau-tau seperti ini. Mungkin dalam hatinya kadang berfikir ingin memberikan perhatian yang lebih untuk Naura tapi dia juga harus mengurus usahanya yang semakin besar pula. Sedangkan untuk ibuk Dini juga harus membagi perhatiannya untuk aja yang masih didalam kandungan itu.
Karena Naura terlihat biasa maka semuanya pun ikut biasa dan melanjutkan sarapan mereka karena iya yang dibilang Naura jika hanya membahas ini pasti akan telat yang berangkat nanti. Tapi berbeda dengan Fiki yang walaupun ia makan dan diam tapi ia juga masih memikirkan apa yang sedang dialami Naura. Karena sarapan mereka sudah selesai Fiki dan Naura langsung bergegas pamitan pada kedua orangtuanya dan berangkat ke sekolah bersama. Pas sampai di jalan Fiki sedikit melakukan kendaraannya agar mereka cepat sampai ke sekolah agar ia bisa mencari tahu tentang apa yang Naura rasakan saat ini.
__ADS_1
"Kak, jangan laju-laju lah kak, sapa Naura yang sudah ketakutan di belakang Fiki yang sambil memegang baju kakaknya itu.
"Kakak pingin tau apa yang kamu pikirkan saat ini Naura kenapa kamu menagis? 'tanya Fiki yang sedikit teriak karena motor yang mereka tumpangi benar-benar laju.
"Kak Naura gak mikir apa-apa kok kak, kurangi dong kecepatannya, sahut Naura. Ya udah kalau kakak gak mau ngurangin kecepatannya Naura lompat sekalian ya, ancamnya agar kakaknya kau menuruti.
"Iya kakak kurangi deh, jangan ngancam gitu lah kakak gak suka kamu kenapa- napa juga kok malah mau lompat dari motor segala, sahut Fiki yang akhirnya menuruti kemauan adik cantiknya itu.
__ADS_1