CATATAN HARIAN NAURA

CATATAN HARIAN NAURA
Akhirnya Danu yang mengetahui semuanya


__ADS_3

Sesampainya di dalam ruangan tadi Danu langsung mengeserkan kursi itu untuk di duduki oleh Naura. Dan setelah itu ia baru duduk sendiri. Karena pesanan makanan yang langsung datang juga akhirnya ia memutuskan untuk mengajak Naura makan siang dulu. Dengan hati-hati ia mengambil Naura makanan yang tersedia di meja makan itu.


"Udah kak, Naura bisa ambil sendiri kok kak, larang Naura yang merasa tak enak diperlukan seperti itu. Jika mereka pasangan kekasih atau pasangan suami istri Naura yakin ia adalah wanita bahagia untuk saat ini.


"Sudah anggap ini juga termasuk dari hutang yang harus kamu bayar Naura. Karena Danu hanya melakukan apa yang ia pinta maka ia melakukan hal itu. Berharap Naura akan patuh dan memakan apa yang ia berikan padanya. Semua yang ia beli sudah disengaja yang tidak begitu mengandung lada dan pastinya dikurangi level pedasnya. Takut Naura tak kuat apalagi ia sudah tahu jika Naura sedang hamil.


Naura yang canggung akhirnya makan sedikit demi sedikit tapi tau-tau makanan yang diambilkan oleh Danu sudah tak bersisa sama sekali. Pas suapan terakhir dan ia membalikkan sendoknya yang artinya sudah usai itu Danu langsung mengambilkan puding untuk sekedar cuci mulut.


"Ini makan dulu, nanti habis ini aku tak akan menyuruhmu makan lagi. Tapi kamu tak amau menghabiskan pudingnya siap-siap aku akan menyuapi kamu mumpung Fiki tak ada.


"Ah kak, Naura kenyang tapi kalau di suruh juga masih kuat kok, jawab Naura sambil menerima puding dan langsung membuka makanan itu. Kalau masalah makanan Naura memang nomor satu. Dan ia juga sangat suka dengan apa yang diberikan oleh Danu. Entah makanan yang ia makan dari tadi tak ada yang ia tolak sama sekali. Doyan atau rakus aku juga gak tahu🀭


Tak terasa akhirnya Naura sudah lebih dari 25 menit di restoran itu. Dan rasa was-was sudah menjadi lebih rileks dan biasa baginya tanpa ada kecanggungan sama sekali. Dan saat ini Danu yang ingin mengutarakan apa yang sebenarnya sudah ia pertanyaan didalam hatinya sendiri- sendiri. Tak ingin ia semakin lama lagi menyimpannya sendiri. Dengan keberatan hati dan ke yakinan penuh akhirnya Danu mengutarakan hal itu.


"Naura sebenarnya aku ingin bertanya pada mu dan jawab dengan jujur. Ini sudah aku pendam beberapa bulan terakhir aku bertemu kamu kembali dulu, kata Danu yang terputus untuk menghitung udara dan menormalkan detak jantungnya itu. Mungkin jika ia teruskan berbicara ia akan langsung kena serangan jantung tapi untuk ia seorang dokter jadi itu tak ia lakukan.


Naura yang gugup setelah perkataan Danu tapi tampak berkeringat dingin. Pikiran yang langsung tertuju jika Danu memiliki rasa pada Naura langsung ia pikirkan. Dan mungkin saat ini ia akan menyatakan perasaannya itu. Karena sudah dalam pertengahan jalan akhirnya ia tak bisa berbuat apapun juga mau maju tak tahu jalan pulang tapi jika mundur ia takut jurang ya dalam. Itu ibarat yang pada untuk perasaan Naura saat ini. Karena binggun dan tak mendapati Danu melanjukan perkataan itu akhirnya Naura juga diam dan hanya melamun Samapi Danu menepuk pundaknya itu.

__ADS_1


"Naura kamu baik aja kan!..


Tepuk Danu tepat dipundak Naura.


Sedangkan Naura yang leher langsung terperanjat goyah dari tempat duduknya itu.


"Iya kak, ada apa?


Sambil melihat ke arah Danu. Karena ia merasa ada pegangan jadi tersadar dari lamunannya.


"Sebenarnya apakah benar kamu saat ini hamil anak Fiki? ,tanya Danu yang akhirnya berani menanyakan hal itu sambil melihat expresi wajah Naura saat ini. Ia berbohong atau tidak jika Danu bertanya saat ini.


Suara hati Naura saat ini. Walaupun itu semuanya benar tapi ia takut untuk menjawab jujur pada Danu. Ia binggun jika harus menjelaskan itu semua. Tapi mau tak mau akhirnya ia mengangguk kepalanya menandakan jika itu benar terjadi.


"Iya,, kak sahutnya lirih tapi masih terdengar oleh Danu.


Danu disaat itu juga Danu langsung memegang lengan Naura sedikit keras sehingga Naura sedikit menatap ke wajah Danu untuk sedikit melepaskan apa yang Danu lakukan.

__ADS_1


"Sakit kak, kata Naura yang menangis karena ia merasakan sakit sekali dari hatinya. Ia telah salah datang sendiri karena tak ada yang akan membantunya saat ini.


Danu yang mengetahui Naura menangis langsung melepaskan tangannya tadi dan mengusap kepala Naura berharap Naura akan tenang.


"Maafkan kakak Naura, aku tak bermaksud melukaimu. Tapi bisakah kau jelaskan kenapa kamu bisa hamil anak Fiki yang mana dia adalah Kakak kandung mu sendiri Naura. Apa yang sebenarnya yang aku tak tahu, kata Danu yang sedikit emosi tapi tak berani berbuat apapun takut akan melukai Naura nantinya.


"Sebenarnya ini anak ketiga kami kak Danu, aku sama kak Fiki sudah memiliki anak kembar yang saat ini sudah berumur 5 tahun lebih. Kami memang dibesarkan oleh keluarga utuh dari kecil, tapi kami tak saudara sedarah, tutur kata Naura yang menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada Naura dan Fiki saat ini.


Penjelasan yang mana membuat Danu seperti ingin berdiri di rel kereta yang akan ada kereta yang akan melaju didepannya. Tak bisa mendengarkan orang yang meneriaki dirinya yang ia rasakan hanya tak mau hidup lagi. Apa yang sudah menjadi harapan untuk kembali merasakan kebahagiaan ternyata sudah dimiliki orang lain yang mana tak ada harapan untuknya lagi. Tapi ia masih belum yakin ini semuanya benar apa adanya.


"Kau berbohong Naura, jangan bilang kau di perkosaan kakak kamu dan kamu hanya menutupi kejelekan kamu saat ini ya, kata Danu mengancam Naura agar ia berbicara jika ini tak benar adanya.


"Emang kita tak mengharapkan kita seperti ini kak sebenarnya, tapi ketiga anakku membutuhkan ayahnya dan itu adalah benar kak Fiki. Aku memang mencintai dirinya tapi emang kita sudah ditakdirkan bersama kak. Aku mohon setelah kakak tahu hubungan kami yang sebenarnya kakak bisa menjaga apa yang akan membuat rumah tangga kami akan hancur. Apa yang kejelekan aku yang kakak tahu jangan sampai kakak kirim kan pada kak Fiki kak. Aku mohon ini yang terakhir aku merepotkan Kak Danu lagi kak, permohonan Naura sambil menagkupkan kedua tangannya itu.


Rasanya hatinya saat ini sakit melihat betapa hancurnya Danu. Walaupun Danu belum mengutarakan isi hatinya tapi ia tahu jika Danu saat ini sedang patah hati. Perhatikan yang Danu berikut saat ini sudah menjelaskan apa yang ia rasakan pada Danu untuk Naura itu.


*****

__ADS_1


Terimakasih kak ku yang tercinta semua. Sudah memberikan like dan setia pada novel saya ini kakak. Semoga novel berikutnya akan bisa kakak sukai juga ya kak...πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž


Ditunggu kakak


__ADS_2